
Nayara terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara Adzan subuh berkumandang. lalu dia pun langsung beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, setelah selesai berwudhu Nayara pun memakai mukenanya. Nayara berjalan menuju suaminya yang masih tertidur pulas.
"Kakak,,,, bangun yuk, ini sudah waktunya sholat subuh. " Nayara mencoba membangunkan suaminya dengan mengelus pipi sang suami.Pekerjaan nya kemarin di kantor membuat Rian sangat lelah sehingga untuk kali ini Rian sedikit susah untuk di bangunkan, namun Nayara terus mencoba membangunkan suaminya, karena Nayara tau sholat adalah kewajiban bagi setiap muslim.
"Kakak cepetan bangun kak, nanti waktu shalat subuh nya keburu abis. " Bukannya bangun, Rian malah membawa Nayara kedalam dekapannya.
"Mmmm,,, kamu jangan kemana-mana sayang. " ucap Rian dengan keadaan pura-pura masih tertidur."
"Kakak banguuuuuuuuun. " ucap Nayara dengan sedikit berteriak. Rian masih tetap berpura-pura untuk tidak membuka matanya padahal sejak istrinya mengelus pipinya, Rian sudah terbangun. Entah kenapa Rian sangat merindukan sang istri, andai dia boleh meminta, hari ini dia tidak ingin pergi bekerja, namun apa daya dia harus tetap bertanggungjawab dengan pekerjaannya.
"Kakak mau bangun gak sih? kalau gak aku shalat duluan aja deh. "
"Iya sayang kakak bangun. " Rian pun beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, begitu juga dengan nayara, dia kembali mengambil wudhu. setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah mereka pun keluar rumah untuk mencari sarapan di luar. Pagi ini Nayara tiba-tiba menginginkan bubur ayam.
"Kakak gak pake jaket? " Tanya Nayara ketika melihat suaminya hanya mengenakan kaos oblong berwarna putih.
"Enggak sayang, cuaca di pagi hari bagus buat kesehatan. "
"Tapi masih dingin banget kak ini cuacanya. "
"Enggak apa-apa sayang kakak udah biasa kok. dulu sebelum nikah hampir setiap hari kakak selalu lari pagi. "
"Terus kenapa sekarang enggak? " Mereka terus mengobrol sambil berjalan dengan posisi Rian yang menggandeng bahu Nayara.
"Kalau sekarang kakak rasanya gak mau kemana-mana, sejak ada kamu kakak jadi betah banget diem di rumah. "
"Mmmm gombal nih? "
"kamu maunya kakak gombal atau tidak? "
"Tau ah. " Nayara selalu salah tingkah ketika Rian selalu memuji serta menggoda dirinya.
"Oh ya kak,, kakak tau gak? "
"Enggak." Jawab Rian dengan spontan, rupanya menggoda Nayara merupakan hobby Rian sekarang.
"Kakaaaaaaaak."
"Emang kakak gak tau. " Jawabanya kembali dengan muka datarnya yang pastinya membuat Nayara begitu kesal.
"Mau tau gimana aku nya aja belum ngomong apa-apa eh kakak udah potong perkataan ku. "
"Hahaha iya,, iya,, kamu mau nanya apa? "
"Gak jadi, keburu kesel. anak bunda ayo ah kita jauhi papa kamu bunda sebel deket-deket sama dia. " ucap Nayara sambil berjalan sedikit kencang.
"Yah ngambek beneran dia. " ucap Rian dengan sangat pelan sehingga tidak terdengar oleh istrinya.
"Sayang tunggu. "
__ADS_1
"Males ah jalan sama kakak tuh cuma bisa bikin aku kesel. "
"Jangan ngambek gitu dong kakak cuma becanda kok. Ayo sekarang kamu mau nanya apa sama kakak "
"Nanti aja deh lanjut nanya nya gerobak buburnya udah keliatan, aku lapar. " ucap Nayara dengan wajah yang masih jutek. Rian hanya geleng-geleng kepala dengan sikap istrinya itu.
"Mang 2 mangkok yah dimakan disini. " Ucap Nayara ketika sudah sampai di tempat bubur ayam tersebut.
"Siap neng, neng bisa tunggu dulu di sana. " Jawab sang pedagang sambil menunjuk kursi dan meja yang ada disana.
"Kakak sini. " Rian pun menganggukan kepalanya dan langsung menghampiri istrinya kemudian dia ikut duduk di samping istrinya. Tak membutuhkan waktu lama sang penjual bubur sudah selesai menghidangkan bubur yang di pesan Nayara tadi.
"Ini neng, tuan buburnya. "
"Makasih mang. " Nayara pun memulai melahap bubur tersebut, namun baru beberapa suap dia sudah di landa morning kiss yang biasa ibu hamil alami.
"Lho kok kamu makannya berhenti sayang? buburnya aja masih banyak. " Ucap Rian ketika melihat Nayara berhenti makan.
"Aku mual kak. " Rian sedikit panik mendengar jawaban dari istrinya.
"Ini sayang kamu coba minum air teh hangat ini siapa tau bisa membuat kamu sedikit enakan. " Nayara hanya menganggukan kepalanya lalu meminum air teh hangat yang di berikan suaminya.
"Gimana masih mual? "
"Udah sedikit enakan kak. "
"Bubur ay punya kakak belum habis. "
"Gak apa-apa sayang, kakak udah makan beberapa suap kok. "
"Jangan gitu kak, kakak habisin aja dulu buburnya, aku akan nungguin kakak. " Rian pun menganggukan kepalanya dan kembali menyantap bubur ayamnya itu.
"Alhamdulillah." Ucap Rian saat bubur ayam yang ada di mangkoknya sudah habis.
"Kita pulang sekarang? "
"Iya kak. " Sebelum pulang Rian tak lupa membayar dahulu 2 mangkok bubur kepada sang pedagang.
"Kita naik ojeg online aja yah sayang, kakak takut nanti kamu cape. "
"Gak kak, aku mau jalan kaki aja, alhamdulillah sekarang aku udah enakan kok. "
"Kamu yakin. "
"Iya kak aku yakin. " Mereka pun kembali berjalan menuju rumah mereka. Di tengah perjalanan Nayara tiba-tiba berhenti karena melihat pohon mangga yang sedikit lebat.
"Kenapa kamu berhenti sayang? kamu cape? "
"Enggak kak. "
__ADS_1
"Terus kamu kenapa berhenti? "
"Aku mau mangga itu kak. " ucap Nayara sambil menunjuk pada pohon mangga tersebut.
"Sayang kakak gak kenal sama pemilik pohon itu. kita beli di supermarket aja yah buah mangga nya."
"Gak mau kak pokonya aku mau buah mangga itu." Rengek Nayara sambil menangis.
"Iya,, iya kamu jangan nangis, kakak akan coba minta izin pada pemiliknya untuk meminta buah mangga itu. " seketika Nayara menyunggingkan bibirnya karena senang. Dengan sedikit ragu Rian pun terpaksa mengetuk pintu si pemilik rumah itu dengan di ikuti Nayara di belakangnya.
"tok,,, tok,,, tok,,, assalamu'alaikum. " Tak lama pintu rumah itu pun terbuka. muncul seorang gadis yang tidak lain adalah salah satu pemilik rumah itu. Mata gadis itu tak berkedip ketika melihat wajah Rian.
"busyet siapa laki-laki ini, ganteng banget dia. " gumam gadis itu dalam hati sambil terus menatap wajah Rian.
"selamat pagi mba, maaf sebelumnya saya ganggu. " Gadis itupun langsung tersadar dengan sapaan Rian.
"Eh iya gak apa-apa. oh ya kalau boleh tau ada perlu apa yah? "
"Ini mba kalau boleh, saya ingin minta izin untuk memetik buah mangga yang ada di pohon rumah anda, kebetulan istri saya sedang hamil dan dia tidak sengaja melihat buah mangga milik anda ini. "
"Yaaah,,, dia udah nikah. " gumam gadis itu dalam hati. Nayara yang tau dengan gerak gerik gadis itu yang terus menatap suaminya,seketika dia mengajak Rian untuk pulang.
"Kakak aku gak jadi pengen makan buah mangga itu. "
"Lho sayang katanya tadi mau buah mangga ini? "
"Gak kak, anak kita kayanya gak jadi ngidamnya. kita pulang kak. " Ajak Nayara sambil memegang tangan sang suami.
"Sayang kamu yakin? kakak udah maksain meminta izin sama pemiliknya lho."
"Aku yakin kak,kita pulang sekarang yah,lagian ini udah siang kakak kan harus segera berangkat kerja. "
"Ya udah kita pulang sekarang yah. " Nayara pun menganggukan kepalanya.
"Mba katanya istri saya gak jadi ngidam buah mangga dari pohon mba ini, saya minta maaf jika kedatangan kami mengganggu aktivitas mba.
" Gak apa-apa,kebetulan saya juga sedang santai."
"Kalau begitu kami permisi. "
"Iya silahkan. "
"Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam." Rian dan Nayara pun keluar dari halaman rumah tersebut.Gadis itu di buat iri ketika melihat sikap Rian yang begitu manis kepada istrinya.
"Semoga nanti aku bisa dapetin cowok yang ganteng dan baik kaya dia. " ucap pelan gadis tersebut.
***
__ADS_1