
Sambil menyetir Rian senyam senyum sendiri, mengingat apa yang telah di lakukan Nayara tadi sewaktu di parkiran.Diliriknya Nayara yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya.
"sayang kamu kenapa diam terus?kamu ngantuk?"
"Enggak kak. "
"Terus kamu kenapa?? "
"Maaf kak. "
"Lho maaf untuk apa? memangnya kamu melakukan salah sama kakak? "
"I,, I,, tu,, tadi Nay sudah dengan beraninya nyium pipi kakak.Nay gak sengaja,tadi Nay refleks karena Nay merasa bahagia sudah di perlakukan bak seorang putri oleh kakak. " Ucap Nayara terbata-bata karena malu mengingat apa yang sudah di lakukan nya tadi.Rian pun tersenyum mendengar penuturan kata yang keluar dari mulut istri nya itu. setelah nya Rian menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Lho kok berhenti kak? " Rian pun menggenggam tangan Nayara agar dia tidak terus merasa canggung pada dirinya.
"Sayang,kakak boleh bertanya gak sama kamu? " Nayara pun menganggukan kepala nya,dia masih dalam posisi menunduk.
"sayang,,apakah kamu saat ini sudah menganggap kakak sebagai suami kamu??" Mendengar pertanyaan yang di lontarkan suaminya barusan membuat Nayara mengangkat kepalanya karena kaget.
"Maksud kakak apa? "
__ADS_1
"Kamu tinggal jawab iya atau tidak.Apa saat ini kamu sudah menganggap kakak sebagai suami kamu?"
"Tentu saja kak,kalau aku tidak menganggap kakak sebagai suamiku,mana mungkin aku mau ikut bersama kakak. "
"Tapi kenapa kakak perhatikan kamu selalu canggung sama kakak?bahkan setiap kakak akan mendekati mu selalu ada alasan untuk kamu menghindari kakak.bahkan di saat kamu mencium pipi kakak kaya tadi,kamu pun meminta maaf pada kakak?bukankah itu hal yang wajar bagi pasangan suami istri? "
"Maaaaaf." hanya kata itu yang Nayara ucapkan.
"Nay dari awal kita menikah,kakak sengaja tidak memaksa kamu untuk langsung menyerahkan seluruhnya jiwa raga kamu buat kakak.kakak mengerti kamu masih belum bisa beradaptasi dengan rumah tangga kita ini.Tapi kakak juga seorang suami normal yang mengharapkan hubungan layaknya suami istri. "
"aku benar-benar minta maaf kak,mulai sekarang aku akan berusaha bersikap rileks bila bersama kakak,layaknya suami istri pada umumnya" Rian pun tersenyum mendengar penuturan yang di katakan istri nya.
"Tapi kamu juga jangan merasa tertekan.kakak tidak akan memaksa kamu untuk menyerahkan jiwa raga kamu seutuhnya sama kakak.kakak akan melakukan nya jika kamu sudah siap. " Ucap Rian pada Nayara,setelah nya Nayara memeluk suaminya itu,dan Rian pun membalas pelukannya,lalu setelah nya Rian mencium kening sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Iya kak. "
Nayara memilih membeli mie ayam pada gerobak yang berada di pinggir jalan,Nayara sudah terbiasa hidup sederhana bahkan sebelum menikah Nayara merupakan seorang gadis yang pekerja keras.
"Kak itu mie ayam nya. " Tunjuk Nayara pada sebuah gerobak mie ayam yang berada di pinggir jalan.
"Yakin mau makan mie ayam di sana?kamu gak mau makan mie ayam di lestauran? "
__ADS_1
"Gak kak,aku lebih suka jajan di pinggir jalan,serasa punya kesan tersendiri gitu.Dulu aku sama Rani pun sering makan mie ayam di pinggir jalan. "
"Ya udah yuk kita turun. "
"Iya kak. " mereka pun turun dari mobil untuk menuju gerobak mie ayam yang di tunjuk Nayara tadi,ada yang beda dari sikap Nayara kali ini,ketika mereka akan melangkah,Nayara dengan spontan menggandeng tangan suaminya,seketika Rian menatap Nayara yang menggandeng nya,namun Nay hanya tersenyum manja menanggapi tatapan suaminya itu.
"Ayo kak,,kok kakak malah bengong gitu. " ucap Nayara masih dengan menggandeng Rian.
"Eh iya,, ayoooo. "
mereka pun memesan 2 mangkok mie ayam,tak butuh waktu lama,mie ayam yang mereka pesan langsung habis karena mungkin mereka sangat lapar.
"Mau nambah sayang? "
"Enggak kak,aku udah kenyang.pulang yuk kak,aku udah ngantuk. "
"Oke." Rian pun membayar mie ayam tersebut,dan mereka pun kembali masuk kedalam mobil.
Rian melajukan mobilnya menuju kediaman mereka,dilihat nya Nayara yang tertidur di jok yang berada di sebelahnya.
"Nayara kakak sangat sayang sama kamu. " Gumam Rian sambil mengusap kepala Nayara yang sedang terlelap.
__ADS_1
Mobil yang di kendarai Rian telah sampai di rumah mereka,Rian yang melihat Nayara masih tertidur tidak tega untuk membangunkan nya,Rian pun menggendong Nayara sampai ke kamar mereka dan membaringkan Nayara di atas kasur,setelahnya Rian langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.setelah membersihkan diri,Rian ikut membaringkan dirinya di samping Nayara.
"Selamat tidur my wife,I love you." ucap Rian setelahnya dia kembali mencium kening sang istri. Mereka pun tertidur dengan mimpi mereka masing-masing.