
3 hari sudah berlalu tanpa kabar apapun antara Rian dan Nayara,karena setiap Rian menghubungi Nayara lewat sambungan telepon tak pernah di angkat sekalipun,bahkan beberapa chat yang di kirimkan Rian tak ada satupun yang Nayara balas.Rian benar-benar sudah putus asa dengan nasib rumah tangga nya bersama Nayara.
"Rian makan dulu yuk,dari kemarin kamu tidak makan sedikitpun,kamu hanya ngopi dan ngopi." ajak sang ibu ketika melihat anaknya mengambil air putih di dalam kulkas.
"Rian tidak lapar mah. "
"Mamah tau pikiran kamu sedang kalut,tapi kamu tidak boleh menghukum diri kamu dengan tidak makan.mamah takut kamu sakit nak. " Ibu Rian benar-benar prihatin melihat keadaan anaknya saat ini.
"Rian tidak akan kenapa-napa kok mah,mamah tenang saja.Rian ke kamar dulu mah mau shalat dulu. "Tanpa menunggu jawaban sang ibu,Rian beranjak menuju kamarnya.hati seorang ibu mana yang tidak sakit melihat keadaan anaknya sangat terpuruk seperti keadaan Rian saat ini. mamah Rian benar-benar sedih dengan keadaan anaknya yang seperti orang linglung.
***
(Di dalam kamar Rian)
" Ya Allah apa yang harus aku lakukan? apa nasib rumah tangga ku dengan istri yang sangat aku sayangi harus selesai sampai di sini?tolong berikan petunjuk mu ya Allah. " do'a Rian setelah selesai sholat,Rian berdo'a dengan meneteskan air mata nya.setelah selesai shalat Rian mengambil HP nya mencoba menghubungi Nayara kembali.
"Bismillahirrahmanirrahim,mudah-mudahan kali ini Nayara mau mengangkat telepon ku."Gumam Rian sambil memegang HP nya.Nayara yang sedang melamun pun terbuyarkan dengan suara HP nya yang berdering,di lihatnya no yang tertera di layar hp,tak lain no yang saat ini masih sah menjadi suaminya kembali menelpon dirinya.entah mengapa untuk kali ini hati Nayara seperti ada yang mengetuk untuk mengangkat telpon dari suaminya.Nayara pun mengambil hpnya dan mengangkat telepon dari suaminya itu.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum,... " ucap Nayara
"Wa'alaikumsalam,,Alhamdulillah akhirnya kamu mau mengangkat telepon kakak Nay.kakak rindu kamu,kakak rindu canda tawa kamu,kakak rindu saat-saat bersama kamu.kamu sedang apa dan bagaimana keadaan mu apa kamu sehat sayang?? " tutur Rian ketika Nayara mengangkat telepon darinya,seakan Rian sedang mengungkapkan semua perasaan yang dia rasakan selama 3 hari kebelakang,namun bukannya menjawab Nayara malah menangis mendengar semua yang di lontarkan oleh suaminya.Dengan sekuat tenaga Nayara menahan agar tangisannya tidak terdengar oleh suaminya.
"sayang kenapa kamu diam saja?sayang tolong jangan hukum kakak seberat ini,kakak tidak sanggup jika harus terlalu lama jauh dari kamu. "
"Kakak harus terbiasa,karena aku akan tetap dengan pendirian ku,aku akan tetap meminta cerai sama kakak. "
"Nayara sudah kakak katakan,kalau kakak tidak akan pernah menceraikan kamu. " jawab Rian dengan nada sedikit tinggi,Rian sudah tidak tau lagi dengan cara apa dia harus membujuk istrinya.
"Tolong kakak jangan persulit hidupku,tolong lepaskan aku kak. " ucap Nayara di tengah-tengah isak tangisnya.
"Aku sudah bilang sama kakak berkali-kali,kalau keputusan ku sudah bulat. "
"Baiklah kalau memang itu mau kamu,kakak akan kabulkan permintaan kamu tapi dengan syarat. "
"syarat apa? "
__ADS_1
"Kamu harus mau pulang kerumah kita dan kembali hidup bersama kakak dalam jangka waktu 1 minggu kedepan.Dalam waktu 1 minggu kedepan tersebut kamu dan kakak akan menjalani hidup layak nya suami istri,kehidupan seperti saat kita bersama kemarin-kemarin,kakak ingin membuat kenangan terindah untuk kakak kenang setelah kita berpisah nanti.setelah satu minggu ke depan kakak akan mengabulkan permintaan kamu,dan kakak akan melepaskan kamu dari ikatan pernikahan kita. " ucap Rian sambil meneteskan air mata nya.
"Tolong jangan lakukan ini kak,aku akan semakin sakit dengan syarat yang kakak berikan. "
"kamu bilang keputusan kamu sudah bulat kan?begitu juga dengan kakak,jika kamu ingin kakak mengabulkan permintaan kamu,maka kamu harus mau menerima syarat yang kakak berikan." Nayara termenung sejenak untuk memikirkan syarat yang di berikan suaminya.
"bagaimana Nay,apa kamu bersedia? "
"Baik kak,aku Terima syarat dari kakak. "
"Baiklah kalau begitu,besok jam 7 pagi kakak akan jemput kamu untuk kembali pulang kerumah kita. "
"Baik kak. "
"Istirahat lah tidak baik jika kamu begadang,kakak takut kamu sakit. " Nayara tidak menanggapi dengan perhatian yang Rian berikan.
"Assalamu'alaikum kak. "
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam." Sambungan telepon pun terputus.
"Ya Allah aku pasrahkan semuanya kemada-Mu,jika rumah tangga kami harus sampai di sini aku ikhlas." Ucap Rian sambil melihat HP nya.Rian menenangkan diri sejenak dan setelahnya dia beranjak ke ruang keluarga dimana ayah dan ibunya berada,dia ingin memberitahu tentang kesepakatan antara dirinya dan Nayara barusan.begitu juga dengan Nayara yang sama-sama ingin memberitahukan semua kepada ayahnya.malam ini merupakan malam yang sangat menyedihkan untuk keduan keluarga tersebut,baik Nayara,Rian begitu juga dengan orang tua mereka masing-masing,namun mereka semua mempasrahkan semuanya kepada Sang Maha Kuasa.