
Rian mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk dengan begitu serius. dirinya harus profesional dalam bekerja, meskipun dirinya salah satu karyawan yang di sayangi oleh atasannya, namun dia tidak menjadikan hal itu sebagai alasan untuk dia berleha-leha dalam bekerja, bahkan dengan kegigihannya dalam bekerja Rian selalu di nomer satukan oleh atasannya maka dari itu Rian harus selalu giat dan konsisten dalam bekerja.
***
"Gak kerasa udah jam 4 aja. " Ucap Nayara ketika melihat jam dinding yang ada di kamarnya.
"waktunya memasak!!! anak bunda sekarang kita masak yuk buat makan malamnya papa nanti. " Ucap Nayara sambil mengelus perutnya, kemudian dia beranjak menuju dapur. di bukanya kulkas yang beberapa hari kebelakang tidak dia sentuh karena dia harus menginap di rumah sakit. persediaan bahan masakan yang sudah tidak terlalu komplit membuat Nayara sedikit bingung dengan menu masakan yang akan di masak kali ini.
"Masak apa yah malam ini? bahan-bahannya juga udah hampir abis. " gumam Nayara sambil melihat-lihat isi di dalam kulkas.
"Aku coba masak bikin telur balado aja deh, mudah-mudahan kak Rian suka. "
Nayara pun mengambil beberapa telur untuk dia rebus terlebih dahulu, tak lupa Nayara selalu memakai celemek ketika dia memasak. Sambil menunggu telurnya matang, Nayara mengambil bumbu-bumbu yang dia butuhkan,setelah selesai menumbuk bumbu-bunbu tersebut kemudian Nayara pun menggoreng kerupuk untuk teman telur balado nya. Tak memerlukan banyak waktu, telur balado buatan Nayara sudah siap untuk di hidangkan.
"Akhirnya selesai juga, nanti pas kak Rian pulang telur baladonya tinggal aku panasin aja. "
Waktu menunjukkan jam 16.30 itu tandanya setengah jam lagi Rian pulang dari kantor, tapi sayangnya, karena kerjaan Rian yang begitu menumpuk maka mengharuskan Rian untuk lembur.
Sambil menunggu kedatangan sang suami, Nayara mencoba membaca sebuah novel kesukaannya waktu dulu bersama Rani. "
"Kok aku kangen Rani, bagaimana yah kabarnya? aku coba chat dia aja deh. "
Nayara 📩
"Assalamu'alaikum,,, kamu lagi apa dan bagaimana kabar kamu Ran? " Chat yang Nayara kirimkan pun langsung centang biru karena kebetulan Rani sudah pulang dari kerja nya. " ketika melihat siapa yang mengirimkan pesan tersebut secara spontan bibir Rani langsung menyunggingkan sebuah senyuman. Tak banyak berfikir Rani langsung menelpon sahabatnya itu. Ketika melihat Rani menelepon Nayara benar-benar bahagia dan Nayara pun langsung mengangkat telepon dari Rani.
"Assalamu'alaikum,, kamu lagi apa dan bagaimana kabarmu Ran? " cerocos Nayara saat mengangkat telepon dari Rani.
"Kamu tuh nanya nya satu-satu dong pusing aku mau jawab yang mana dulu, jawab salam aja belum, eh ini udah nyeroscos aja kaya kaleng bekas. "
"Eh iya maaf, habisnya aku kangen. ya udah aku ulang lagi yah. assalamu'alaikum. "
__ADS_1
"Nah gitu dong ini baru adab orang yang menelpon. wa'alaikumsalam. "
"Rese kamu Ran pake bawa adab-adab segala. "
"Hahaha becanda.... "
"oh ya Ran apa kabar, kangen banget deh aku sama kamu. "
"Alhamdulillah aku sehat Nay, kamu sendiri apa kabar? "
"syukur kalau kamu sehat. alhamdulillah aku juga sehat. "
"Oh ya Nay lama juga yah kita gak ketemu sumpah aku kangen banget. "
"Mana ada orang kangen gak pernah ngasih kabar sedikitpun. " celetuk Nayara.
"Bukan gitu Nay, aku takut ganggu aja kalau aku kabarin kamu. "
"Rese kamu Nay. tapi beneran deh sejak kamu nikah aku jadi ragu-ragu buat hubungin kamu. oh yah bagaimana rumah tangga kamu? "
"alhamdulillah rumah tangga ku baik Ran malahan sekarang aku lagi mengandung. " ucap Nayara dengan sumringah. "
"Serius kamu Nay? "
"Ya serius lah mana ada aku bohong, coba kamu ingat-ingat apa aku pernah bohong sama kamu. "
"alhamdulillah kalau gitu Nay aku seneng banget dengernya. sebentar lagi aku bakalan jadi aunty dong. "
"Iya,, aunty rese sejagat raya. hahaha. "
"Awas lho Nay ngeledekin aku terus nanti anak kamu mirip aku, tapi gak apa-apa juga sih aku kan cantik. " Ucap Rani dengan muka PD nya.
__ADS_1
"Hahaha dasar si ratu PD. aku ingin anaku nanti mirip kaya bapaknya cakep gitu lho. "
"Cieeeeee si mati rasa sudah mulai jatuh cinta lagi nih kayanya. "
"Udah lama tau, kalau aku gak cinta sama suami aku gak mungkin aku hamil anak dia. "
"Yah kali aja kamu akan melakukannya secara terpaksa, kaya di cerita novel-novel gitu lho. "
"huh dasar halu kamu tuh.Oh ya Ran kamu masih kerja di tempat yang sama? "
"Gak Nay, kebetulan aku udah pindah kerja. aku sekarang kerja di daerah xxx, aku kerja di pabrik kertas. "
"Lho itu kan daerah tempat tinggal aku sekarang Ran. kok kamu gak ngasih tau aku sih. kamu udah lama kerja disana? "
"Gak ko Nay aku baru kerja kira-kira satu bulan. "
"Bagus dong kalau begitu, kapan-kapan kita ketemu yuk. "
"Oke,, nanti deh kalau aku libur kerja aku kabarin kamu lagi. "
"Siiiip aku tunggu kabar dari kamu . "
"Oh ya Nay, gak apa-apa kan telepon nya aku tutup dulu, aku mau mandi dulu gerah banget nih. "
"It's ok Rani ku, see u next time. "
"Ok,,, see u too Nayara ku. assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam." panggilan telepon mereka pun terputus.
Akhirnya sambungan telepon barusan membuat mereka sedikit melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu.
__ADS_1