Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 60


__ADS_3

ke esokan harinya mama, papah, bapak mertua dan adik iparnya berangkat bersamaan untuk melihat keadaan Nayara saat ini. Mereka benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan Nayara yang saat ini sedang mengandung, apalagi ibunya Rian, dia benar-benar bahagia dengan kabar ini, seorang cucu yang sangat dia dambakan akan segera lahir di tengah-tengah keluarga mereka. 1 jam setengah di perjalanan,kini mereka sudah berada di parkiran sebuah klinik dimana Nayara di rawat. saat menelpon kemarin Rian pun tak lupa memberitahu alamat klinik tersebut. Dengan sedikit tergesa-gesa ibunya Rian terus berjalan, karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan menantu kesayangannya itu.


***


"Sayang ayo makan dulu, dari tadi pagi kamu belum makan apa-apa, kasian buah hati kita ini, nanti dia kelaparan lho karena bundanya tidak mau makan. " melihat wajah pucat Nayara,Rian terus merayu sambil mengelus perut Nayara agar sang istri mau makan walaupun hanya beberapa suap, karena dari pagi istrinya tidak mau makan sedikitpun, mungkin ini efek dari rasa mual yang di alami seorang wanita di awal-awal kehamilannya.


"Aku gak mau makan kakak, mulutku benar-benar terasa pahit apalagi perut aku yang kaya di aduk-aduk. " ucap Nayara dengan mata yang berkaca-kaca. Rian yang tak tega melihat keadaan istri nya saat ini, langsung memeluk Nayara dengan begitu erat, di elusnya punggung sang istri dengan lembut,berharap apa yang di lakukannya saat ini bisa sedikit membuat sang istri enakan.


"Kamu sabar ya sayang, semoga rasa mual ini segera hilang. " ucap Rian yang setelah nya mengecup kepala sang istri, Nayara hanya menganggukan kepalanya.


"Assalamu'alaikum." ucap keluarga Rian dan keluarga Nayara secara bersamaan sambil membuka handle pintu kamar tersebut. Nayara mengangkat kepalanya dari dekapan sang suami, dia di buat kaget dengan kedatangan ibu dan ayah mertuanya, Nayara pun sangat bahagia ketika dia melihat di belakang mertuanya ternyata bapak dan kedua saudara nya pun ikut datang.


"Wa'alaikumussalam." jawab Rian dan Nayara secara bersamaan.Dengan langkah cepat ibunya Rian langsung memeluk sang menantu.


"Sayang bagaimana kabarmu? " ucap sang mamah mertua sambil memeluk menantunya itu.


"Alhamdulillah mah aku sehat. mamah sendiri bagaimana kabarnya? "


"Alhamdulillah kami sehat nak. wah katanya sebentar lagi mamah bakalan punya cucu ya? " ucap Ibu mertua dengan tatapan yang berbinar.

__ADS_1


"Alhamdulillah mah keinginan mama sudah terkabul, sebentar lagi mama akan segera menjadi nenek. "Ucap nay dengan mata yang berkaca-kaca."


"Makasih ya sayang buat kabar gembira ini, ini benar-benar sebuah hadiah terbesar buat kami. " Nayara pun tersenyum mendengar perkataan yang di ucapkan oleh ibu mertuanya. "


"Mah udah dong gantian ngasih ucapan selamatnya, Nayara bukan hanya menantu mama, dia juga menantu papah. " Ucap sang suami.


"Iya iya maaf, habisnya mamah seneng banget pah. " sang mamah mertua pun berdiri untuk memberikan kesempatan kepada yang lainnya memberikan ucapan selamat.


"Selamat ya nak, sebentar lagi kamu dan Rian akan menjadi orang tua dan yang pastinya papa akan segera menjadi seorang kakek.semoga kamu dan cucu papa selalu di berikan kesehatan." ucap ayah Rian sambil mengelus kepala sang menantu.


"Aamiin,,,Makasih pah buat do'a nya. "


setelah sedikit berbincang dengan ayah mertuanya, Nayara pun melihat sang bapak yang berada di samping sang suami, dengan mata yang berkaca-kaca Nayara pun memanggil sang ayah. Nayara benar-benar rindu pada bapak dan saudara nya.


"Bapak,,,," ucap Nayara sambil merentangkan kedua tangannya, yang artinya Nayara ingin bapaknya untuk memeluk dirinya. Ayah nya pun langsung memeluk Nayara sambil mengelus kepala sang anak.


"Aku rindu bapak. " ucap Nayara sambil mengeratkan pelukan nya kepada sang ayah.


"Bapak juga sama rindunya seperti kamu. namun kerinduan bapak bisa terobati karena bapak yakin kamu hidup bersama seorang suami yang sangat menyayangi kamu. " Rian pun tersenyum saat mendengar perkataan yang di lontarkan ayah mertuanya barusan, dia benar-benar bersyukur mendapatkan seorang mertua yang sangat baik seperti ayahnya Nayara .

__ADS_1


"bagaimana kabar kamu dan calon cucu bapak? "


"Alhamdulillah kami sehat pak. "


"Tapi kenapa wajah kamu pucat sekali? "


"Nayara belum makan apapun dari tadi pagi pak. " potong Rian pada bapak mertuanya. Rian berharap ayah mertuanya mau membujuk Nayara agar mau makan.


"Nay kenapa kamu belum makan? kasihan calon cucu bapak, nanti dia kelaparan di dalam perut kamu. "


"Nay gak nafsu makan pak, perut nay benar-benar mual. "


"Memang itu yang akan di alami oleh seorang wanita yang hamil, namun kamu juga harus bisa memaksakan untuk tetap makan walaupun hanya beberapa suap saja, karena anak yang ada di perut kamu itu butuh asupan makanan dari ibunya. dulu almarhumah ibu kamu pun sama merasakannya seperti yang kamu rasakan sekarang disaat beliau mengandung kamu dan saudara2 kamu, namun almarhumah ibu kamu tetap memaksakan untuk makan karena beliau tidak mau kalian kenapa-napa.jadi kamu pun harus berusaha memaksakan untuk makan.


"Iya Pak, kalau begitu Nayara mau makan, Nayara gak mau anak yang ada di dalam kandungan Nay kelaparan. "


"Alhamdulillah, jika kamu masih merasa lemas, biar suami kamu yang menyuapi kamu makan. " ucap Ayah Nayara sambil menatap Rian. Rian pun langsung menganggukan kepalanya dan segera berjalan ke arah ranjang Nayara.


"Kalau begitu kami tunggu di luar. " ucap sang ayah mertua. Nayara dan Rian hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2