Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 89


__ADS_3

"Kakak sarapannya udah aku siapin nih. " Ucap Nayara ketika melihat sang suami menuju dapur dimana dirinya sedang menyiapkan hasil masakannya di atas meja makan.


"Mmmmmm dari bau aromanya kayanya enak nih, masak apa sih sayang? "


"Hari ini aku masak spesial buat kakak, semoga kakak suka. "


"Apapun yang istri kakak masak pasti kakak akan selalu menyukai nya. makasih ya sayang, meskipun kamu sedang hamil tapi kamu tak pernah meninggalkan kewajiban mu untuk mengurusi kakak. "


"Sama-sama suamiku, lagian hamil tuh bukan menjadi alasan untuk aku berleha-leha, malahan kehadiran buah hati kita di perutku ini merupakan tanda kalau aku harus semakin dewasa agar kelak aku bisa merawat dan mendidiknya. " Rian pun tersenyum memandangi pemandangan dan perkataan di pagi ini yang menyejukan hatinya, Rian benar-benar bersyukur sudah di dampingkan dengan wanita yang shalehan seperti istrinya itu.


"Apa kakak disini hanya akan melamun saja? " ucap Nayara saat melihat suaminya yang sedang melamun.


"Hehe enggak kok sayang. "


"Ya udah ayo sekarang kita sarapan, nanti makanan nya keburu dingin. "


Rianpun mengangguk dan duduk di samping sang istri sambil menunggu istrinya menuangkan nasi dan lauk pauk ke dalam piring untuk dirinya.


"Segini cukup kak? " Tanya Nayara pada sang suami.

__ADS_1


"Udah cukup sayang. " Setelah memberikan piring tersebut, Nayara pun kembali menuangkan nasi beserta lauk pauk untuk dirinya, kemudian mereka pun makan bersama.


"Oh iya sayang kayanya hari ini kakak pulang dari tempat kerja bakalan agak sore soalnya ada berkas yang harus kakak bereskan hari ini, gak apa-apa kan?? "


"Gak apa-apa kok kak,, kalau begitu aku siapin bekal buat nanti kakak di kantor. "


"Gak usah sayang nanti kakak beli makanan di dekat kantor aja. "


"Udah kakak jangan nolak, aku tau kakak kayak ginama orangnya, kalau udah serius sama kerjaan suka lupa sama makan. " Omel Nayara pada suaminya.


"Iya deh istriku yang super cerewet". Ejek sang suami sambil menjembel pipi sang istri.


"Abisnya kamu gemes tau. "


"Gemes-gemes,, emangnya aku badut apa? "


"Iya.... maaf deh, bunda gak boleh marah-marah. "


"he.. he.. " Nayara hanya nyengir kuda saat menanggapi perkataan suaminya barusan.

__ADS_1


"Oh ya sayang kakak berangkat sekarang yah, ini udah hampir mau jam 7,kakak takut kesiangan. "


"Ok... papa hati-hati yah, ingat jangan ngebut. "


"Siap bunda,bunda juga baik-baik di rumah yah. "


"Iya kak.."


"Anak papa sayang,, papa berangkat kerja dulu yah, kamu baik-baik di rumah sama bunda dan ingat kamu jangan nakal yah di perut bunda. " Ucap Rian sambil mengelus perut sang istri dengan penuh rasa cinta saat dia hendak pergi bekerja.


Seperti biasa Nayara selalu mengantarkan suaminya ke teras depan rumah ketika sang suami hendak berangkat kerja.


"Ini kak tas nya. " ucap Nayara sambil memberikan tas kerja suaminya, dan Rianpun segera membawa tas tersebut.


"Kakak berangkat ya. " Nayara pun menganggukan kepalanya kemudian dia mencium tangan sang suami dengan penuh khidmat.sebelum menaiki mobil Rianpun mencium kening sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam." Rianpun meninggalkan halaman rumah nya dengan mengendarai mobil kesayangannya. Di dalam mobil Rian terus menerus tersenyum bahagia sambil membayangkan wajah sang istri yang sangat dia cintai.

__ADS_1


"Tak menyangka pertemuanku dulu dengan nya yang tanpa di sengaja membuahkan rumah tangga yang begitu damai, terimakasih ya allah atas semua nikmat-Mu,mudah-mudahan Engkau selalu menjaga keutuhan keluarga ku. aamiin. " gumam Rian dalam hati.


__ADS_2