Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 64


__ADS_3

Orang tua mereka pun akhirnya pulang dan tinggalah mereka berdua yang kini ada di ruangan itu, entah kenapa Nayara merasakan canggung saat menatap Rian layaknya seperti awal pertama mereka menikah. kesalah pahaman kemarin membuat Nayara bingung harus berbuat apa, beda halnya dengan Rian dia begitu memperlihatkan kebahagiaanya, karena masalah mereka sekarang sudah selesai.


"Kamu kenapa sayang kok kamu diam terus? "


"Eh enggak kok kak aku gak apa-apa. "


"Gak apa-apa gimana kakak lihat dari tadi kamu nunduk terus, apa kepala kamu pusing lagi? "


"Enggak kak aku gak apa-apa, alhamdulillah anak kita ini baik banget, sekarang aku udah merasa enakan. "


"Syukurlah kalau begitu, kakak lega mendengarnya. "


"kakak,,, "


"Iya sayang kenapa? apa kamu ingin sesuatu? "


"Enggak kak. "


"Terus? "


"Aku mau pulang kak, aku udah bosan disini. " Rengek Nayara kepada sang suami.


"Iya nanti kalau kamu udah sehat kita pulang yah. "


"Gak mau kak, aku maunya pulang sekarang, aku udah sehat kok, malah aku udah enggak ngerasain mual dan pusing lagi, aku udah kangen banget sama suasana rumah kita.lagian kakak kan harus segera masuk kerja, kalau kakak sampai di pecat nanti bagaimana? kakak mau ngasih makan kami dari mana? "


"Ya udah, kalau gitu kakak temuin dokter dulu yah, kalau dokter mengizinkan kamu pulang kita pulang sekarang oke. "


"Iya kak makasih. "


"Tapi kamu gak apa-apa kan kakak tinggal dulu? "


"Iya,, gak apa-apa kak. "


"ya udah kamu tunggu dulu yah disini, kakak akan temuin dulu dokternya. "


"Iya kak. "


Rian pun melangkahkan kakinya untuk menemui dokter yang menangani istrinya.


Tok,,, tok,,, tok


"Masuk,,, " Ucap sang dokter ketika mendengar ada yang mengetuk pintu ruangannya.


"Eh Pak Rian. kenapa pak? apa Bu Nayara ada keluhan? "


"Alhamdulillah tidak dok, istri saya sudah terlihat sedikit segar. "


"Alhamdulillah kalau begitu. "


"Begini dok istri saya ingin pulang sore ini juga, apa boleh? katanya istri saya sudah kangen dengan suasana rumah. "


"Tapi bagaimana dengan pusing dan mualnya, apa bu Nayara masih muntah-muntah? "

__ADS_1


"Alhamdulillah tidak dok. "


"ya sudah kalau begitu saya akan memeriksa bu Nayara dulu, kalau bu Nayara dan janinnya sudah sehat bu Nayara bisa pulang sore ini juga. "


"Baik dok terimakasih. "


Mereka pun berjalan menuju ruangan Nayara.


"Selamat sore Bu Nayara. "


"Sore Dok. "


"Bagaimana keadaan Bu Nayara sekarang? " Tanya sang dokter sambil mendekati Nayara.


"Alhamdulillah Dok sekarang udah enakan. "


"Katanya Bu Nayara ingin pulang yah? "


"Iya Dok saya sudah kangen dengan suasana rumah. "


"Kalau begitu saya periksa dulu ya Bu. "


"Baik dokter. " Dokter pun langsung memeriksa Nayara.


"Alhamdulillah Ibu Nayara dan janin yang ada di dalam kandungan nya sehat. "


"Jadi saya sudah bisa pulang sore ini juga dok? "


"Iya alhamdulillah,Bu Nayara sudah bisa pulang sore ini juga, tapi Bu Nayara harus selalu menjaga kesehatan ibu. "


"Baik dokter. "


"Baik dok saya akan selalu menjaga istri dan calon anak kami. "


"Baiklah kalau begitu saya akan membuatkan resep vitamin untuk Bu Nayara dan janin yang ada di kandungan Ibu. " dokter mulai menuliskan resep vitamin yang akan di berikan kepada Nayara.


"Ini pak Rian resep vitaminnya, jangan lupa di minum secara teratur. "


"Baik dokter, terimakasih. "


"Kalau begitu saya permisi. "


"Iya dok silahkan. "


"Alhamdulillah akhirnya kamu bisa pulang sore ini juga sayang. "


"Iya kak alhamdulillah aku seneng banget. "


"Kalau begitu kakak mau mengurus dulu administrasi nya sekalian kakak mau nebus resep yang dokter tadi berikan. "


"Iya,, makasih ya kak, maaf aku udah ngerepotin kakak "


"Kamu ini ngomong apa sih sayang, ini sudah kewajiban kakak untuk selalu menjaga istri dan calon anak kakak. "

__ADS_1


"Kak,,,. "


"hem,,, apa sayang? "


"Aku sayang kakak. " ucap Nayara dengan pipi yang merah merona. Tak terbayangkan betapa bahagianya Rian saat mendengar perkataan yang manis buat dirinya, Rian pun mendekati Nayara dengan mata yang susah di artikan. "


"Kakak mau apa? "


"mendengar perkataan manis kamu barusan, kayanya kakak ingin memakan kamu. "


"Kakak ini ngomong apa sih, udah sana ah katanya mau mengurus administrasi nya, aku udah gak betah di sini kakaaaaak. "


"Iya,,iya, kakak tinggal dulu yah."


"Iya kak, jangan lama. "


"Iya sayang. " ucap Rian sambil menjepit hidung Nayara.


"Kakaaaaaak,,, sakit tau. " teriak Nayara sambil menepis tangan sang suami yang menjepit hidungnya. Rian pun melangkahkan kakinya menuju ke tempat administrasi,selasai mengurus administrasi Rian juga tak lupa menebus resep yang di berikan dokter tadi kepadanya.


"Kamu lagi apa sayang? " tanya Rian ketika sudah kembali keruangan sang istri.


"Pake nanya lagi, aku lagi nunggu kakak, aku mau cepet-cepet pulang. "


"Oke permaysuri ku kita pulang sekarang. "


"Mulai deh gombalnya. "


"Kata siapa kakak gombal? apa yang kakak bilang memang benar adanya, kamu memang permaysuri kakak. kakak sangat bersyukur kakak bisa menitipkan buah cinta kakak di rahim istri yang sholehah seperti kamu. "


"Aku pun bersyukur karna aku bisa mengandung buah hati dari laki-laki yang begitu baik kaya kakak. "


"Mulai sekarang kita berjuang bersama-sama ya sayang untuk selalu menjaga keutuhan rumah tangga kita, jangan sampai ada orang ketiga yang akan menghancurkan rumah tangga kita. "


"Iya kak maafin aku yah, aku udah sempet gak percaya sama kakak. "


"Iya sayang gak apa-apa, kakak ngerti kok, yang terpenting sekarang kamu harus selalu menjaga kesehatan kamu karena sekarang ada buah cinta kita di rahim kamu ini. " ucap Rian sambil mengelus perut sang istri.


"Iya kak. "


"Ya udah kalau gitu kita pulang sekarang yuk. "


"Ayo kak. "


"Let's go..... "


Rian dan Nayara berjalan menuju dimana mobil mereka di parkirkan. Dengan semangat Rian membukakan pintu mobil dan membantu Nayara masuk kedalam mobil. setelah di rasa duduk Nayara terlihat nyaman Rian langsung memutari mobil kemudian duduk di depan kemudi. Tak lupa pula Rian memasangkan tali sabuk pada sang istri. "


"Kakak Sangat merindukan kamu. " ucap Rian saat memasangkan tali sabuk pada Nayara. setelahnya Rian mencium kening sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Miss u my honey. "


"miss u more. "

__ADS_1


"Kamu sudah siap. " Nayara menganggukan kepalanya menanggapi pertanyaan yang di lontarkan sang suami. "


"Bismillahirrahmanirrahim." Rianpun menginjak gas mobilnya dan melaju menuju kekediaman mereka.


__ADS_2