
Beberapa menit Rian melajukan mobilnya kini tibalah dia di depan kantor tempat dia bekerja. beberapa hari tidak masuk kerja membuat Rian harus bersiap-siap dengan pekerjaannya yang menumpuk, namun semuanya terbayarkan dengan kembalinya keharmonisan keluarga mereka.
"Pagi bro... " Ucap Rian ketika masuk ruangannya dan mendapati Jepri ada disana.
"Pagi juga jaelangkung, tumben Lo masuk kerja." jawab jepri spontan, dia kesal pada Rian karena akibat Rian beberapa hari kebelakang tidak masuk kerja membuat sebagian pekerjaan Rian harus di selesaikan oleh Jepri. Rian merupakan salah satu karyawan yang sangat di sayangi oleh atasannya. kecerdasan yang dimilikinya membuat dia dikagumi banyak karyawan termasuk atasannya.
"Lo kenapa Jep pagi-pagi udah uring-uringan? Lo lagi datang bulan yah? " ucap Rian dengan tampang tanpa dosa.
"Dasar muka tanpa dosa Lo yan. tau gak gara-gara Lo gak kerja beberapa hari kebelakang, kerjaan gue selalu numpuk. " Jawab jepri dengan nada kesal.
"Oooh jadi yang bikin Lo uring-uringan gara-gara itu? "
"Gila yah dengan enteng nya Lo hanya bilang "oooh"? gara-gara Lo gak kerja, setiap hari gue harus lembur buat nyelesain kerjaan Lo. Lu tau sendiri kan otak gue di bawah rata-rata,gue pusing banget ngerjain pekerjaan bagian Lo. "
"sorry banget ya bro beberapa hari kebelakang gue bener-bener gak bisa masuk kerja. "
"Iya jadi imbasnya ke gue, berengsek Lo yan. kalau Lo bukan karyawan kesayangan si bos,Lo pasti udah di pecat karena kerja seenaknya."
"Iya gue bener-bener minta maaf Jep. waktu itu gue harus nungguin istri gue di rumah sakit. "
"Apa? jadi istri Lo sakit? sakit apa? ko Lo gak ngasih tau, kalau Lo ngasih tau gue gak akan marah-marah sama Lo Yan."
"Iya maaf, waktu itu gue bener-bener panik. "
"Terus sekarang istri Lo gimana kabarnya? "
"Alhamdulillah Jep sekarang istri gue udah sehat sehingga gue bisa kembali masuk kerja. "
"Emangnya istri Lo sakit apa Yan kok sampai harus di rawat? "
__ADS_1
"Istri gue gak sakit kok Jep. "
"Terus kalau istri Lo gak sakit kenapa juga harus sampai di rawat di rumah sakit? atau mungkin Lo kebanyakan duit kali yah sehingga bingung buat habisin duit dengan cara apa. " Celetuk Jepri pada Rian.
"Rese Lo Jep, emangnya gue udah gila pake masukin istri gue ke rumah sakit tanpa sebab. "
"Iya habisnya gue bingung tadi kan lu bilang istri lu gak kenapa-napa tapi kok bisa sampai masuk rumah sakit sih. "
"Istri gue emang gak sakit, tapi dia lagi hamil. dia sempet pingsan tiba-tiba, dan waktu itu gue bener-bener panik banget, akhirnya gue langsung bawa istri gue ke rumah sakit, setelah di periksa, dokter bilang istri gue hamil dan harus rawat inap dulu untuk menjaga keselamatan janin anak kami karena waktu itu istri gue keadaannya lemes banget. "
"Wah selamat yah bro gue ikut seneng dengernya, sebentar lagi Lo akan jadi seorang bapak dan gue akan jadi seorang Om. "
"Makasih Jep. "
"Kalau begitu Lo dan istri Lo gak jadi pisah dong? " Kebetulan Jepri tau dengan permasalahan antara Rian dan Nayara kemarin-kemarin, karena waktu itu Rian benar-benar kalut dengan keadaan rumah tangganya sampai Rian pun meminta pendapat sahabatnya dalam mengambil keputusan, tapi sayang nya Jepri tidak bisa memberikan pendapat apa-apa, karena Jepri sadar dia tidak bisa terlalu ikut campur dalam masalah rumah tangga sahabatnya itu.
"Alhamdulillah Jep, Allah memang baik banget, Allah memberikan karunia-Nya di ujung tanduk pernikahan kami Jep. "
"Pastinya dong Jep kehadiran calon anak gue benar-benar membawa berkah di pernikahan kami, apalagi kami sudah sangat mendambakan seorang anak di tengah-tengah kehidupan kami. "
"Ini yang dinamakan habis gelap terbitlah terang. setelah datang masalah yang hampir membuat keluarga kalian terpecah akhirnya di satukan oleh buah cinta kalian. "
"Hahaha tumben Lo bijak Jep. kesurupan Lo Jep? " ledek Rian pada Jepri.
"Bener-bener brengsek Lo Yan. ko bisa yah gue punya sahabat kayak Lo. "
"Hahaha gue cuma becanda bro. " Jawab Rian sambil menepuk-nepuk bahu Jepri.
"Udah ah sekarang kita mulai kerja dan makasih ya Jep, Lo sudah meng handle sebagian pekerjaan gue. "
__ADS_1
"It's ok anggap saja itu sebagai ungkapan selamat dari gue karena sebentar lagi Lo akan jadi seorang Bapak. "
"ooh kalau begitu jatah gajih lemburan Lo buat gue dong. "
"Enak aja.Lo tau gak gue ngerjain pekerjaan Lo tuh sampai rambut gue pada rontok tiap harinya. kerjaan Lo bener-bener harus teliti banget. "
"Tenang aja Jep nanti gue kasih shampoo anti rontok deh, hahahaha. "
"Udah dari pada Lo ngeledekin gue terus, mendingan Lo mulai dengan kerjaan Lo yang menumpuk itu. " Ucap Jepri sambil menunjuk meja kerja Rian yang sudah tertata rapi berkas-berkas yang begitu menumpuk yang harus di selesaikan Rian. "
"Busyet,,, ini kerjaan gue doang Jep? "
"Menurut Lo. "
"It's ok gue harus tetep semangat apalagi sebentar lagi tanggung jawab gue bertambah dengan hadirnya anak gue. "
"Bener itu Yan, good luck Yan. "
"Ok,, makasih bro buat suport nya. "
"Gue balik ke ruangan gue dulu yah Yan.gue kira hari ini Lo gak masuk kerja lagi,makanya gue ke ruangan Lo buat ngambil sebagian pekerjaan Lo. "
"Udah mulai sekarang Lo gak usah lembur lagi karena gue kan udah stanby kembali.Makasih banget yah Jep Lo memang sahabat gue. "
"Sama-sama bro. ya udah gue ke ruangan gue dulu yah. "
"Ok"
Rian dan Jepri pun kembali memulai pekerjaan nya masing-masing.
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim,, ayo semangat Rian. " Ucap Rian menyemangati dirinya sendiri.