Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 81


__ADS_3

"Kakak,,,,,. "


"Hemmmmm."


"Kok jawabnya gitu sih . " ucap Nayara dengan nada manjanya.


"Iya sayang,, kenapa?? "


"Aku kangen Rani kak. tadi aku saling kirim chat dan katanya dia lagi sakit. " ucap Nayara dengan wajah yang murung.


"Terus sekarang kamu mau apa? " tanya Rian sambil mengusap kepala Nayara yang tanpa kerudung.


"Aku ingin jenguk dia kak, kasian Rani di kontrakan tinggal sendiri, aku takut terjadi sesuatu sama dia. "


"Memangnya kamu tau alamat dimana Rani tinggal sekarang?"


"Tau kak, tadi Rani sempat kirim serlok sama aku. "


"Ya udah,, sekarang kamu pakai dulu kerudung kamu, kita jenguk Rani ke kontrakan nya. "


"Kakak serius?? "


"Iya dong sayang,, kakak serius. tapi makanan di piringnya habisin dulu. "


"Siap pak bos. " ucap Nayara sambil memberikan hormat pada suaminya. Rian hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut Nayara, namun kali ini Nayara tidak protes sedikitpun, karena dia benar-benar senang suaminya akan mengantar dirinya menjenguk sahabat nya itu.

__ADS_1


Setelah selesai menghabiskan sarapannya, Nayara langsung menuju kamar untuk memakai kerudung, sedangkan Rian sedang mengenakan jaket di tubuhnya.


"Udah selesai sayang? "


"Udah kak. "


"Ya udah kita berangkat sekarang. " Nayara pun mengangguk cepat dengan tangan yang langsung menggandeng tangan suaminya, tentu saja Rian sangat senang dengan sikap agresif Nayara yang di berikan pada dirinya.


Karena hari ini termasuk hari kerja,jalanan pun sedikit macet sehingga Rian memerlukan sedikit banyak waktu untuk sampai di kontrakan Rani.


"Kakak sebelum kita ke kontrakan nya Rani, kita beli makanan dulu yuk buat dia. "


"Siap istriku,, kamu mau bawa apa buat Rani? "


"tapi mana ada orang sakit di bawain mie ayam, kamu ini ada-ada aja. "


" Eh iya juga ya kak, hehe... kita beli beberapa macam biscuit aja deh kak. "


"Oke,, kebetulan di depan ada supermarket yang lumayan komplit, kita beli di sana Oke. "


"Oke suamiku. "


"Oh iya kakak boleh nanya gak? "


"Nanya apa kak? "

__ADS_1


"kok sekarang kamu agresif sih? " Goda Rian pada nayara.


"Maksud kakak? " tanya Nayara pura-pura tidak mengerti dengan yang di ucapkan suaminya.


"Bener nih kamu gak ngerti?? atau kamu pura-pura gak ngerti??" Rian terus menggoda Nayara karena Rian tau kali ini mood istrinya itu sedang sangat baik.


"Emang aku gak ngerti. " Jawab Nayara dengan mata yang pura-pura melihat jalan, namun pada kenyataannya Nayara tau kemana arah pembicaraan suaminya itu. Nayara memang menyadari kalau akhir-akhir ini dia begitu agresif pada Rian, bahkan dirinya pun tidak tau kenapa dia ingin terus berada di dekat suaminya itu.


"Kamu mau kakak contohin gak gerak gerik orang agresif tuh kayak gimana?" goda Rian.


"Emangnya kayak gimana? " Nayara malah menantang Rian, kali ini benar-benar menjadi kesempatan Rian untuk terus menggoda Nayara. Rianpun menghentikan mobilnya sejenak.


"Kok mobilnya berhenti sih kak? " Tanya Nayara karena Rian tiba-tiba membawa mobilnya kepinggir jalan dan menghentikannya. Tanpa aba-aba Rian langsung mencium istrinya itu.


"Kakak..... "


"Katanya kamu gak tau yang agresif tuh kayak gimana, nah itu salah satunya yang di namakan agresif. " ucap Rian sambil tersenyum puas.


"Kakak curang..., kakak nyium aku tanpa aba-aba, kakak kayak pencuri tau. "


"Eh iya kakak lupa, ya udah sini kakak cium kamu lagi dan sekarang nyiumnya pakai aba-aba. "


"Dasar modus. Udah ah, ayo cepetan kak kita cari supermarket buat beli makanan yang akan kita bawa ke rumah Rani. " Ucap Nayara dengan pipi yang merah merona.


"Oke." Rianpun melajukan kembali mobilnya, tak lama mereka menemukan supermarket untuk membeli beberapa biskuit dan makanan lainnya untuk di bawa ke kontrakan Rani. serasa sudah cukup, mereka meneruskan kembali perjalanan mereka. 10 menit kemudian mereka sudah tiba di kediaman Rani, tanpa berpikir panjang Nayara langsung berjalan menuju kamar kontrakan Rani sambil di gandeng oleh suaminya.

__ADS_1


__ADS_2