
Rian menghentikan mobilnya di sebuah parkiran swalayan yang lumayan besar, swalayan yang komplit menyediakan berbagai kebutuhan untuk sehari-hari, seperti sayuran, buah buahan, see food, berbagai alat-alat mandi bahkan berbagai macam cemilan.
"Alhamdulillah sampai juga, kita turun sekarang? "
"Ayo kak. "
Rianpun berjalan sambil menggandeng sang istri.
"Kamu mau apa sayang? " Tanya Rian ketika Nayara ingin membawa keranjang untuk menyimpan barang belanjaannya.
"Aku cuma mau ngambil keranjang kak, emang kenapa? "
"Kamu gak boleh bawa apa-apa, kamu cukup menunjuk barang-barang yang akan kita butuhkan untuk keperluan sehari-hari kita, untuk keranjangnya biar kakak yang bawa. "
"Ya ampun kakak,, kakak gak usah sampai segitunya, aku ini bukan orang sakit kak, masa cuma sekedar bawa keranjang aja aku gak boleh sih. "
"Emang iya kamu gak sakit, tapi kamu sedang hamil. pokonya kamu gak boleh kecapean. "
"Terserah kakak deh, percuma juga debat sama kakak. "
"Ya udah ayo sekarang kita masuk. " mereka pun memasuki swalayan tersebut. Benar saja, Nayara tidak di perbolehkan membawa barang sedikitpun, barang yang di tunjuk Nayara dan di rasa akan di perlukan untuk kebutuhan mereka sehari-hari langsung di ambil alih oleh Rian.
"oh ya sayang kamu jangan lupa beli susu ibu hamil buat kamu. "
"Tapi kan susu hamil punya aku masih ada kak. "
"Gak apa-apa, buat persediaan. " Nayara benar-benar terharu dengan perhatian yang di tujukan oleh suaminya itu. "
Keranjang yang di bawa Rian sudah sangat penuh dengan belanjaan yang di ambil mereka.
__ADS_1
"Kakak kayanya udah selesai deh. "
"Kamu yakin gak ada yang terlewat. "
"Kayanya udah semua deh kak.kakak liat aja nih keranjang nya aja udah sangat penuh kayak gini. "
"Ya udah kalo emang menurut kamu udah terpenuhi semua, kita ke kasir sekarang. "
"Iya kak. " mereka pun berjalan menuju kasir untuk membayar semua barang belanjaannya.
"Duh kak antrian kasirnya panjang banget lagi. "
"Kamu pegel sayang? "
"Iya kak, gak tau kenapa pinggang aku mendadak pegel gini. "
"Kalo kamu pegel, kamu tunggu aja di mobil."
"Udah barang-barang ini biar kakak yang bayar. sekarang kamu masuk aja ke mobil duluan. " Ucap Rian sambil memberikan kunci mobil kepada istrinya.
"Kakak gak apa-apa di sini sendiri? " Tanya Nayara dengan pinggang yang sedikit panas.
"Gak apa-apa sayang.kamu hati-hati yah. "
"Iya kak. "
"Oh iya,, kamu tau kan dimana mobil kita di parkiran?? "
"Iya kak aku tau kok, gak jauh dari sini juga kan? "
__ADS_1
"Iya,, syukurlah kalo kamu tau. gak apa-apa kan kamu sendiri kesana nya? "
"Gak apa-apa kak, aku akan baik-baik aja kok. "
"ya udah kamu hati-hati yah. "
"Iya kak. "
Setelah kepergian sang istri Rian baru ingat kalau parfum milik nya sudah mau habis, dengan berat hati Rian kembali mengelilingi swalayan itu untuk mengambil parfum yang dia maksud. "
"Ini dia parfum yang aku cari. " ucap Rian ketika dia menemukan parfum yang di carinya.
"Pucuk di cinta ulam pun tiba. " Ucap seorang perempuan ketika melihat pujaan hatinya ada di tempat yang sama.
"Maksud kamu apa Nit? " (yah Anita lah wanita yang sangat girang melihat Rian ada di tempat yang sama dengan dirinya. "
"Memang kami sudah di taqdir kan untuk bersama. "
"Maksud kamu apa sih Anita???? "
"kamu lihatkan laki-laki itu! pangeran pujaan ku pun ada di tempat ini, itu artinya kami memang akan berjodoh. "
"Ya ampun Anita,, saran gue nih mendingan loe moveon sama tuh cowok, dia kan udah punya istri. "
"Gue gak minta saran dari loe. " ucap Anita sambil berjalan menuju dimana Rian berada. "
Arianti benar-benar di buat geleng-geleng kepala melihat ketidak maluan sahabat barunya itu, bahkan diapun sampai melotot ketika melihat Anita yang tiba-tiba memeluk Rian dari belakang. "
"Aku merindukan mu yan. "
__ADS_1
Tanpa melihat ke belakang Rian sudah sangat tau dengan suara yang sedang memeluknya itu.Rian benar-benar marah dengan tindakan yang di lakukan oleh mantan kekasihnya itu. namun ketika akan marah, Rian di kagetkan dengan suara seorang perempuan yang sangat dia kenal.
"LEPASKAN SUAMI SAYA. " Ucap Nayara dengan penuh penekanan.