Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 47


__ADS_3

Sesampainya di rumah,Rian langsung mengajak Nayara ke kamar mereka.Nayara mendudukan dirinya sejenak di pinggir kasur,di usapnya kasur yang selama ini menjadi saksi saat-saat kebersamaannya bersama suami.Setelah dirasa badannya sedikit fresh Nayara pun mengambil handuk kimono dan satu stel baju tidurnya,dia berniat untuk membersihkan diri.


"Kamu mau kemana Nay? "


"Aku mau mandi kak. "


"Kalau kamu masih cape sebaiknya untuk sejenak kamu istirahat dulu saja. "


"Aku gak cepe kok kak,karena selama di perjalanan aku hanya duduk saja di dalam mobil,lagian aku harus segera masak untuk makan malam nanti."


"Sayang kamu pasti cape,buat malam ini kamu gak usah masak dulu,bagaimana kalau kita makan di luar? "


"Aku ikut kakak saja. " Setelah menjawab pertanyaan dari Rian Nayara langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.Dalam waktu 15 menit Nayara sudah selesai membersihkan dirinya dan diapun keluar dari dalam kamar mandi,mata Rian tidak berhenti berkedip Ketika melihat Nayara keluar dari kamar mandi,dia benar-benar rindu dengan kehadiran sang istri di sampingnya.


"Kakak kenapa liatin aku kayak gitu? apa ada yang salah dengan penampilan ku? " Pertanyaan Nayara membuyarkan lamunan Rian.


"Eh enggak kok Nay,kakak rindu aja karena udah hampir 4 hari kakak gak liat kamu,dan untuk hari ini sampai satu minggu kedepan kakak akan selalu memandangi kamu,agar jikalau kita berpisah nanti kakak akan selalu mengenang wajah indah istri kakak ini." Ucap Rian dengan mata berkaca-kaca.Nayara hanya menundukan kepala nya mendengar semua kata-kata yang di ucapkan suaminya.


"Oh iya sayang,,sekarang jadi kan kita makan malam di luar? "


"Terserah kakak aja. "


"bagus kalau begitu,ya udah yu kita jalan sekarang. "


"Sebentar kak,kayanya aku harus ganti baju lagi,tadi aku lupa malah bawa baju tidur waktu ke kamar mandi."


"Gak usah ganti pakaian lagi sayang,mau pake baju apapun kamu tetap terlihat cantik. "


"Aku gak butuh gombalan kakak. "


"Kakak tidak gombal,apa yang kakak katakan barusan memang benar. "


"Apa kita jalan sekarang? " tanya Nayara sengaja untuk mengalihkan pembicaraan Rian.

__ADS_1


"Iya ayo,sebentar kakak bawa dulu kunci mobilnya." setelah mengambil kunci mobil Rian langsung menggandeng pinggang sang istri.mereka menuruni anak tangga bersama-sama.setelah sampai di dekat mobil,Rian membukakan pintu mobil untuk istri nya,kemudian dia pun memutari mobilnya untuk duduk di depan kemudi.


"Kamu mau makan apa sayang? "


"Terserah kakak,aku ikun aja."


"kok gitu,,biasanya kamu kan yang selalu pilih menu makanan yang akan kita makan. "


"Iya kak itu dulu,sewaktu hati aku belum kakak sakiti,untuk sekarang makan apapun itu rasanya akan terasa sama aja,mungkin untuk sekarang aku gak tau apa aku masih punya selera untuk makan atau tidak. " ucap Nayara dengan kata-kata sindiran untuk suaminya.Rian yang mengerti arah pembicaraan Nayara mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Bagaimana kalau kamu coba makan sate kambing langganan kakak? rasanya enak banget,kamu pasti bakalan suka. " Lagi-lagi Nayara hanya menganggukan kepalanya.Rianpun menjalankan mobilnya menuju gerobak sate yang di maksud Rian barusan.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga,ayo nay kita turun. "


"Iya kak." Mereka berjalan menuju gerobak sate.


"Malam kang. " sapa Rian kepada sang penjual sate tersebut.


"eh den Rian kirain siapa,gimana kabar aden, sehat??den Rian kemana aja,udah lama den Rian tidak mampir di gerobak sate bapak? " ucap penjual sate pada Rian,kebetulan Rian dan penjual sate itu sudah sangat akrab,bahkan Rian sudah menganggapnya seperti ayahnya sendiri.


"alhamdulillah bapak juga sehat den. "


"oh iya den Rian kesini sendiri? "


"enggak pak,saya kesini sama istri saya.kenalin pak ini Nayara istri saya. "


"Gusti nu agung udah lama gak ke sini eh datang-datang bawa sang istri.kapan nikahnya den,kok bapak gak di undang sih? "


"Alhamdulillah pak udah 4 bulan lebih. Iya pak saya minta maaf,kebetulan saya menyelenggarakan pernikahan di kampung halaman orang tua kami,kasian juga kalau bapak harus datang jauh-jauh ke kampung saya. "


"oh begitu..bapak turut senang mendengar nya,bapak do'a kan semoga pernikahan den Rian dan neng Nayara langgeng sampai nenek kakek. " Ucap sang penjual sate panjang lebar.


"Aamiin,,,makasih pak buat do'a nya.Oh ya pak istri saya mau nyobain sate buatan bapak nih. "

__ADS_1


"Siap den,bapak akan buatkan sate dengan bumbu spesial buat istri den Rian. "


"Makasih pak.ya udah yuk Nay kita duduk di sana." Tunjuk Rian pada kursi dan meja yang sudah di sediakan oleh penjual sate tersebut.Rian menarik kursi untuk Nayara dan setelahnya Rian menarik kursi di samping sang istri untuk dia duduki.karena keahlian sang penjual sate dalam memanggang satenya,sehingga tak butuh waktu lama sate yang di pesan Rian pun sudah siap di hidangkan.


"ini den Rian,neng Nayara sate buatan bapak sudah siap di hidangkan,semoga neng Nayara suka dengan sate buatan bapak ini.


" makasih pak. "Jawab Nayara pada penjual sate.


" Selamat menikmati,Kalau begitu bapak permisi. " Rian dan Nayara pun menganggukan kepalanya.


"Ayo sayang di coba sate nya,kakak yakin kamu pasti suka."


"Iya kak." Nayara pun mengambil sate dan mencoba memakannya.


"Bagaimana sayang enak kan? "


"Iya kak,satenya enak. "


"Syukurlah kalau kamu suka. " Tanpa di sadari Nayara sudah menghabiskan 7 tusuk sate,dia memakannya dengan begitu lahap,Rian yang diam-diam memperhatikan nya hanya tersenyum bahagia,setidaknya Nayara sudah mau makan kembali.


"Kenapa kakak gak makan?"


"Ini kakak lagi makan kok.sayaaang kamu tuh makan sampai belepotan gini. "


"Ucap Rian sambil mengelap bumbu sate yang belepotan di pipi Nayara.Nayara hanya tersenyum malu dengan kelakuannya yang tidak bisa menyembunyikan kalau dia benar-benar lapar.Nasi dan satenya pun sudah habis mereka makan.


" Kamu mau nambah lagi sayang?"


"Enggak kak,aku udah kenyang.kita pulang yuk kak ,aku udah mulai ngantuk. "


"Ya udah kita pulang sekarang,kamu tunggu dulu di sini kakak bayar dulu nasi dan satenya."Nayara menganggukan kepalanya.


Rian pun bergegas untuk membayar nasi dan sate tersebut,setelah membayarnya,Rian menggandeng pinggang Nayara untuk kembali ke dalam mobil.Di dalam mobil Nayara terus menguap,karena rasa kantuknya yang sudah tidak bisa di ajak kompromi akhirnya Nayara pun tidur di samping sang suami.Rian pun tersenyum ketika melihat istrinya tertidur.

__ADS_1


"Ya Allah hamba percaya Engkau Maha membolak-balikan hati manusia,tolong bukakan pintu hatinya agar dia tidak terus menerus meminta pisah dari hamba,karena hamba begitu sangat mencintai nya. " Gumam Rian dalam hati sambil sebelah tangannya mengusap kepala Nayara.


__ADS_2