Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 83


__ADS_3

"Assalamu'alaikum... Ada apa Jep? "


"Wa'alaikumsalam... Mentang-mentang kesayangan si bos, loe kerja seenaknya ya Yan. " Sewot Jepri pada Rian.


"Hahahaha loe iri nih ceritanya??? " Rian malah mencoba membuat Jepri tambah kesal.


"Bukannya iri,,, tapi dengan loe gak masuk kerja, loe bikin bertambah kerjaan gue aja. nih ada berkas yang hari loe tandatangani hari ini juga, karena berkas ini penting banget. "


"Tapi gue lagi di luar rumah Jep. "


"Ya ampun dasar kurang ajar loe Yan, gue disini kerja, tapi loe malah enak-enakan jalan-jalan. "


"Gue bukannya jalan-jalan bro, gue lagi nemenin istri geu nengok temennya yang sakit. "


"Dasar bucin loe. "


"Bukannya bucin sontoloyo, gue gak tega liat istri gue minta di anterin jenguk sahabatnya, dan untung saja kita kesini. "


"Emang untung nya dimana coba? untungnya loe hanya bikin kerjaan gue bertambah banyak tau. "


"Pas kita kesini, sahabat istri gue sedang tergeletak di lantai alias pingsan. "


"Serius loe bro? ya udah kalau gitu gue gak jadi ah kesel nya. terus ceritanya gimana nih sama masalah berkas yang harus loe tandatangani hari ini juga? "


"Loe bisa gak anterin tuh berkas itu kesini? nanti gue kirim alamatnya dimana. "


"Ya udah,, terserah loe aja deh, yang penting karyawan kesayangan si bos senang." Ucap Jepri dengan nada kesal.

__ADS_1


"Hahahaha, woy loe jangan kebanyakan marah, nanti loe cepet tua. kalau loe cepet tua, gimana ada cewek yang mau sama loe. "


"Dasar Rese loe Yan. ya udah loe cepetan kirimin alamatnya, gue langsung go. "


"Ok, makasih sebelumnya. "


"Telinga gue rasanya udah bosen denger kata makasih dari loe, karena semenjak loe nikah, loe sering banget nyusahin gue. "


"Hahahaha." Rian hanya menanggapi kekesalan Jepri dengan tertawa.


"Udah gue tutup telepon nya. Assalamu'alaikum.. "


"oke sekali lagi makasih. Wa'alaikumsalam. "


sambungan telepon pun terputus dan Rianpun kembali ke tempat istrinya berada.


"Udah sayang. "


"Ran yakin nih kamu gak mau di periksa? "


"Gak usah Nay, beneran deh sekarang aku gak apa-apa. "


"Ya udah kalau gitu. Oh ya orang tua kamu udah tau kalau kamu lagi sakit? "


"Gak Nay dan aku minta kamu jangan kasih tau mereka ya, aku gak mau mereka khawatir. "


"Ran orang tua kamu harus tau keadaan kamu. "

__ADS_1


"Beneran Nay aku udah gak apa-apa, mungkin ini hanya efek aku terlalu cape karena belakang ini aku selalu kerja lembur. "


"ya udah kalau itu mau kamu. oh ya nih aku bawa makanan buat kamu ngemil, kamu jangan sampai telat makan dan kalau ada apa-apa kamu jangan sungkan buat ngabarin aku. kamu lupa kalau kita ini sahabat yang gak akan pernah bisa terpisahkan? " ucap Nayara sambil membuka biskuit yang dia bawa untuk di berikan pada Rani.


"Lebay amat sih kamu Nay. emang iya juga sih apa yang di katakan oleh kamu barusan, cuma bedanya, dulu kita sahabat sejati karena kejombloan kita dan sekarang Nayara yang berhati batu udah punya kehidupan barunya, semoga selalu SAMAWA ya Nay. "


"Aamiin.. makasih buat do'a nya Ran, dan aku do'a kan semoga kelak kamu dapetin suami yang baik kayak suami aku. hehehe. "


"Cieeeeee yang udah bucin sama laki nya. "


"Ye enggak apa-apa kan aku bucin sama suami sendiri, yang ada dapat pahala tau hahaha. "


Rian hanya tersenyum melihat candaan mereka.


"oh ya Ran barusan temen saya telepon, enggak apa-apa kan saya suruh dia kesini, karena saya harus menandatangani berkas hari ini juga. Potong Rian di sela-sela bercandaan Rani dan istrinya. Rian gak enak kalau nanti Jepri datang ke tempat tinggalnya Rani tanpa minta izin dahulu.


" Gak apa-apa kok kak. "


"Alhamdulillah, makasih kalau gitu. "


"Harusnya aku yang bilang terimakasih sama kakak dan Nayara, karena kalau gak ada kalian, enggak tau deh nasib aku kayak gimana. hehe "


Rian hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi perkataan Rani. beda halnya ketika Rian sedang bersama sang istri, yang bucinnya mendadak setengah mati.


"Sayang kalau gitu kakak tungguin temen kakak di luar ya. "


"Iya kak. "

__ADS_1


__ADS_2