Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 61


__ADS_3

sepeninggal mereka Rian langsung mengambil mangkuk yang berisi bubur. dengan telaten Rian pun mulai menyuapi sang istri.


"aaaaaaaaa." bujuk Rian sambil mengangkat sendok yang berisi bubur ke arah mulut sang istri.


"aku bisa makan sendiri kak. "


"Udah untuk sekarang biar kakak suapin kamu, kakak ingin menjadi suami juga ayah siaga untuk kamu dan bayi kita. " mendengar ucapan Rian, Nayara pun mulai membuka mulut nya.


"Bagaimana sayang enak kan? "


"Pahit." jawab Nayara spontan sambil mencibikan bibirnya.


"Kamu yang sabar ya mudah-mudahan rasa mualnya ini cepat hilang. " Nayara hanya menganggukan kepalanya.


"Oh ya,, apa kakak yang ngasih tau tentang kehamilanku ini kepada orang tua kita? "


"Iya sayang, karena kakak yakin kabar ini akan membuat mereka bahagia, dan kamu lihat ekspresi mereka tadi? mereka begitu bahagia."


"Iya kak. kak udah ah makannya,aku udah kenyang." Rengek Nayara supaya Rian berhenti menyuapinya.

__ADS_1


"lho ko gitu, kamu baru makan beberapa suap Nay. "


"Iya tapi aku udah kenyang, lagian kalau terlalu banyak aku takut makanan yang udah masuk nantinya malah akan keluar lagi karena muntah. "


"Ya udah, tapi nanti kamu harus makan lagi oke. " Nayara pun menganggukan kepalanya. "


"Oh ya sayang mumpung ada mereka di sini, gak apa-apa kan kakak tinggal dulu? kakak mau pulang buat bersihin dulu badan kakak,soalnya dari sejak kita kesini kakak belum sempat mandi dan ganti pakaian, sekalian nanti kakak bawa pakaian buat kamu ganti. "


"Iya kak gak apa-apa kok.maaf ya aku udah ngerepotin kakak. "


"Sayang kamu ini ngomong apa sih. kamu memang prioritas untuk kakak jaga. "


"Ya udah kakak pulang dulu ya, kakak janji tidak akan lama. " Nayara pun menganggukan kepalnya. sebelum melangkahkan kakinya keluar Rian duduk di tepi ranjang dimana istrinya berbaring.


"Anak papah, papah pulang dulu yah, kamu baik-baik sama bunda, inget kamu jangan nakal ya di perutnya bunda. " ucap Rian sambil mengelus perut sang istri, setelah nya Rian mengecup kening Nayara.


"makasih buat semuanya istri ku.demi anak kakak,kamu rela mengalami rasa sakit dan rasa mual. "


"Kakak ngomong apa sih, bayi yang ada di perutku ini juga anak aku, dia makhluk yang selama ini aku damba-dambakan." ucap Nayara dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Iya sayang, kakak bersyukur kakak bisa menitipkan calon anak kakak di rahim seorang istri yang sholehah seperti kamu. "ucap Rian sambil mengelus kepala sang istri, kemudian Rian pun melangkahkan kakinya menuju ke luar ruangan.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan sekarang? apa aku harus memaafkannya dan kembali lagi kepada suami ku?? aku takut jika aku kembali menerimanya, aku takut nantinya dia akan menyakiti ku. " gumam Nayara dalam hati sambil menatap punggung sang suami yang menuju ke luar. Tak terasa air matanya pun menetes , namun secepatnya Nayara mengusapnya dengan jarinya.


"Mah, pah, bapak boleh gak Rian titip Nayara? Rian mau pulang dulu, dari kemarin Rian belum sempat membersihkan badan Rian, sekalian Rian mau mengambil keperluan Nayara. "


"Iya nak memang sebaiknya kamu pulang dulu buat mandi dan mengambil keperluan menantu mamah, kamu tidak perlu khawatir kami disini akan menjaga istri kamu dan juga calon cucu kami. iya kan pah, pak hermawan? "


"Iya,, nak Rian pulang saja dulu, masalah Nayara kami akan menjaganya. " Jawab ayahnya Nayara.


"Makasih banyak karena kalian selalu ada di saat Rian sangat membutuhkan. "


"Ya udah buruan kamu pulang sekarang, jika kamu perlu istirahat, istirahat lah dulu di rumah, agar jika nanti malam kamu harus begadang,kamu tidak akan terlalu mengantuk. "


"Makasih mah, ya udah kalau gitu Rian pulang sekarang. assalamu'alaikum. "


"Wa'alaikumussalam,,, jawab mereka secara serempak.


Rianpun berjalan menuju dimana mobilnya di parkirkan.setelah duduk di depan kemudi Rian pun langsung menginjak gas mobilnya. " Bismillahirrahmanirrahim. "Mobil yang di kendarai Rian pun keluar dari kawasan klinik tersebut.

__ADS_1


__ADS_2