
Ke esokan harinya,Nayara sudah bangun lebih dulu,meskipun kepalanya masih sedikit pusing,Nayara tetap memaksakan dirinya memasak untuk sarapan dan bekal suaminya.Rian menuruni tangga untuk mencari sang istri ketika dia menyadari kalau istrinya tidak ada di kamar.Rian langsung menuju dapur ketika dia mendengar suara orang sedang memasak.
"sayang kamu lagi apa?"
"Aku lagi masak buat sarapan kita dan juga buat bekal kakak di kantor. "
"Sayang kamu kan lagi sakit,seharusnya kamu jangan dulu melakukan aktivitas apapun,kamu butuh banyak istirahat Nay,kakak tidak mau sakit kamu tambah parah.lagian buat sementara kita bisa pesan makanan lewat go food."
"Gak apa-apa kak,waktu kebersamaan kita hanya tinggal 6 hari lagi,aku tidak akan menyia-nyiakan untuk melayani kakak."
"Nay,kakak mohon ka... "
"Sudahlah kak,aku tidak mau membahas lagi masalah ini,aku harap setelah waktunya kita berpisah kakak menepati janji kakak." potong Nayara ketika Rian ingin meminta Nayara membatalkan perceraian mereka,Rian hanya menatap sang istri dengan sendu,dia benar-benar sedih karena Nayara benar-benar tidak bisa di bujuk dengan apapun lagi.
"Alhamdulillah,,,makanan buat sarapan nya sudah selesai.ayo kak kita sarapan dulu. " Rianpun menganggukan kepalanya kemudian dia menarik kursi yang berada di sebelah Nayara.Mereka sarapan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun,hanya suara sendok dan piring yang terdengar,mereka sarapan sambil sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.setelah sarapannya habis Rian langsung pamit untuk berangkat bekerja.
"Nay kamu gak apa-apa kan kakak tinggal kerja?" Rian benar-benar khawatir dengan kesehatan sang istri yang masih terlihat pucat,namun Rian tidak bisa bolos kerja lagi,dia sudah terlalu banyak mengambil cuti.
"Aku tidak apa-apa kak,kakak jangan khawatirin aku,InsyaAllah aku akan baik-baik saja. "
__ADS_1
"Kamu janji ya sama kakak,kalau ada apa-apa kamu langsung kabari kakak. "
"Iya kak. "
"kalau begitu kakak berangkat ya. "
"Iya kak."
Setelah kepergian Rian ke tempat kerjanya,Nayara berlari menuju wastafel untuk memuntahkan makanan yang di makannya,entah kenapa saat ini Nayara merasa sering mual.di ambilnya minyak angin dari kotak obat berharap dengan menghirup minyak angin tersebut bisa membuat Nayara sedikit enakan.
"Ya Allah aku ini kenapa sih,rasanya perut aku kaya di aduk-aduk." keluh Nayara sambil menggosokan minyak angin ke permukaan perut dan lehernya.lebih baik aku rebahan aja ah,barangkali bisa sedikit menghilangkan sakit perut ku ini.Nayara merebahkan dirinya di atas sofa yang berada di ruang tv.
"Assalamu'alaikum." Ucap Rian yang tidak di sangut oleh sang istri.karena tidak ada jawaban dari sang istri,Rianpun menambah kecepatan nya dalam berjalan,dia benar-benar khawatir.ketika ingin menaiki anak tangga,Rian melirik ke arah ruang tv yang dimana dia melihat sang istri yang tertidur di atas sofa.Seketika hati Rianpun langsung sedikit tenang karna ternyata istrinya sedang tertidur,dia langsung bergegas untuk memindahkan istrinya ke kamar mereka,
di gendong nya sang istri dengan penuh kelembutan,hingga telah sampai di dalam kamar,Rian langsung menidurkan Nayara di atas kasur.sebelum bergegas ke dalam kamar mandi,Rian mengecup kening sang istri.kecupan yang di berikan Rian membuat Nayara terbangun dari tidurnya.
"Kakak,,,, ucap Nayara dengan suara serak khas bangun tidur. " Rianpun tersenyum sambil mengelus kepala Nayara.
"kakak kapan pulang?maaf ya aku tadi ketiduran. "
__ADS_1
"Enggak apa-apa sayang,kakak tau kamu lagi kurang sehat. "
"harusnya tadi kakak gak usah gendong aku ke kamar,kakak tinggal bangunin aku aja,kakak pasti cape karena kakak baru pulang kerja. "
"Enggak apa-apa sayang,kakak gak mau ganggu tidur kamu,lagian kamu harus banyak istirahat."
"Oh ya kak,aku minta maaf ya,hari ini aku gak masak buat makan malam kita,aku juga gak tau perut aku hari ini kayak di aduk-aduk. "
"Gak apa-apa,kakak kan udah bilang sama kamu selagi kamu sakit kita pesan makanan lewat go food ok. " Nayara pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"Nay wajah kamu pucet banget,periksa yuk,kakak gak mau kamu kenapa-napa. " Bujuk Rian pada sang istri.Nayara tetap menggelengkan kepala nya.
"Aku gak mau di periksa kakak,aku hanya ingin istirahat saja. "
"kamu yakin?" Nayara pun menganggukan kepalanya.
"Ya sudah kalau gitu kakak mandi dulu ya,kerjaan kakak hari ini benar-benar menguras tenaga kakak. "
"Maaf ya kak,karena harus menghidupi aku kakak jadi harus kerja keras. "
__ADS_1
"Kamu itu ngomong apa sih sayang,kamu memang tanggungjawab kakak,kakak akan berusaha untuk membuat kamu bahagia. " Percakapan mereka kali ini benar-benar membuat mereka lupa akan kesepakatan yang hanya tinggal 4 hari lagi.