
waktu menunjukkan pukul 5 sore yang artinya waktunya Rian pulang dari tempat kerjanya,Rian berjalan dengan langkah cepat menuju tempat dimana mobil nya di parkirkan,Rian sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya.Rian bertekad tidak akan menyia-nyiakan waktunya yang tersisa bersama sang istri.setelah duduk di depan kemudi,Rian langsung menginjak gas mobilnya,beberapa menit kemudian mobilnya telah memasuki halaman rumahnya,dimana ada sang istri yang sedang menunggu nya,tak menunggu waktu lama,Rian langsung melangkahkan kakinya menuju rumah mereka.
"Assalamu'alaikum." ucap Rian sambil mengetuk pintu utama rumahnya. beberapa kali Rian mengetuk pintu,namun tak ada jawaban dari istrinya,Rian mencoba membuka hendle pintu,ternyata pintunya tidak terkunci.
"Tumben dia tidak mengunci pintunya. " gumam Rian sambil melangkah menuju kamar dimana dia dan sang istri tidur bersama.Rianpun membuka pintu kamarnya,matanya mengedarkan untuk mencari dimana istri nya berada,di lihatnya sang istri yang tertidur di atas sajadah dengan masih memakai mukena sambil memegang al-Qur'an di tangannya.Rian menggelengkan kepalanya melihat istrinya yang tertidur di atas sajadah itu.
"sayang,,,hei kok kamu tidur di sini?ayo bangun,,lagian enggak baik tidur jam segini,ini udah hampir mau maghrib." ucap Rian sambil mengelus pipi sang istri.saat mengelus pipi sang istri,Rian merasakan pipinya sedikit panas,untuk meyakinkan kembali,Rianpun memegang dahi sang istri,ternyata benar,saat ini keadaan Nayara demam.Rianpun segera bergegas menuju kamar mandi unntuk mengambil wudhu,terlebih dahulu dia ingin menyimpan al-Qur'an yang ada di tangan sang istri,Rian tidak mungkin memegang al-Qur'an tanpa mengambil air wudhu sebelum nya.setelah selesai mengambil wudhu Rian langsung membawa al-Qur'an yang di pegang Nayara kemudian menyimpan nya ke tempat di mana ada beberapa al-Qur'an yang tertata rapi,setelahnya Rian membuka mukenan yang di pakai sang istri dengan sangat hati-hati,Rian tidak mau mengganggu istrinya.di gendongnya sang istri dengan penuh kelembutan kemudian di baringkan di atas kasur dengan penuh kehati-hatian pula.setelah membaringkan sang istri,Rian langsung bergegas menuju dapur untuk mengambil air hangat dan handuk kecil yang akan di pakai nya untuk mengompres sang istri.dengan tangan yang sambil mengompres,ditatapnya wajah sang istri yang sedikit pucat.
Beberapa menit kemudian,Nayara mengerjapkan matanya lalu di lihatnya sang suami yang tertidur di pinggir ranjang sambil duduk dengan tangan yang memegang dirinya.karena merasa ada benda yang menempel di dahinya,diapun mencoba meraba dahinya sendiri,di ambilnya handuk kecil yang ada di dahinya,ternyata dia baru menyadari kalau saat ini dahinya sedang di kompres.Karena merasakan ada gerakan Rian pun membuka matanya.
"Sayang kamu sudah bangun?bagaimana keadaan kamu sekarang?apa yang kamu rasakan saat ini sayang? " Tanya Rian pada Nayara,dia benar-benar khawatir dengan keadaan istrinya sekarang.
"Aku tidak apa-apa kak,aku baik-baik saja,kakak jangan khawatirin aku sampai segitunya.
" Tidak apa-apa gimana sayang,badan kamu demam,kita periksa ke dokter yah,kakak gak mau kamu kenapa-napa."
"Kakak aku tidak apa-apa,mungkin aku hanya masuk angin,aku hanya butuh istirahat saja. " Tolak Nayara.
"Sayang kamu yakin kamu tidak apa-apa. " Nayara pun menganggukan kepalanya,karena dia merasa badannya lemas.
"Kamu sudah makan? " Nayara menggelengkan kepalanya.
"Belum kak,dan maaf aku belum sempat masak buat makan malam kakak,karena seingat aku,tadi aku ketiduran setelah shalat ashar."
__ADS_1
"Sayang kamu tidak usah minta maaf,kakak tidak apa-apa kok,lagian kakak bisa masak sendiri meskipun rasa masakan yang kakak masak gak se enak buatan kamu.ya udah kamu tunggu di sini dulu yah. "
"Emangnya Kakak mau kemana? "
"Kakak mau bikin bubur buat kamu. "
"Tidak usah kak,itu bukan pekerjaan kakak. "
"Siapa bilang?menjaga dan melayani istri yang sedang sakit adalah kewajiban suami nya. " Ucap Rian sambil mengusap kepala sang istri.
"Makasih kak. "
"kamu tidak usah bilang makasih sayang,kakak ikhlas kok ngelakuin nya.kakak akan berusaha melakukan apapun agar kamu bahagia. " Rianpun melangkah kakinya menuju dapur.kesendirian Rian dulu sebelum menikah dengan Nayara membuat dia tidak terlalu sulit dalam hal masak memasak,karena dulu Rian sering memasak makanan untuk makanannya sehari-hari,Rian jarang membeli makanan dari luar kecuali kalau keadaan nya sedang darurat,karena Rian merasa makanan yang di buat di rumah lebih enak rasanya meskipun dengan bumbu seadanya.Beberapa menit kemudian Rian masuk kembali kedalam kamar dengan membawa satu mangkuk bubur buatannya.dilihatnya sang istri yang sedang terlelap.Sebelum membangunkan sang istri,Rian menyimpan dahulu bubur di atas nakas.
"Sayang bangun yuk,,kamu makan dulu,setelah itu kamu minum obat supaya kamu cepat sembuh. " Ucap Rian sambil mengelus pipi sang istri.
"Maaf kak,aku ketiduran. "
"Gak apa-apa,kamu makan dulu yah,terus kamu minum obat,sesudah minum obat kamu bisa tidur kembali. " Nayara menganggukan kepalanya.Di ambilnya bubur yang dia simpan di atas nakas,Rianpun mulai menyuapi sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Kak aku gak mau di suapin,aku bisa makan sendiri kok. " Tolak Nayara ketika Rian menyuruh Nayara membuka mulutnya.
"Udah kamu tuh lagi lemas,biar kakak suapin kamu,ayo buka mulutnya aaaaaaaaaaa. " Nayara pun terpaksa membuka mulutnya.
__ADS_1
"Bagaimana bubur buatan kakak,enak kan? " Nayara pun menganggukan kepalanya.
"Makasih kak, "
"Iya sayang,ayo buka lagi mulutnya.kakak gak mau tau,kamu harus habisin bubur ini. " Setelah beberapa suap Nayara menolak untuk memakan kembali bubur yang akan di suapkan Rian kedalam mulutnya.
"Udah kak ah,aku udah kenyang. " Rengek Nayara pada Rian.
"ayo satu suap lagi,kamu harus banyak makan sayang supaya kamu cepat pulih kembali. "
"Tapi aku udah kenyang kak. " Tiba-tiba Nayara turun dari kasur dan berjalan dengan sedikit berlari menuju kamar mandi.
"Kamu mau kemana sayang? " Nayara tak menanggapi pertanyaan yang di lontarkan sang suami,karena saat ini Nayara benar-benar mual hingga menumpahkan kembali bubur yang tadi dia makan.Dengan cepat Rian menyusul Nayara ke dalam kamar mandi.Rian menggosok tengkuk Nayara ketika dia melihat sang istri yang sedang memuntahkan bubur yang di makannya.di lihatnya wajah sang istri yang lemas dan tambah memucat.
"Sayang kita periksa yuk,wajah kamu pucat sekali."
"Enggak kak,aku gak mau di periksa,aku gak apa-apa kok,aku hanya ingin istirahat. "
"Kamu yakin sayang? " Nayara pun kembali menganggukan kepalanya.Melihat Nayara yang terus memegang kepalanya,Rian langsung menggendong sang istri menuju tempat tidur,Nayara tidak menolak sedikit pun,karena saat ini dia benar-benar lemas.Rian pun membaringkan sang istri di atas kasur.
"Sayang kakak benar-benar tidak tega liat kamu kaya gini,wajah kamu pucat banget,kita periksa yah!!!" Lagi-lagi Nayara menggelengkan kepalanya.
"Kakak gak usah khawatir,besok pagi aku pasti udah baikan lagi. "
__ADS_1
"Aamiin..ya udah sekarang kamu istrahat,kakak akan nungguin kamu di sini. "
"Makasih kak. " Rianpun menyelimuti sang istri,kemudian dia ikut berbaring di samping sang istri.Tanpa di sadari Nayara tidur sambil menelungkupkan wajahnya di dada suaminya.sebelum tidur Rian mengecup kening sang istri,kemudian Rianpun ikut tertidur sambil tangannya memeluk pinggang sang istri.