Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 86


__ADS_3

"Sayang hari sudah mau sore, apa kita pulang sekarang? "


Nayara pun menatap Rani. Nayara benar-benar tidak tega membiarkan Rani sendirian dalam keadaan sakit.


"It's ok Nay, aku akan baik-baik saja. " Ucap Rani. Dia seakan tau dengan apa yang sedang di pikirkan Nayara saat ini.


"Kamu yakin? "


"100% aku yakin banget. "


"Ya udah kalau gitu kami pulang dulu, kalau ada apa-apa kamu harus ngabarin aku ya Ran. "


"Siap bu bos. " Nayara hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Rani, padahal Nayara pun tau, Rani hanya sedang menghiburnya agar dirinya tidak khawatir dengan keadaan Rani.


"Kalau begitu kami pulang ya. "


"Iya Nay. Makasih ya buat semuanya. "


"Sama-sama Rani ku. Dan jangan lupa biskuit nya di makan ya supaya kamu cepat pulih kembali. "


"Oke."


"Ayo kak kita pulang sekarang. " Ajak Nayara pada Rian yang berada di belakangnya.


"Ayo sayang. Ran kami pulang dulu ya. "

__ADS_1


"Iya kak Rian, makasih sudah mau nengok. "


"Iya sama-sama. "


"Kami pamit ya Ran, Assalamu'alaikum... " ucap Nayara dan Rani bersamaan.


"Wa'alaikumsalam."


Ranipun tersenyum melihat kepergian mereka. Rani benar-benar bersyukur karena telah di berikan sahabat yang begitu baik.


***


Diperjalanan pulang, Nayara tak banyak bicara. selain dia merasakan khawatir dengan keadaan Rani, Nayara pun sedang merasakan rasa lapar di perutnya.


Kruuuuuuk..... kruuuuuuk.... Tiba-tiba perut Nayara berbunyi, hingga membuat Rian menatap kearahnya.


"Kalau begitu kita mampir dulu di rumah makan ya."


"Iya kak. "


"Bunda mau makan apa? "


"Apa aja boleh. Eeeeh tapi kayanya dede bayinya pengen makan nasi timbel sama sate madura aja pah. "


"Dede bayi apa bundanya yang pengen makan itu?" Goda Rian pada sang istri.

__ADS_1


"Dua2 nya hehehe. "


"Oke,, let's go,, kita cari apa yang bunda mau. " Nayarapun tersenyum dengan perhatian yang selalu di berikan oleh suaminya.


Beberapa menit kemudian, Nayara melihat sebuah gerobak kecil di pinggir jalan yang bertuliskan "SATE KAMBING MADURA". kakak itu ada yang jualan sate kambing madura, aku mau makan disana. " tunjuk Nayara pada gerobak tersebut.


"Bunda yakin mau makan di pinggir jalan? "


"Yakin dong, emang kenapa gitu dengan makanan di pinggir jalan?"


"Kakak takut aja makanan di pinggir jalan kurang higienis, apalagi sekarang kamu sedang mengandung sayang. "


"InsyaAllah kami tidak akan apa-apa kak. Dari kecil aku sering makan di pinggir jalan dan alhamdulillah aku sehat-sehat aja. lagian bukan berarti makanan di pinggir jalan tidak higienis kok."


"Ya udah kalau itu maunya bunda, kita turun yuk. "


"Ayo papa sayang. "


"ceritanya bunda mau menggoda papa yah? kalau berani, bunda goda papa nya nanti aja ketika kita di dalam kamar. "


"Apaan sih, kumat lagi omesnya. "


"Habisnya kamu kaya menggoda kakak gitu. "


"Itu berarti Kakaknya aja yang kepedean. Udah ah kak, perut aku udah laper nih. "

__ADS_1


"Oke."


Mereka pun berjalan menuju gerobak sate tersebut. Setelah sampai di angkringan penjual sate tersebut, Rian langsung memesan nasi timbel dan sate yang begitu banyak, sampai-sampai Nayara melongo ketika mendengar Rian memesan 50 tusuk sate madura tersebut.


__ADS_2