
5 jam perjalan sudah di lalui Nayara,hingga akhirnya dia pun sampai di kediaman ayahnya.setelah membayar ongkos kepada sang sopir,Nayara pun keluar dari dalam taxi dengan mata yang sembab,karena di sepanjang jalan Nayara tidak henti-hentinya menangis.
"Assalamu'alaikum,,," Nayara langsung mengetuk pintu rumah ayahnya.
"Wa'alaikumussalam."Nayara langsung memeluk sang ayah dan menangis di pelukan sang ayah ketika ayahnya membukakan pintu .
"Nak kamu kenapa? apa yang terjadi? "
"Aku benci dia pak. " ucap Nayara dengan isak tangis yang sudah tidak bisa di bendung lagi.
"Ya sudah,ayo kita masuk dulu,kamu ceritakan apa yang terjadi. " ucap sang ayah mencoba menenangkan anaknya.ayah Nayara pun menuntun Nayara masuk ke dalam rumah.
"Tia..... " panggil sang ayah kepada anak bungsu nya.
"Iya pak. "
"Tolong ambilkan minum buat kakak mu Nayara. "
"Haaah kak Nay datang berkunjung pak? " tanya sang adik sambil setengah berlari.4 bulan tidak bertemu membuat Tia begitu merindukan kakaknya.
"Iya,,, ini kakak mu ada disini. "
"kak Nay,,, aku kangen banget sama kakak. " ucap Tia sambil memeluk Nayara.
"Lho kakak kenapa?kenapa mata kakak sembab begitu,kak Rian nya mana? "
"Udah kamu jangan banyak tanya dulu.ayo ambilkan minum buat kakak mu. " ucap sang aya kepada Tia yang datang-datang terus nyeroscos.
"Iya Pak, sebentar Tia ambilkan dulu.Tak lama Tia datang dengan segelas air putih di tangannya.
" Ini kak minumnya. " Nayara pun mengambil gelas yang di berikan adik bungsunya dan meminum air yang ada di dalam gelas tersebut.
__ADS_1
"Ayo sekarang kamu ceritakan kepada bapak apa yang terjadi?tadi juga nak Rian telpon bapak,dia menanyakan keberadaan kamu?apa kamu kesini tanpa se izin suami kamu? " Bukannya menjawab Nayara malah kembali menangis mengingat kejadian yang di lihatnya ketika di restoran.
"Nay dengarkan bapak,meskipun kalian sedang ada masalah,tapi tidak baik jika kamu keluar rumah tanpa se izin suami mu. "
"Dia jahat pak,dia sudah mengkhianati Nay.Nay benci dia. hiksss.... hiksss.... hiksss. "
"Apa maksud mu Nay?"
"Bapak tau kan dengan perempuan yang bernama Anita?perempuan yang tempo hari pernah berkata rindu sama kak Rian? "
"Iya bapak masih jngat,terus apa yang terjadi dengan perempuan itu? "
"Pagi tadi Nay melihat kak Rian berpelukan dengan dia,kak Rian telah mengkhianati Nay pak." sambil bercerita Nayara tak henti-hentinya menangis.
"Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan barusan? "
"Nay melihat dengan mata kepala Nay sendiri pak. awalnya Nay percaya dengan kata-kata kak Rian,tapi setelah melihat mereka berpelukan Nay benar-benar gak nyangka kalau kak Rian tega nyakitin Nay.ini alasannya kenapa selama ini Nay tidak mau mengenal seorang laki-laki pak,Nay takut di sakiti kembali. "
"Nayara benci dia,Nayara sudah mengambil keputusan pak,kalau Nayara akan meminta cerai sama dia.hiksss...hikss...hiks... "
"Nayara istighfar kamu nak,kamu jangan mengambil keputusan saat kamu sedang emosi."
"Keputusan Nay sudah bulat pak,Nay tidak mau meneruskan hidup dengan seorang suami yang sudah mengkhianati Nay. "
"Nay berfikilah dengan jernih,jangan sampai nanti kamu akan menyesal di kemudian hari. "
"Nau tidak akan pernah menyesal pak,bahkan yang membuat Nay menyesal adalah Nay dengan mudahnya dulu menerima dia dan menerima lamarannya. "
"Nay tolong kamu fikirkan kembali dengan keputusan kamu nak. "
"Nay tidak akan merubah lagi keputusan Nay,dengan atau tanpa seizin bapak,Nay akan tetap meminta cerai kepada dia,maafkan Nay pak." setelah selesai berucap Nay langsung meninggalkan sang ayah dan masuk ke kamarnya dulu sebelum dia menikah.sesampainya di dalam kamar Nayara langsung mengunci pintu dan menangis sambil menelungkupkan wajah di kedua lututnya.
__ADS_1
"Aku benci kamu Adrian Pradita,aku benci kamu. " ucap Nayara di tengah-tengah isak tangisnya.
Ayah Nayara benar-benar khawatir dengan keadaan anaknya saat ini,beliau pun langsung menghubungi menantunya lewat sambungan telepon.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam.bagaimana pak,apa Nayara ada di sana? " tanpa basa basi Rian langsung menanyakan keberadaan Nayara,karena dia benar-benar khawatir dengan keadaan istrinya.
"Iya nak Rian,Nayara ada di rumah bapak,keadaan nya begitu mengkhawatirkan,dia menyangka nak Rian sudah mengkhianati nya.
"Bapak percaya sama Rian kan pak?Demi Allah Rian tidak pernah mengkhianati istri Rian,Rian benar-benar menyayangi istri Rian,ini semua salah faham pak. "
"Iya, bapak percaya pada nak Rian,bapak juga sudah mencoba memberi pengertian pada Nayara,tetapi Nayara benar-benar tidak mau mendengarkan bapak bahkan dia berkata akan meminta cerai kepada nak Rian.bapak benar-benar sedih mendengar nya. "
Deg jantung Rian seakan ada yang menusuk di kala mendengar penuturan dari mertuanya seketika Rian meneteskan air mata nya.
"Rian tidak akan membiarkan rumah tangga Rian berakhir pak,Rian akan mencoba menjelaskan kepada Nayara. "
"Iya nak Rian memang itu juga yang bapak harapkan.bapak berharap tidak akan pernah ada perceraian di antara kalian. "
"Ya sudah pak,sekarang Rian akan menuju rumah bapak,terimakasih bapak sudah memberi tau kalau Nayara ada di rumah bapak. "
"Sama-sama nak Rian,bapak yang seharusnya minta maaf dengan sikap anak bapak. "
"Ini bukan salah dia kok pak,ini semua kecerobohan Rian.Rian minta maaf. "
"Ya sudah bapak tunggu kedatangan nak Rian,ingat nak Rian harus konsentrasi dalam menyetir. "
"Iya pa terimakasih.kalau begitu Rian tutup telepon nya ya pak. assalamu'alaikum. "
"Iya nak Rian. wa'alaikumussalam. " sambungan telepon merekapun terputus.Dengan hati yang tak karuan Rian mencoba fokus dalam menyetir untuk menuju ke kediaman sang ayah mertua dimana istrinya saat ini berada.
__ADS_1