Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
kencan pertama


__ADS_3

"Ayo Kak aku udah selesai buat pulang nih." ajak Nayara ketika sudah berada di hadapan Rian yang sedang menunggu nya."


kruuuuuuuk.... kruuuuuuuk... Tiba-tiba perut Nayara berbunyi,karna dari pagi Nay sama sekali belum makan apapun.


"Perut kamu bunyi tuh. " ucap Rian sambil menggoda Nayara.Nay hanya tersenyum menanggapi ucapan Rian barusan.


"Duuuuuuuh.... malu-maluin aja nih perut pake bunyi segala,benar-benar gak bisa di ajak kompromi banget." gumam nay dalam hati.


" Perut kamu minta di isi,atau jangan-jangan kamu belum makan? "


"Dari tadi pagi aku memang belum makan apa-apa kak. " ucap Nay sambil menundukan kepalanya.


"Kenapa kamu gak makan?gak baik tau buat kesehatan kamu,apalagi istrinya Andre pernah bilang kalo kamu punya riwayat dengan lambung kamu. "


"Dari tadi pagi nafsu makan aku hilang gara-gara gak ada kabar sedikitpun dari kakak. " ucap Nayara yang tanpa sengaja matanya meneteskan air mata.


"Apa kamu benar-benar takut kalo kakak gak serius sama kamu? "


"Iya kak.. aku takut kakak juga sama kaya cowok yang sebelumnya sudah ninggalin aku.aku juga gak tau kenapa dengan mudahnya kakak bisa masuk sepenuhnya di hati aku,padahal sebelum bertemu dengan kakak,hatiku enggan membuka untuk pria lain. " ucap Nayara sambil terus menangis.Tanpa di sengaja bibir Rian pun tersenyum mendengar penuturan dari Nay barusan.


"Allah memang Maha membolak-balikan hati manusia,percalayalah Nay setiap kejadian yang membuat kita kecewa pasti ada hikmahnya,buktinya sekarang kita di pertemukan, padahal sebelumnya kita tidak mengenal satu sama lain. "

__ADS_1


"Iya kak aku juga merasa aneh dengan perasaan ku sendiri,yang dengan mudahnya menerima kakak, bahkan aku takut kakak ninggalin aku. "


"Itu tandanya ,,, kita berjodoh." ucap Rian yang di jawab aamiin secara bersamaan oleh mereka berdua.


"Makasih ya kak buat semuanya. "


"iya sayang" pipi Nay berubah menjadi merah ketika mendengar Rian menyebutnya dengan kata "sayang" secara langsung,karna selama ini Nay hanya mendengarnya lewat sambungan telepon saja.


"Ya udah yuk kita pulang buat nemuin calon mertua kakak,tapi sebelumnya kita makan dulu,kasian perut kamu dari tadi pagi belum di isi apa-apa.kamu mau apa? "


Nayara pun berfikir


"Oh ya kak... aku ingin makan bubur ayam. " ucap nay sambil tersenyum.


"Aku pengen bubur ayam di tempat favorite aku ya kak."


"Okay,,, kamu tunjukin aja yah jalannya."


"siap pak bos." ucap Nay sambil tersenyum.


Dengan menggunakan sebuah sepeda motor mereka pun menuju ke tempat bubur ayam yang di inginkan Nayara.

__ADS_1


"Di depan belok ke kanan ya kak." ucap Nay menunjuk jalan ke tempat bubur ayam yang di akan tujunya,Rian hanya menganggukan kepalanya.


"Itu kak..gerobak bubur ayam nya sudah keliatan." tunjuk Nayara pada gerobak bubur ayam yang menjadi favoritnya.


"Yakin mau makan bubur ayam di sini?lihat pembeli nya ngantri gitu."


"memang bubur ayam di sini selalu penuh,karna rasanya tuh enak banget, pokoknya kakak wajib nyobain deh,di jamin bakalan ketagihan."


Merekapun turun dari motor dan memesan 2 mangkok bubur ayam.


Saking laparnya Nay menghabiskan makanannya dalam waktu sekejap.Rian yang melihat kelakuan Nay hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


"Alhamdulillah... bubur ayamku udah abis. " ucap Nay sambil mengelap ujung bibirnya dengan tisu.


"Mau nambah? "


"Gak ah...kakak pikir aku ini si tukang makan? "


"Yaaaa kali aja masih mau nambah,secara dari tadi pagi perut kamu kan gak di kasih apa-apa. " ucap Rian sambil menggoda nya.


"Mulai deh ngeledek nya. udah yu ah kita pulang sekarang,ini udah mau adzan maghrib,nanti bapak nyariin aku."

__ADS_1


"Ya udah yuk." mereka pun pulang menuju rumah Nayara.


__ADS_2