Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 63


__ADS_3

"Lho kok mamah sama papah di luar? " tanya Rian ketika dia sampai di depan ruangan inap istrinya dan melihat kedua orang tuanya sedang duduk di kursi yang berada di luar ruangan kamar Nayara.


"Tadi ayahnya Nayara meminta izin pada kami untuk berbicara berdua. " Rianpun mengerutkan keningnya merasa aneh, tidak seperti biasanya ayah mertuanya bersikap seperti itu.


"Emang ada masalah apa mah? " kedua orang tuanya hanya diam sambil menatap dengan tatapan kasihan kepada anak nya itu.sebenarnya orang tua Rian tidak tega untuk mengatakan kalau istrinya tetap akan meminta cerai kepadanya setelah anak mereka lahir nanti.


"Kenapa mama dan papa tidak menjawab?apa yang ingin di katakan bapak kepada Nayara mah?"


"sepertinya Mertua kamu sedang memberi pengertian kepada istrimu nak. "


"Maksud mama? "


"Tadi Nayara bilang dia akan tetap meminta cerai sama kamu setelah anak kalian lahir seandainya kamu tidak bisa membuktikan kalau kamu tidak mengkhianati nya. "


"Kamu yang sabar Rian anggap saja ini kerikil kecil dalam rumah tangga kalian, dan kami akan selalu mendo'akan semoga rumah tangga kalian tetap utuh, papah tidak mau nantinya papah tidak akan bisa menimang cucu papa dengan leluasa jika kalian sampai bercerai. " potong ayah Rian.


"Rian sudah tau kok mah tentang masalah ini."


"Terus kamu diam saja?kamu tidak akan mempertahankan rumah tangga kamu?"


"Rian bukan diam saja mah, namun untuk sekarang Rian tidak mau membuat Nayara setres, Rian tidak mau masalah ini akan berakibat tidak baik untuk janin yang ada di dalam kandungannya."


"Terus langkah apa yang akan kamu ambil? dengar yah Rian mama tidak mau di pisahkan dari cucu mama. "


"Mama jangan khawatir, Rian akan berusaha untuk terus meyakinkan istri Rian, karena Rian yakin sebenarnya Nayara pun tidak menginginkan perpisahan ini.Rian hanya meminta do'a dari mama dan papa, semoga rumah tangga kami tetap utuh."


"Pasti nak, kami pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian. "


"Ya sudah kalau begitu kita masuk yuk mah, pah. "


"Iya nak. "


"Assalamu'alaikum." ucap Rian ketika pintu sudah terbuka. "


"wa'alaikumsalam." jawab Nayara dan ayahnya secara bersamaan. "

__ADS_1


"Nak Rian sudah datang? " ucap ayah mertuanya ketika melihat sang menantu masuk.


"Iya pak, Rian sengaja cepat-cepat kemari karena Rian tidak tenang jika terlalu lama meninggalkan Nayara. " ayah mana yang tidak terharu mendengar perkataan sang menantu yang begitu menyayangi anaknya, sampai-sampai mata bapaknya Nayara pun sampai berkaca-kaca. "


"Kakak,,, " Tiba-tiba Nayara memanggil suaminya dengan pelan dan dengan bibir gemetar menahan tangisannya. "


"Iya sayang? " Rian pun langsung mendekati istrinya yang ingin menangis.


"Kamu kenapa sayang? apa kamu pusing dan mual kembali? " Nayara hanya menggelengkan kepalanya.


"Terus kamu kenapa? " Tiba-tiba Nayara memeluk suaminya dengan erat, Nayara sampai melupakan kalau di sana ada bapak dan kedua mertuanya.


"Maafin aku kak, karena selama ini aku selalu memaksa kakak untuk menceraikan aku. aku hampir kehilangan laki-laki yang begitu menyayangi ku. "


"Maksud kamu Nay?apa sekarang kamu sudah percaya sama kakak? " tanya Rian dengan mata yang berkaca-kaca. Nayara pun menganggukan kepalanya dengan pelan di dekapan suaminya.


"Iya aku percaya sama kakak, dan mulai sekarang aku janji aku tidak akan pernah meminta cerai lagi sama kakak, aku ingin kita membesarkan bersama-sama anak kita nanti. " ucap Nayara di tengah-tengah isak tangisnya.


"Pasti sayang, pasti kita akan membesarkan anak kita bersama-sama. makasih sayang karena kamu sudah mau percaya sama kakak. "


"Alhamdulillah." ucap orang tua mereka secara bersamaan.


"Mah, pah,, maafin keegoisan Nayara yang selalu meminta pisan dari kak Rian. "


"Tidak apa-apa nak kami mengerti kok, bahkan jika mama ada di posisi kamu mama mungkin akan bersikap sama kaya kamu. " ucap mamah mertuanya sambil mengusap lengan Nayara.


"Maksud mama, mama akan minta cerai gitu sama papa? " celetuk ayah Rian tidak Terima dengan apa yang di ucapkan istrinya.


"Papa ini apa-apaan sih udah tua pake ngambek-ngambek gitu segala, ini kan seandainya pah,,,. " Mereka semua yang berada di dalam ruangan itu tertawa mendengar perdebatan papa dan mama nya Rian.


"oh iya Nay sepertinya bapak harus pulang sekarang, bapak tidak bisa terlalu lama di sini, kasian adik-adik kamu di rumah dan bapak juga harus mengontrol tanaman-tanaman bapak dikebun. " Keluarga Nayara memang keluarga yang sederhana, ayahnya merupakan seorang petani namun kadang-kadang bapaknya juga menjual sendiri hasil panennya nanti, beda halnya dengan keluarga Rian, Rian merupakan anak yang terlahir dari keluarga yang serba berkecukupan.


"Iya Pak, bapak hati-hati di jalan. "


"Iya nak,, nak Rian bapak titip Nayara, bapak yakin kamu akan menjaga anak dan cucu bapak dengan baik. "

__ADS_1


"InsyaAllah pak dengan segenap jiwa Rian akan menjaga istri dan calon anak kami. "


"Nay mama sama papa juga harus pulang sekarang soalnya besok papa harus sudah masuk kerja, gak apa-apa kan nak? "


"Iya mah gak apa-apa.Bapak, Mamah sama Papa pulang aja Nayara disini ada kak Rian kan, kak Rian pasti jagain Nayara. "


"Pasti sayang. " Ucap Rian sambil mengusap kepala Nayara dengan penuh rasa sayang.


"pak Hermawan kita pulang bareng saja yah. "


"Apa tidak meropatkan bu? "


"Pak Hermawan ini ngomong apa sih, ya enggak lah lagian kita ini kan besanan jadi bapak tidak usah sungkan sama kita. "


"Terimakasih kalau begitu. "


Nayara sangat bahagia karena kedua mertuanya begitu menghormati ayah nya.


"kalau begitu kami pulang sekarang yah, takut kemalaman di jalan. kamu sama calon cucu Mama baik-baik ya, kalau ada apa-apa langsung kabari kami. "


"Iya mah. "


"Oh ya Rian ingat kamu harus jaga menantu dan calon cucu mama ini dengan baik, kalau kamu sampai macam-macam Mama yang akan turun tangan. "


"Iya mama Rian pasti akan menjaga istri dan calon anak Rian dengan baik. "


"Bayi yang ada di perutku ini bukan hanya akan kakak yah, dia juga anak aku tau. " Celetuk Nayara sambil mengusap perutnya yang masih rata ketika mendengar perkataan sang suami. semua yang mendengar apa yang di lontarkan Nayara barusan langsung tertawa bersama.


"Iya,, iya,, maaf kakak salah ngomong. "


"Ya udah kalau begitu kami pulang sekarang ya. "


"Iya mah, kalian hati-hati. '


" Assalamu'alaikum. "

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam."


__ADS_2