
Karena kaget Rian langsung membalikan badannya sambil memaksa Anita untuk melepaskan tangan yang menempel di tubuhnya, beda hal nya dengan Anita, dia terlihat biasa saja bahkan dia malah terus mencoba memegang tangan Rian
"Sa-yang. " Ucap Rian dengan terbata-bata. saat ini jantung Rian berdegub kencang, karena Rian takut hal seperti ini akan membuat hubungannya dengan Nayara kembali memburuk.
"apa anda tuli?? SAYA BILANG LEPASKAN SUAMI SAYA. " Nayara kembali berucap dengan raut wajah yang terlihat sedikit emosi, namun dia masih bisa menahan amarah nya. untuk sekarang dan seterusnya Nayara akan melawan siapa saja wanita yang mendekati bahkan menggangu suaminya, demi anak yang ada di kandungan nya dia akan selalu menyelamatkan pernikahan nya bersama suami.
"kalau saya tidak mau kamu mau apa? lagian siapa kamu beraninya menyuruh saya untuk menjauhi Rian? " Jawab Anita dengan penuh tak tau malu.
Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Anita, Nayara akan mencoba bermain manis, dia tidak akan melawan wanita itu dengan amarah nya, karena Nayara tau harus berbuat apa untuk menghadapi tipe wanita yang sedang di hadapinya saat ini.
"Apa saya tidak salah dengar dengan ucapan anda barusan??Kamu bertanya siapa saya????? " Ucap Nayara dengan langkah yang terus mengarah ke tempat dimana suami dan Anita berada. Rian hanya melongo melihat keberanian istrinya saat ini, istrinya yang berbeda 180°, seorang istri yang tadinya hanya memperlihatkan kelemahannya dengan menangis, namun beda dengan kali ini, Nayara bak se ekor singa yang siap menerkam mangsanya.
"Iya,,apa mungkin kamu sendiri yang tuli? "
"Bukanya aku tuli, tapi aku merasa baru pertama kali menemukan wanita yang tidak tau malu seperti anda. kamu bertanya siapa saya? " ucap Nayara ketika dirinya sudah berada tepat di hadapan Anita.
"Iya,, memang nya ada yang salah dengan pertanyaan saya? "
__ADS_1
"Hahahaha,, memang tidak salah nona. kalau begitu perkenalkan saya Nayara, oh iya lebih tepatnya nyonya Adrian Pradita. jika anda masih belum mengerti juga, perkenalkan saya istri dari tuan Adrian Pradita laki-laki yang selalu anda kejar-kejar. maka dari itu sekarang juga tolong lepaskan tangan anda dari tangan suami saya. "
"Kalau saya tidak mau bagaimana? lagian kamu jangan kesenengan dulu, Rian menikahi kamu bukan karena dia mencintai kamu, tapi dia hanya sakit hati pernah di tinggal menikah oleh saya. " ucap Anita dengan penuh kepedean nya. Anita yakin setelah ini Nayara akan marah pada Rian seperti dulu.
"Oh ya?? apa anda yakin?? "
"Saya sangat yakin, karena saya tau di hati Rian hanya ada satu nama yaitu Anita. " Nayara pun tersenyum mengejek mendengar apa yang di lontarkan oleh mantan kekasih suaminya itu.
"Sayang,,,, kamu dengarkan apa yang di katakan mantan kekasih kamu barusan? apa benar apa yang dikatakan nya barusan? " Ucap Nayara pada sang suami dengan wajah yang biasa saja.
"Tidak sayang, dari awal kakak bertemu kamu, kakak sudah sangat menyukai kamu, bahkan semakin kakak terus berkomunikasi dengan kamu rasa cinta kakak semakin besar. kakak harap kamu jangan pernah meragukan hati kakak buat kamu, karena di hati kakak cuma ada kamu untuk sekarang dan selamanya. " Nayara pun tersenyum dengan wajah yang menunjukkan kemenangan nya.
"Kamu jangan kepedean dulu, saya tau Rian bicara begitu karena dia takut sama kamu. tapi saya yakin kenyataannya Rian hanya mencintai saya. "
"Cukup Anitaaaaa,,, saya muak dengan kelakuan kamu, saya sudah katakan berkali-kali sama kamu, kalau saya menikahi istri saya karena saya sangat mencintainya. " bentak Rian pada Anita sambil melepaskan tangan Anita yang mengait di lengannya. kali ini amarah Rian sudah tidak bisa di bendung lagi.
"Rian saya yakin kenyataannya tidak seperti itu. "
__ADS_1
"sayang percuma juga ya kita ngomong sama wanita ini. " ucap Nayara sambil menggandeng tangan suaminya itu. betapa senangnya Rian kali ini, dengan penuh keyakinan, Nayara memanggilnya dengan sebutan"sayang".
"Heh kamu gak usah pura-pura bersikap romantis. aku pengen tau apa buktinya kalau Rian sangat mencintai kamu? "
"Astaghfirullah,, ya Allah kuatkan aku dalam menghadapi wanita yang tak tau malu seperti dia. " gumam Anita dalam hati.
"Anda pengen tau apa buktinya? "
"Iya,, memang kenapa? saya yakin kamu tidak punya sesuatu yang bisa membuktikan kalau Rian mencintai kamu. "
"Kamu dengar baik-baik karena setelah ini saya tidak akan mengulanginya lagi. SAYA SANGAT YAKIN KALAU SUAMI SAYA SANGAT MENCINTAI SAYA, BUKTINYA DI DALAM RAHIM SAYA ADA BUKTI BUAH CINTA KAMI. "
" maksud kamu. "
"saya perjelas, sekarang saya sedang mengandung anak dari suami saya, ada buah cinta kami di dalam rahimku ini. Anda dengarkan kata-kata saya?? saya minta mulai sekarang anda jauhi suami saya. " Bak petir di siang hari ketika Anita mendengar pernyataan yang di lontarkan oleh Nayara. "
"Sayang kita ke kasir sekarang yuk. Lama-lama aku pusing kalau terus ngeladenin wanita ini. "
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa kan sayang? " Nayara hanya menggelengkan kepalanya. Rianpun merangkul sang istri menuju kasir. Anita hanya melongo melihat sikap Rian yang sangat memperhatikan istrinya dengan penuh kasih sayang.