Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Bab 34


__ADS_3

***


"Kamu kenapa melamun sayang? "


"pernikahan kita sudah mau menginjak 4 bulan kak. "


"Iya terus? "


"Sampai saat ini aku belum hamil juga kak. " Ucap Nayara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sayang kita tidak bisa memaksakan kehendak kita untuk segera punya keturunan,kita hanya bisa berdo'a dan berusaha selebihnya kita kembali kan kepada Allah yang maha segalanya. "


"Iya tapi aku takut kak. "


"Kamu gak usah berfikiran yang tidak-tidak,kita jalani kehidupan kita seperti yang sudah kita lewati selama ini. "


"Aku merasa kasihan sama mama dan papa kak,mereka benar-benar sudah menanti cucu yang bisa mereka gendong. "


"Sayang dengerin kakak,mau sebesar apapun kita semua menginginkan keturunan,tapi jika Allah belum menghendaki-Nya kita tidak bisa berbuat apa-apa. "


"Tapi aku merasa bersalah sama papa dan mama kak. "


"Sayang udah kamu tidak usah banyak fikiran, kakak yakin mereka mengerti kok,karena masalah memiliki keturunan bukan kita yang bisa menentukan.sekarang kamu makan sarapan kamu, kakak gak mau kamu sakit. "


"Kaaak." ucap Nayara sambil menundukan kepalanya dengan tangan yang hanya mengaduk-aduk nasi goreng di piringnya.

__ADS_1


"Iya sayang?"


"A..ku.. ikh.. las kok ji.. ka ka..kak ni.. kah la.. gi. " Ucap Nayara sambil menahan nafasnya mencoba kuat agar dia tidak menangis.


"Nayara...... " Ucap Rian dengan sedikit berteriak sambil membanting sendok yang sedang di pegang nya,mendengar apa yang di lontarkan oleh Nayara barusan,Nayara benar-benar di buat kaget dengan teriakan Rian kepadanya,karena ini untuk pertama kalinya Rian berkata kasar pada Nayara.


"Apa kamu sadar dengan ucapan kamu barusan hah?apa yang ada di otak kamu Nayara? kakak benar-benar kecewa dengan jalan pikiran kamu.kamu kira kakak barang yang gak punya hati,sehingga se enaknya kamu bisa mengatur kakak untuk menikah lagi. " Nayara yang benar-benar takut dengan kemarahan Rian hanya menangis sampai sesegukan,dia tidak menyangka kalau Rian akan semarah itu.


"Maaf kan aku kak..hikss..hiks.." Nayara benar-benar tak bisa membendung lagi air mata yang sudah dia tahan dari tadi.Rian yang melihat keadaan Nayara langsung mendekati dan memeluk nya dengan erat.


"Maafin kakak sayang,kakak sudah membentak kamu.tapi apa yang kamu katakan tadi membuat kakak sakit hati.kamu tau bukan sebesar apa kakak mencintai dan menyayangi kamu?kakak sampai tidak percaya kamu akan nyuruh kakak untuk nikah lagi.di dunia ini hanya kamu yang akan mendampingi kakak.untuk masalah keturunan,kakak sudah bilang berkali-kali sama kamu kalau kita serahkan pada Sang Maha Kuasa."


"Aku hanya merasa bersalah sama kakak,aku tau kakak pun sudah sangat mengharapkan seorang anak dari ku.kakak sering mengelus perutku dan berharap secepatnya tumbuh janin di rahimku,aku mendengarkan dan merasakannya kak,karena ketika kakak mengelus perut ku aku belum benar-benar terlelap." Ucap Nayara dengan tangisan yang semakin menjadi di pelukan sang suami.


"Maafkan kakak sayang,kakak pun sama kaya kamu berharap segera tumbuh janin di rahim mu,tapi kakak juga sadar kalau kita tidak bisa berbuat banyak selain berdo'a dan berusaha.kakak minta,jangan pernah kamu mengeluarkan lagi kata-kata untuk nyuruh kakak menikah lagi, karena sampai kapanpun hanya kamu yang kakak inginkan di samping kakak,bahkan kakak akan selalu menerima kelebihan dan kekurangan kamu."


"Iya kak,maaf."


"Ya udah kalau gitu kakak berangkat kerja dulu yah.kamu hati-hati di rumah. " Ucap Rian sambil mengecup kepala Nayara. Nayara hanya menganggukan kepalanya.


Dengan hati sedikit kacau Rian pun berangkat menuju tempat kerjanya.


***


Sesampainya di kantor Rian masih belum bisa menjernihkan kembali pikiran nya.

__ADS_1


"loe kenapa bro? muka loe kusut kaya gitu? "


"Gak apa-apa jep,mungkin gara-gara tadi malam gue kurang tidur aja. "


"Bener nih cuma gara-gara kurang tidur?loe gak mau cerita gitu sama gue?"


"Eh ini tempat kerja,lagian ini juga bukan waktunya buat curhat. "


"Ya kali aja sahabat gue lagi butuh teman cerita. "


"cerita sama loe mah bukannya kelar masalah gue,tapi yang ada bakalan tambah ribet aja. "


"Rese loe yan. "


"Oh ya jep jam berapa jadwal meeting gue sama perusahaan yang akan menitipkan sahamnya di kantor ini? "


"Kata si bos mah nanti jam 12 sekalian pas waktunya makan siang. "


"Oh it's ok,thanks bro. "


"Sama-sama,ya udah gue balik dulu yah ke ruangan gue. '


" Memang harusnya begitu,lebih cepat lebih baik.kalau loe terlalu lama di ruangan gue yang ada kepala gue bakalan tambah pusing. "


"Sahabat edan loe yan. " Rian tak menanggapi lagi apa yang di katakan jepri.setelah jepri kembali ke ruangan nya,Rian mencoba berusaha untuk berkonsentrasi dengan pekerjaan nya.

__ADS_1


__ADS_2