
Setelah selesai memesan makanan tersebut, Rianpun menuntun Nayara untuk duduk di sebuah kursi dan meja yang telah di sediakan oleh sang pedagang.
"Apa kakak gak salah memesan? " Pertanyaan perta yang dilontarkan Nayara kepada Rian, ketika mereka duduk di kursi tersebut.
"Maksud kamu? kakak gak salah pesen kok. katanya kamu mau sate kambing madura bukan?terus kamu sendiri kan yang tadi nunjuk gerobak ini.
"Bukan itu kak. itu tadi kakak pesen satenya kebanyakan. "
"Oooh gak apa-apa sayang, kakak sengaja memesan banyak, supaya kamu leluasa memakannya. " Jawab Rian dengan entengnya.
"Ya enggak sebanyak itu juga dong kak, aku gak akan kuat menghabiskan sate sebanyak itu. "
"Gak apa-apa, kalau gak habis nanti sisanya kita minta bungkus aja, siapa tau nanti malam perut kamu bunyi lagi kayak tadi hehe. "
"Ceritanya kakak ngeledikin aku? "
"Siapa yang ngeledekin. Kakak gak mau kamu sampai kelaparan, itu aja. "
Nayara tak menjawab perkataan suaminya, dia hanya menyunggingkan bibirnya sekilas.
10 menit kemudian sate yang di pesannya telah siap disajikan. Nayara memakannya dengan sangat lahap karena dia benar-benar lapar, namun Nayara tak sampai menghabiskan sate tersebut, dan akhirnya sisa sate tersebut pun minta di bungkus untuk persediaan jika Nayara lapar tengah malam seperti apa yang sudah di katakan oleh Rian tadi.
Setelah selesai makan dan membayar makanan tersebut, Rian dan Nayara kembali ke mobil untuk melanjutkan pulang. 15 menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai di halaman rumahnya. Rian tersenyum ketika menatap Nayara yang tertidur di dalam mobil, mungkin aktivitas hari ini membuat Nayara kelelahan. Dengan sangat hati-hati dan tanpa mengganggu, Rian mencoba menggendong sang istri menuju kamar mereka.
***
__ADS_1
"Selamat tidur bunda dan anak papa, Papa sangat sayang kalian. " Ucap Rian sambil mengelus perut Nayara dan membuka kerudung yang masih menempel di kepala sang istri.Kemudian Rian beranjak masuk WC hendak membersihkan diri.
"Lumayan seger juga badanku. " Ucap Rian setelah selesai mandi. Setelah selesai memakai baju,Rian membawa laptop nya kemudian duduk di samping sang istri. Rian baru mengingat ada perkerjaan yang belum dia selesaikan. Dia pun mulai berkutat dengan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya tersebut.
Rian sudah beberapa kali menguap, namun Rian belum menyudahi aktivitas nya dalam mengotak-atik komputernya, karena pekerjaan yang belum selesai. Rian terpaksa terus mengerjakan pekerjaannya.
Tiba-tiba Nayara terbangun karena tenggorokannya terasa kering.
"Kak, aku ada dimana? kok ini kayak di kamar kita? "
"Iya sayang memang kamu ada di kamar kita. "
"Lho bukannya tadi kita ada di dalam mobil. "
"Tadi kamu tertidur di dalam mobil sayang. kakak tidak tega buat bangunin kamu, makanya kakak menggendong kamu. "
"Enggak kok sayang, kamu gak berat. "
"Ya udah kalau gitu, makasih ya kak. "
"Kamu gak usah bilang makasih sayang. kebahagiaan kamu adalah tanggungjawab kakak."
"Makasih Papa. " Ucap Nayara sambil mengaitkan tangannya di lengan suaminya.
"Sama-sama bunda. " Jawab Rian dengan suara khas anak kecil sambil menjepit hidung Nayara.
__ADS_1
"Kamu kenapa terbangun sayang? "
"Aku mau minum kak, rasanya tenggorokan aku terasa kering banget. "
"Oh jadi bunda haus? "
"Iya papa. kayanya anak kita pengen minum. "
Rianpun langsung memberikan air putih yang selalu mereka sediakan di nakas yang mereka simpan di pinggir tempat tidur.
"Ini sayang minumnya. "
"Makasih kak. " Nayara meminum air tersebut dengan beberapa tegukan.
"Oh ya kak ini jam berapa? "
"Jam 12 malam sayang. "
"Astaghfirullah. "
"Kamu kenapa sayang. "
"Aku belum shalat Isya dan juga maghrib. Kakak kok gak bangunin aku sih? "
"Iya maaf sayang, kakak lupa. Ya udah kamu sholat nya di jamak aja, Kamu gak sengaja kan? "
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu aku sholat dulu ya kak. "
"Iya sayang, hati-hati jalannya. " Nayara pun menggangguk dan segera beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu karena dia ingin melaksanakan sholat yang belum dia dirikan. sedangkan Rian kembali melanjutkan pekerjaannya yang belum selasai.