
Dengan mengemudikan mobil sedikit tergesa-gesa,akhirnya Rian menemukan sebuah klinik,Rianpun menghentikan mobilnya di depan klinik tersebut,tak banyak berpikir Rian langsung menggendong Nayara menuju klinik agar bisa segera mendapatkan penanganan dari dokter,Rian benar-benar panik ketika melihat wajah Nayara yang sangat pucat.
"Doook,tolong istri saya dok,tadi dia pingsan. " ucap Rian sedikit berteriak karena dia benar-benar sangat panik.
"Sus tolong bawa blangkar untuk pasien ini. " Ucap seorang dokter yang baru datang menghampiri Rian karena mendengar teriakan Rian.2 orang perawat pun membawa sebuah blangkar.Rian langsung membaringkan Nayara di atas blangkar tersebut dengan sangat hati-hati,kemudia Nayara hendak di bawa ke ruang UGD untuk di periksa terlebih dahulu.
"Maaf pak,bapak tidak boleh ikut kedalam,Karena kami harus memeriksa istri bapak terlebih dahulu. "apa saya tida bisa berada di sampingnya dok? " tanya Rian dengan kepanikan nya.
"Maaf pak,biarkan kami memeriksa dulu istri bapak dengan fokus,bapak bisa tunggu di sini. "
"Baiklah dok,tapi tolong lakukan yang terbaik buat istri saya. "
"Iya Pak kami akan melakukan yang terbaik buat semua pasien yang ada di sini. " Dokter pun masuk ke dalam ruangan UGD untuk memeriksa Nayara.Rian terus mondar-mandir layaknya sebuah setrikaan,10 menit Nayara berada di dalam,namun belum ada tanda-tanda dokter itu keluar dari ruangan,namun tak lama kemudian pintu UGD pun terbuka.
"Dengan suami pasien!!!" ucap seorang suster saat berada di ambang pintu.
"Saya Sus,, " Ucap Rian dengan cepat.
"Bapak di minta dokter untuk masuk ke dalam ruangan."
"Baik Sus terimakasih. " Rianpun melangkahkan kakinya memasuki ruangan dimana Nayara berada.
__ADS_1
" Silahkan masuk pak. "Ucap dokter kepada Rian.
" Aku ada dimana? " ucap Nayara tiba-tiba,dia baru saja siuman setelah dokter memeriksa dan mengoleskan minyak angin kepada Nayara. "
"Kamu ada di rumah sakit sayang,tadi kamu pingsan. " Nayara pun mengingat-ingat kembali dengan apa yang terjadi kepadanya.
"Dok sebenarnya istri saya sakit apa? kenapa akhir-akhir ini dia sering sakit dan terlihat lemas."
mendengar penuturan dari Rian,dokter pun berjalan mendekati Nayara yang sedang berbaring dengan infus di tangannya.
"Bu Nayara kalau boleh tau kapan terakhir anda menstruasi? " Nayara yang tidak mengerti dengan pertanyaan sang dokter hanya menggelengkan kepalanya,bahkan bisa-bisanya dia melupakan terakhir kali kapan di menstruasi.
"Maaf dok,aku lupa kapan terakhir kali menstruasi." Rian hanya mendengarkan ucapan dokter dan istrinya,karena dia pun tidak mengerti dengan yang di maksud dokter tersebut.mendengar jawaban Nayara dokter pun mengulas senyumnya.
"Bapak tenang saja,istri bapak tidak kenapa-napa." " kalau istri saya tidak kenapa-napa, kenapa tadi dia pingsan dok?bahkan belakangan ini istri saya sering sakit."
"Istri anda tidak sakit pak,tapi istri bapak sedang mengandung. " ucap dokter sambil tersenyum.
"maksud dokter?apa dokter bisa mengatakan lebih jelas lagi? " Tanya Rian dengan nada yang begitu penasaran.
"alhamdulillah istri bapak sehat,wajar jika belakang ini istri anda selalu merasakan pusing atau mual karena istri bapak sedang hamil,kehamilannya baru menginjak 6 minggu. " mendengar penjelasan dari sang dokter Rian langsung meneteskan air matanya karena bahagia,lalu dia pun langsung bersujud syukur.begitu juga dengan Nayara,dia meneteskan air matanya,namun di hati kecilnya dia bertanya apakah dia harus sedih atau bahagia,yang pastinya hati Nayara saat ini campur aduk.
__ADS_1
"Selamat yah pak, bu."
"Terimakasih dok,oh iya apa istri dan janin yang ada di rahim istri saya sehat kan dok? "
"Alhamdulillah istri dan calon anak bapak sehat,namun untuk sementara waktu istri bapak harus di rawat inap untuk mengetahui perkembangan selanjutnya.dan satu lagi tolong di jaga yah supaya istri bapak tidak banyak pikiran,karena kalau istri bapak sampai stres bisa berakibat pada janin yang di kandung nya. "
"Baik dok saya pasti akan menjaga istri saya. pokonya tolong lakukan yang terbaik untuk istri dan calon anak kami dok. "
"Iya pak,kami akan melakukan yang terbaik,kalau begitu saya permisi. "Rianpun menganggukan kepalanya.
sepeninggalan dokter dari ruangan tersebut,Rian langsung mendekati Nayara,Nayara meneteskan air matanya sambil menatap Rian dengan sendu.
" sayang,, kamu hamil, kita akan menjadi orang tua. " ucap Rian sambil mengelus kedua pipi Nayara."
"Aku tidak tau kak dengan perasaan ku sekarang,apa aku harus bahagia atau bersedih dengan kehadiran anak di perut ku ini. "
"Nay tolong jangan bicara seperti itu.kamu boleh membenci kakak,tapi kamu tidak boleh menghukum anak kita,dia tidak bersalah Nay bahkan dia adalah anugerah yang selama ini kita dambakan. "
"Tolong tinggalin aku sendiri kak,aku ingin istirahat. " Untuk sekarang Rian berniat tidak akan banyak berdebat,dia akan terus mengalah untuk kebaikan anak dan istrinya,Rian akan berusaha agar istri nya itu tidak sampai stres,Rian akan melakukan apa saja untuk kebaikan Nayara dan juga calon anaknya. "
"Ya udah kalau kamu mau istirahat,kakak tunggu kamu di luar sekalian kakak ingin menebus vitamin buat kamu.oh yah kamu mau kakak belikan apa? " Nayara hanya menggelengkan kepalanya.sebelum melangkahkan kakinya keluar ruangan,Rian mencium kening Nayara dengan lembut.
__ADS_1
"Kamu istirahat ya sayang,ingat jangan banyak pikiran. " Nayara menganggukan kepalanya.