
Dua minggu sudah berlalu semenjak Rian mengungkapkan perasaannya kepada Nayara,bahkan Rian pun sudah berjanji akan membawa kedua orang tuanya untuk melamar Nayara,sebagai bukti kalo Rian memang benar-benar dengan semua yang di ucapkan nya. namun Nayara meminta agar Rian tidak langsung membawa kedua orang tuanya,Nay ingin mereka berdua lebih memantapkan dahulu niat baik mereka sebelum mereka saling mengenalkan satu sama lain.Nay tidak mau ayahnya nanti kecewa jikalau hubungan mereka tidak sampai ke jenjang pernikahan.Dalam waktu dua minggu tersebut mereka tidak putus komunikasi,bahkan mereka semakin dekat dan serius dengan hubungan mereka.Mereka sudah tidak sabar menanti pertemuan mereka yang hanya tinggal satu minggu lagi.
***
(Di tempat kerja Nayara)
"Kak Rian kemana yah?? tumben hari ini gak ada kabar sedikit pun,bahkan kak Rian tidak mengirimkan chat sedikit pun untuk sekedar memberikan semangat kepadaku ketika aku hendak berangkat kerja.hari ini kakak tidak seperti biasanya,padahal biasanya setiap hari kakak selalu over padaku.Ada apa dengan kakak? gak biasanya kakak kayak gini.apa mungkin kata-kata kakak kemarin-kemarin hanya sebuah bualan saja, sama layaknya seperti cowok-cowok yang lainnya??"😔 gumam Nayara dalam hati.setelahnya Nay di kagetkan dengan suara seorang pembeli,Nay pun langsung melayani pembeli tersebut.Begitu banyak pertanyaan di kepala Nayara akan sikap Rian hari ini sehingga membuat Nay tidak konsentrasi dalam melayani pembeli tersebut.
"Mba aku ingin beli 1pak buku tulis,2 buah pensil dan 1 lusin penghapus yah."
"Baik bu,, sebentar saya ambilkan dulu barang yang ibu butuhkan." Dengan sedikit melamun,Nay mengambil barang-barang yang di pesan pembeli tersebut,namun bukan nya mengambil barang-barang yang di sebutkan pembeli tadi, Nay malah mengambil 1pak buku gambar, 2pak pensil warna dan 1 lusin penggaris.
"Ini bu barang yang ibu inginkan." sambil menyodorkan semua barang tersebut.sang pembelipun mengerutkan dahi nya,karna Nayara memberikan barang yang bukan dia butuhkan.
"Maaf mba saya tidak membutuhkan barang-barang yang mba berikan ini, lalu pembeli itu menyebutkan kembali barang-barang yang di pesannya tadi.
"Eh maaf bu saya salah dengar,sebentar saya akan mengambil kembali barang-barang yang ibu butuh kan,sekali lagi saya minta maaf."
" Iya gak apa-apa mba."jawab pembeli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
setelah membayar semua belanjaannya,pembeli pun keluar dari toko tersebut.
"Kamu kemana kak Rian?kamu buat aku bingung,apa aku tidak berhak bahagia sehingga kamu juga ikut nyakitin aku? "
Lamunannya kembali dikagetkan lagi oleh seorang pembeli laki-laki.
"Mba saya ingin membeli sebuket bunga buat kekasih saya." ucap pembeli tersebut.
__ADS_1
"Maaf Pak,, disini tidak menyediakan barang yang bapak bilang barusan." ucap Nay
"Yang benar saja,sebelum kesini tadi saya sempat bertanya dulu kepada orang-orang,dan kata mereka toko ini menyediakan barang tersebut."
"Mungkin mereka salah menunjuk tokonya pa,lagian bapa bisa baca di depan ada sebuah plang yang ada tulisannya,kalo toko ini khusus menyediakan alat-alat sekolah saja." ucap nay sedikit ketus.
melihat Nay yang uring-uringan,pembeli tersebut malah cengengesan.
"Eh ko mba jutek banget sich?"
"Maaf Pak saya sedang tidak ingin main-main, kebetulan saya juga lagi banyak kerjaan." Nay kembali menjawab dengan lebih ketus lagi.nay membalikan badanya berniat intuk meninggalkan pembeli tersebut,karna menurut nay pembeli tersebut sedikit membuatnya jengkel,namun pembeli tersebut kembali memanggil dengan menyebut namanya sambil melepas masker dan helm yang di pakaiannya tadi.
"Kalo begitu mba Nayara bisa memberikan apa saja yang ada di toko ini." Ucap pembeli tersebut sambil tersenyum.Nay merasa aneh bagaimana bisa pembeli tersebut mengetahui namanya?Nay pun membalikan kembali badanya untuk mengetahui siapa sebenarnya pembeli tersebut?dan betapa kagetnya setelah Nay melihat siapa pembeli tersebut dengan tanpa menggunakan masker dan helm nya.
"Kak Rian? " Ucap Nayara dengan keadaan kaget.
"Iya maaf ka,aku kan gak tau kalo kamu itu kak Rian. lagian ko bisa kakak ada di sini? bukan nya kakak akan kembali dalam waktu satu minggu ke depan?" Rian pun di berondongi berbagai banyak pertanyaan oleh Nayara.
"Kamu tuh bertanya atau sedang menginterogasi kakak sich? " ucap Rian
"Bisa di bilang bertanya,bisa juga di bilang lagit menginterogasi kakak."
"Kakak gak di persilahkan masuk nih?kakak pegel kalo harus terus berdiri kaya gini. "
"Eh iya ka maaf.kita duduk di depan aja sambil nungguin para pembeli,kebetulan tokonya agak sempit.hehe...
Mereka pun duduk di bangku yang tersedia dihalaman toko buku tersebut.
__ADS_1
" Kakak kenapa gak ngasih tau kalo mau pulang?bahkan hari ini kakak gak ngasih kabar atau sekedar bertanya padaku? "
"sengaja dong... kakak ingin ngasih kamu kejutan.kalo kakak kasih tau duluan,bukan kejutan namanya,tapi sebuah pengumuman." ucap Rian yang hanya di jawab dengusan oleh Nayara.
"Tadi aku sempet berpikir kalo kakak hanya akan ngasih harapan hampa saja sama aku. "
"Gak mungkin dong Nay,kakak kan udah pernah janji sama kamu kalo kakak benar-benar serius dan ingin hubungan kita sampai ke jenjang pernikahan,kakak ingin kamu jadi pendamping hidup kakak sekaligus menjadi ibu dari anak-anak kqkak kelak." tanpa di sengaja Nayara meneteskan air mata nya ketika mendengar penuturan yang Rian ucapkan.
"Kamu kenapa nangis nay?apa kamu tidak mau hidup bersama kakak?"
"Bukan gitu ka,aku merasa terharu dengan semua yang kakak ucapkan."
"Jadi bagaimana apa kamu mau menerima lamaran kakak?"
"Iya ka aku mau,tapi kakak janji yah jangan kecewain aku kedepannya."
"kakak janji.oh ya besok kamu bisa gak libur kerja dulu?besok kakak ingin bawa kamu ke rumah untuk bertemu dengan keluarga kakak."
"Apa ini tidak terlalu cepat kak?"
"Tidak baik lho kita menunda-nunda niat baik kita ini.bahkan lebih cepat akan lebih baik.bagaimana kamu bisa kan izin kerja dulu sama kakak kamu? "
"Iya kak... nanti aku bakalan minta izin untuk libur kerja."
waktu menunjukkan jam 5 sore itu pertanda waktunya Nayara pulang.Ada sesuatu yang beda dengan hari ini,biasanya setiap pulang kerja Nay selalu pulang sendiri,beda halnya dengan hari ini,Nay pulang di antar oleh Rian,sekalian Rian ingin berkenalan dengan keluarga Nayara.
setelah membereskan semuanya Nay mengunci pintu toko tersebut lalu menghampiri Rian yang sudah menunggunya di tempat parkiran.
__ADS_1