
15 menit Rian mengendarai mobilnya hingga sampailah di halaman rumahnya,di lihatnya sang istri yang masih tertidur lelap,Rian yang tak tega untuk membangunkan istrinya pun langsung menggendongnya menuju kamar mereka,di baringkannya sang istri di atas kasur dengan sangat hati-hati,Rian tidak mau mengganggu tidur Nayara.setelah membaringkan Nayara,Rian pun membaringkan dirinya di samping sang istri.
"Bermimpi indahlah sayang,jika kakak boleh meminta kakak ingin kita kaya gini untuk selamanya,kakak ingin selalu bersamamu,menghadapi masa tua kita bersama-sama.andai kamu tau kakak teramat sangat mencintai mu Nayara ku."Ucap Rian pelan sambil memandangi dan mengelus pipi Nayara,dan setelahnya Rian mencium kening sang istri dengan penuh kasih sayang,seolah dia sedang meluapkan kerinduannya selama ini ketika mereka terpisah.Tak lama Rian pun ikut tertidur di samping sang istri.
Adzan subuh berkumandang,di tatapannya sang suami yang masih terlelap,ketika memandangi wajah polos suaminya,tak terasa air mata Nayara mengalir di pelupuk matanya.
"Ya Allah apa yang harus aku lakukan?aku begitu sangat mencintai suamiku,apa aku akan sanggup menghadapi jika waktu perpisahan di antara kami tiba?tapi hati aku benar-benar sakit dengan penghianatannya,mudah-mudahan berpisah darinya adalah jalan yang terbaik untuku,semoga Engkau membantu hamba menjalani hari-hariku nanti tanpa laki-laki yang sangat aku cintai ini di sisiku." Nayara dengan cepat menghapus air matanya,karena dia tidak mau terlihat lemah di hadapan Rian.Nayara menginjakan kakinya di lantai untuk bergegas membersihkan diri dan berwudhu.setelah selesai mandi dan berwudhu Nayara pun membangun kan suaminya untuk shalat subuh berjamaah.
"Kak,,,bangun ini sudah hampir jam 5,kita shalat berjamaah. " ucap Nayara sambil menepuk pelan pipi suaminya dengan tangan yang terhalang mukena.tepukan pelan dari sang istri langsung membuat mata Rian terbangun.
"Eh sayang kamu sudah bangun?makasih ya udah bangunin kakak. "
"Sama-sama Kak itu memang sudah menjadi kewajiban aku sebagai seorang istri." Ucap Nayara dengan tidak sengaja.Rian tersenyum mendengar perkataan yang di ucapkan Nayara barusan.
"Kakak berharap kamu akan selalu menjadi pendamping kakak,kamu wanita sholehah yang pernah kakak temui,kamu wanita yang tak memandang harta,jika ada cara untuk bisa mendapatkan maaf dari kamu,pasti
kakak akan melakukannya."
"Sudahlah kak,aku sudah bilang aku tidak mau membahas hal ini lagi,kita jalani hidup satu minggu kita ini sesuai kesepakatan."
__ADS_1
"Ya sudah kalau memang sudah tidak ada jalan lain lagi,kakak akan mencoba ikhlas dengan semua taqdir yang akan Allah berikan.kamu tunggu dulu kakak ambil wudhu dulu,kita shalat berjamaah. "
"Iya kak. "
Setelah selesai shalat Nayara langsung beranjak ke dapur untuk memasak buat sarapan pagi ini.Hari ini menu yang di pilih Nayara yaitu cah brokoli,goreng ikan dan tak lupa Nayara pun membuat sambal untuk pelengkap lauk pauknya. Nayara mengambil bahan-bahan yang di perlukan,namun sebelumnya Nayara mengambil beras dahulu untuk di nanak/masak.karena memasak merupakan salah satu hobinya sehingga Nayara tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan nya.bersamaan dengan Nayara yang sedang menghidangkan masakannya Rian datang menghampiri Nayara,karena hidungnya mencium aroma makanan yang pastinya akan sedap ketika mencicipi nya.
"Kamu masak apa sayang? aromanya benar-benar wangi sekali,sampai selera makan kakak bertambah 2x lipat. "
"Kakak bisa aja,aku hanya masak ikan goreng,sambal dan cah brokoli kak,semoga kakak suka dengan masakan ku. "
"pastinya sayang,makanan restoran pun kalah enaknya sama masakan buatan kamu. "
"Iya sayang. "
Nayarapun memberikan piring yang sudah di isi nasi dan lauk pauk yang di masaknya kepada sang suami.
"Ini kak makanan nya. "
"Makasih sayang." Kali ini Rian makan dengan begitu lahapnya,dia tidak akan menyia-nyiakan dengan makanan yang di masak oleh sang istri.
__ADS_1
"uhuk... uhuk.... " Saking semangatnya Rian sampai tersedak.
"Ini minum dulu kak.makanya jangan buru-buru gitu dong kak,jadinya kakak tersedak kan." ucap Nayara sambil menepuk-nepuk pelan punggung suaminya. "
"habisnya makanan yang kamu hidangkan rasanya enak banget. " Jawab Rian ketika tenggorokan nya sudah kembali enakan.
Mereka pun selesai dengan sarapan mereka.
"Kakak berangkat kerja dulu ya sayang,kamu hati-hati di rumah." ucap Rian sambil mengelus Kepala sang istri.
"Iya,kakak hati-hati,jangan ngebut. "
"Iya sayang. "
Nayara pun menyalami punggung tangan suaminya dan selanjutnya Rian mencium kening sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam"
__ADS_1