Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Bab 35


__ADS_3

Rian melirik jam yang ada di tangan nya,waktu menunjukkan jam 12 kurang seperempat,itu tandanya dia harus segera bersiap-siap untuk menemui klien yang akan menanamkan sahamnya di perusahaan tempat dia bekerja.Mereka janjian di sebuah restoran yang tidak jauh dari tempat kerjanya Rian.Sebelum berangkat Rian merapihkan dulu berkas-berkas pentingnya,setelahnya Rian langsung bergegas keluar dari ruangan nya.


"Berangkat sekarang yan? " Ucap jepri ketika berpapasan dengan Rian.


"Iya jep,do'a in gue yah semoga gue bisa meyakinkan klien kita buat investasi sahamnya di perusahaan ini. "


"Pasti dong yan,gue pasti do'a in loe,karena kalau loe berhasil ngeyakinin beliau,semua karyawan yang ada disini ikut merasakan keuntungan nya dong.


" Thanks ya jep,kalau gitu gue jalan sekarang yah."


"Ok good luck sobat. " Rian pun bergegas menuju lestauran tersebut.


Rian menghentikan mobilannya ketika dia sudah sampai di sebuah parkiran yang ada di restoran tersebut.


"Semoga aku tidak telat datang. " gumamnya dalam hati. " Rian pun bergegas masuk.


"Awwww.... " Ucap seorang wanita ketika Rian tak sengaja menabraknya.


"Maaf mba saya tidak sengaja.saya sedang sedikit terburu-buru makanya saya tidak sengaja menabrak mba. "


"Tidak apa-apa mas. " Betapa terkejutnya mereka berdua ketika mata mereka saling menatap.

__ADS_1


"Rian?? "


"A.. nita?? "


"Kamu sedang apa di sini yan? "


"Mmm aku mau bertemu klien ku,kebetulan kami janjian di restoran ini.oh iya Anita aku minta maaf atas kejadian tadi,aku benar-benar tidak sengaja.


"Gak apa-apa kok yan. "


"Oh ya kamu sendiri sedang apa di sini? "


"Kerja?bukannya suaminya pembisnis besar?lagian tempat kerja suaminya bukan di daerah sini?terus kalau mereka bekerja di daerah yang berbeda bagaimana mereka nantinya bisa ketemu?" gumam Rian dalam hatinya.


"Kamu kenapa bengong begitu Yan? "


"Eh tidak,aku tidak apa-apa,kalau begitu aku permisi aku lagi buru-buru takut klien ku sudah lama menunggu."


"Eh iya yan silahkan,,oh ya lain waktu kita ngobrol-ngobrol yuk,udah lama lho kita tidak bercerita. "


"Maaf Anita aku gak bisa,kita sudah tidak bisa kaya dulu lagi,kita sudah mempunyai kehidupan kita masing-masing. "

__ADS_1


"Kata siapa Yan,asalkan kamu tau demi kamu aku sudah menggugat cerai suami ku,sekarang aku lajang Yan dan kita bisa kaya dulu lagi. "


"Kamu jangan gila Anita,aku sudah memiliki istri. "


"Jadi apa yang kamu bilang waktu itu benar? "


"Iya Anita aku memang mengatakan yang sebenarnya,sekarang aku pria yang sudah beristri,itu tanda nya kita hanya masa lalu saja. "


"Rian aku tau kamu terpaksa kan menikahi dia,aku tau kamu hanya mencintai aku. "


"Kamu salah Anita,aku begitu mencintai istriku,bahkan dengan sekejap dia bisa menempati hatiku,aku begitu sangat menyayangi nya. "


"Aku tidak percaya Rian,kamu pasti mau balas dendam kan sama aku Karena dulu aku meninggalkan mu demi mengikuti perjodohan yang di rencanakan oleh orang tuaku? "


"Sudahlah Anita tidak ada gunanya kita membicarakan masa lalu,kamu sudah tidak memiliki tempat lagi di hatiku.kalau begitu aku permisi. " Tanpa menunggu jawaban Anita Rian langsung melangkahkan kakinya menuju meja yang sudah Rian dan klien nya pesan.


"Lihat saja Rian,aku akan membuat kamu kembali lagi padaku,demi kamu aku sekarang rela menjadi seorang janda.akan aku rebut kamu dari wanita itu,karena kamu hanya akan jadi miliku." gumam Anita dengan ide kotornya.


Pertemuan Rian bersama klien pun sudah selesai,dengan kecerdasan dan keseriusan Rian dalam bekerja akhirnya kliennya bersedia meng investasikan sahamnya di perusahaan tempat Rian bekerja sekarang.setelah selesai Rian kembali bergegas menuju kantor dengan berita yang akan membuat atasannya senang.


Waktu menunjukkan jam 5 sore,artinya waktu Rian pulang telah tiba karena kebetulan sudah 2 hari kebelakang dia tidak di sibukan dengan lembur nya. sebelum pulang Rian membereskan dahulu berkas-berkah penting nya,setelah di rasa sudah rapi dan aman Rian pun bergegas pulang untuk bertemu sang istri yang seharian ini membuat Rian begitu merindukan nya.Rian berjalan menuju mobil yang ada di parkiran kantornya,setelah duduk di depan kemudi Rian langsung menginjak gas mobilnya untuk menuju ke kediaman dimana sang istri berada

__ADS_1


__ADS_2