
"Gue bilang juga apa, mendingan loe move on sama tuh cowok. dari awal gue lihat mereka, mantan kekasih loe itu benar-benar cinta sama tuh cewek. " ucap Arianti sambil menepuk-nepuk bahu Anita.
"Diam loe, bukannya bantuin malah ngomong yang gak penting. "
"Terserah loe aja deh, cape gue nasehatin loe, mendingan sekarang kita nyari buat keperluan sehari-hari kita aja deh. "
Tanpa mendengar jawaban dari Anita,Arianti pun mulai mencari barang yang akan di perlukan untuk keperluannya sehari-harinya. dia mulai mengambil satu persatu barang yang kiranya akan dia butuhkan, begitu juga dengan Anita, meskipun dia masih kesal dia tetap dengan tujuan utamanya yaitu belanja keperluan nya sehari-hari. serasa sudah cukup, merekapun berjalan menuju kasir.
***
Setelah selesai membayar semua belanjaannya, Rian menuntun tangan Nayara menuju mobil dengan sebelah tangannya lagi menjinjing kantong keresek belanjaanya. Rian langsung membukakan pintu mobil untuk istrinya tanpa berkata apapun, Rian tau saat ini Nayara masih kesal dengan kejadian tadi.
"kenapa kakak diam? "
"Eh eng enggak sayang. " Jawab Rian dengan terbata-bata.
"Kakak merasa punya salah? "
"eng enggak ko. "
__ADS_1
"Terus kenapa kakak gugup gitu? atau mungkin kakak ingin kembali sama wanita itu? "
"kamu ngomong apa sih sayang, gak mungkin kakak mau balik lagi sama dia kalau di kehidupan kakak sekarang,Allah telah memberikan bidadari buat kakak. kakak minta maaf ya atas kejadian tadi, kakak benar-benar gak tau kalau Anita ada di sana. "
"Iya aku percaya sama kakak kok. "
"Kamu enggak marah kan sayang? "
"enggak kak, kakak tenang aja, aku percaya kok kalau kakak gak akan berbuat sesuatu yang bisa nyakitin aku dan calon anak kita. "
"Alhamdulillah, makasih ya sayang karena kamu sudah percaya sama kakak, tadinya kakak bener-bener takut kalau kamu akan marah kembali seperti dulu. "
"Maafin sikap aku tempo hari ya kak, aku sempat mengambil keputusan yang gegabah. pengalaman buruk di masa lalu membuat aku benar-benar takut terulang kembali."
"Iya kak, makasih juga buat semua kasih sayang dan pengorbanan kakak buat ku. Mulai sekarang aku akan menjaga pernikahan kita, aku tidak akan membiarkan ada benalu di rumah tangga kita. "
"Iya sayang, kita berjuang sama-sama dalam menjaga keutuhan rumah tangga kita, dan yang pastinya kita selalu mengharapkan ridho dari Allah. "
"Iya kak, aamiin. "
__ADS_1
Tanpa disadari mobil yang di kemudikan Rian sudah sampai di depan rumah mereka.
"Alhamdulilah akhirnya kita sampai juga. " Tak ada jawaban dari Nayara dan ternyata setelah Rian melirik ke samping kemudi Rian melihat Nayara yang sedang tertidur.
"Pantas saja tidak ada jawaban, ternyata kamu tertidur. " ucap Rian pelan.Sudah diduga Rian pasti tidak tega untuk membangunkan istrinya yang tertidur lelap. semenjak Nayara hamil, dia sering merasakan cepat lelah, mungkin ini salah satu efek dari kehamilannya sekarang. Rian menggendong Nayara dengan sangat pelan, dia tidak mau mengganggu istirahat istrinya. Rian tersenyum ketika Nayara membenamkan wajahnya di dada dirinya. Setelah sampai kamar, Rian langsung membaringkan istrinya.
"Tidurlah bidadari kecilku, ibu dari calon anaku. kakak akan selalu menyayangimu, sekarang, lusa dan selamanya, terimakasih sudah berjuang bersama-sama sampai sejauh ini. " Ucap Rian sambil membuka kerudung yang di masih di kenakan Nayara.
"Aku juga sangat mencintai kakak, terimakasih sudah percaya padaku dengan menitipkan benih cinta kakak di rahimku ini. " jawab Nayara dengan tiba-tiba dan dengan mata yang masih terpejap, namun tak terasa air matanya menetes karena bahagia.
"Kamu tidak tidur? " Tanya Rian sambil duduk di tepi ranjang dengan tangan yang terus membelai rambut Nayara. Nayara hanya tersenyum.
"Aku merindukan mu kak. "
"Maksud kamu apa? kakak tidak akan kemana-mana."
"Bukan itu maksudku kak. "
"Terus maksud kamu apa? "
__ADS_1
"Kayanya anak kita ingin di tengok oleh papa nya. " ucap Nayara dengan wajah yang memerah. Nayara sendiri tidak tau mengapa dia tiba-tiba bersikap agresif, namun dia tak menyesali dengan perkataan yang telah keluar dari mulut nya barusan, karena saat ini dia benar-benar merindukan belaian suaminya. sudah dapat di bayangkan bagaimana senangnya Rian saat ini, karena ini kali pertama nya sang istri meminta terlebih dahulu masalah ranjang. Tak menunggu lama Rian langsung menuruti keinginan istrinya itu.
bersambung.....