
(Keesokan harinya)
Bunyi Alarm dari HP Nayara memuat Nayara terbangun dari tidurnya.Nayara sengaja memasang alarm agak dia tidak kesiangan.Betapa kagetnya ketika Nayara terbangun dari tidurnya ada tangan yang melingkar di tubuhnya.Nayara mencoba membangunkan Rian dengan menggoyangkan tangan yang melingkar di tubuhnya itu.
"Kaaak,bangun yuk,sebentar lagi adzan subuh berkumandang,kita shalat berjamaah.kaak,ayo bangun kak. " Nayara terus mencoba membangunkan suaminya yang sedikit susah di bangunkan.
"Mungkin dia sangat lelah,nanti aja deh aku coba bangunkan lagi,mendingan sekarang aku mandi dulu. " Gumam Nayara,akhirnya Nayara mencoba mengangkat tangan Rian yang melingkar di tubuhnya.setelahnya Nayara berlalu masuk ke kamar mandi.setelah selesai mandi dan berganti pakaian Nay langsung memakai mukena.Nay kembali membangunkan suaminya
"kak,,kak bangun yuk,sebentar lagi adzan subuh lho. " kali ini Rian langsung terbangun.
"Eh sayang kamu udah bangun. "
"Udah kak,bangun yuk kak.sekarang kakak mandi dulu sebentar lagi adzan subuh berkumandang kita shalat berjamaah,Nay tunggu kakak."
" Iya sayang,kakak mandi dulu. "
"Iya kak. " setelah Rian masuk ke kamar mandi,Nay mengambil baju ganti untuk Rian,lalu Nay menaruhnya di tas nakas yang berada di samping kasur nya.Nayara akan belajar membiasakan dirinya untuk melayani keperluan suaminya,dan dia akan memulainya dari hal-hal yang kecil.Tak lama Rian keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya.Nay yang tadi sempat melihatnya langsung menundukan kepalanya pura-pura tidak melihat Rian saat ini.
"Kamu kenapa sayang,ko wajah kamu merah gitu?"
"Aku gak apa-apa ko.Udah cepetan pakai bajunya,aku udah siapin baju kakak di atas nakas." ucap Nayara yang terus menundukan kepalanya.
"Sayang sampai kapan kamu akan malu-malu terus sama kakak kaya gini?kita sekarang udah sah sebagai suami istri,jangan kan melihat lebih dari itu pun kita sudah halal di mata agama dan negara. " Nayara tidak menjawab perkataan Rian.wajahnya tambah memerah mendengar penuturan dari suaminya barusan.
"Ya udah kamu tunggu kakak,kakak ganti baju dulu. "
"Iya kak. " setelah nya mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah.seperti biasa setelah ngengucap salam,Rian langsung berdo'a dan di aamiin kan oleh Nayara,setelah nya Nay mencium tangan Rian dan di susul oleh Rian yang mencium keningnya.mungkin itu akan menjadi ritual mereka setelah melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah.
"Oh ya kakak mau di buatin teh atau kopi? " Tanya Nayara sambil melipat mukena nya.
"Teh aja sayang. "
"Oke deh kalau gitu aku ke dapur dulu ya.Oh ya sekalian aja kita sarapan bareng-bareng di meja makan,sebentar lagi pasti bapak dan adik-adiku keluar dari kamarnya. "
__ADS_1
"Boleh,sekalian kakak juga mau minta izin sama bapak buat bawa kamu pindah bersama kakak. " Ada rasa sesak ketika Nay mendengar kalau dirinya akan meninggalkan rumah yang begitu banyak kenangan bersama keluarga nya.namun Nay sadar mulai sekarang suaminya lebih berhak atas dirinya.
"Iya kak, kalau gitu kita ke ruang makan yuk. " Ajak Nayara pada suaminya.
"Yuk." Mereka pun keluar dari kamar bersama-sama.
"Duuuuuh pengantin baru,kayanya baru pada bangun deh,dan kayanya tadi malam abis pada begadang yah? " celoteh Sintia.
"So tau kamu dek,,anak kecil gak usah kepo. "
"Yeee siapa yang masih kecil,orang aku udah dewasa. " Nay tak menanggapi lagi perkataan dari sang adik.
"Bapak mana dek? "
"Bapak masih di kamar kak,mungkin sebentar lagi bapak keluar. "
"Gak biasanya jam segini bapak belum keluar dari kamarnya.kak aku panggilin bapak dulu ya. "
"Tanpa mengetuk,Nay langsung membuka pintu kamar ayahnya,ada rasa teriris ketika melihat sang ayah yang sedang memeluk sebuah pigura yang berisikan foto lengkap keluarga nya.
" Bapak,bapak kenapa? "
"Eh kamu Nay. "
"Maaf Pak Nayara masuk ke kamar bapak tanpa mengetuk pintu dulu. "
"Gak apa-apa nak. "
"Bapak sedang apa,kenapa bapak belum keluar dari kamar? bapak sakit? "
"Bapak enggak apa-apa nak. "
Terus apa yang sedang bapak lakukan dengan foto keluarga kita ini? "
__ADS_1
"Bapak sedang menatap mamah kalian,dan bapak sedang memberi tahu mamah kalian kalau bapak telah menikahkan salah satu anak bapak,tanggung jawab bapak untuk menikahkan anak bapak sudah berkurang,bapak sangat bahagia nak karena sekarang sudah ada yang akan menjaga kamu selain Bapak. " Mendengar penuturan ayahnya, Nayara langsung memeluk erat sang ayah.
"Bapak jangan sedih,Nayara tetap anak bapak,Nayara akan selalu menyayangi bapak. "
"Nak sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab suami kamu,dan bapak berharap kamu harus belajar untuk menjadi istri yang sholehah,istri yang selalu menuruti perintah suamimu,selama perintah suami berada di jalan Allah. "
"Iya Pak, Nay akan terus belajar untuk mendapat Ridho-Nya Allah,semoga Nay bisa selalu mendapat kan pahala dalam rumah tangga yang akan Nay mulai.Bapak do'a in Nay ya pak,semoga Allah memudahkan jalan Nay menuju syurga-Nya dengan Ridho nya suami Nay. " ucap Nay sambil terisak.
"Bapak pasti akan selalu mendo'akan anak-anak Bapak.Oh iya suami kamu dimana? "
"Dia ada di meja makan pak,tadi kami menunggu bapak untuk sarapan bersama,tapi bapak tidak kunjung datang juga,makanya Nay nyusul bapak ke sini. "
"Ya udah kita ke meja makan sekarang,kasian suami kamu pasti sudah terlalu lama menunggu kita. "
"Iya Pak. " Mereka pun keluar menuju meja makan bersama-sama.Melihat menantunya yang sudah menunggu di meja makan membuat ayahnya Nayara tidak enak hati.
"Nak Rian maaf ya gara-gara Nayara memanggil bapak,nak Rian jadi lama menunggu. "
"Gak apa-apa ko pak,lagian dari tadi aku di temani adik ipar Rian yang baik hati ini. " Jawab Rian.
"Ya udah karena semuanya sudah pada kumpul sekarang kita mulai sarapannya." ucap Sintia.mereka pun makan tanpa mengeluarkan suara,hanya suara piring dan sendok yang terdengar di meja makan tersebut.setelah selesai menghabiskan makanan nya,Rian mencoba memulai pembicaraan nya.
"Oh ya pak,berhubung masa cuti Rian tinggal 4 hari lagi,Rian mau minta izin buat bawa Nayara bersama Rian ke luar kota,karena Rian tidak mungkin berangkat tanpa Nayara disamping Rian."
"Iya nak Rian,memang seharusnya seorang istri harus ikut kemana pun suami nya pergi,bapak titip Nayara,tolong jaga dan sayangi Nayara,mulai sekarang Bapak menyerahkan tanggungjawab jawab Nayara pada nak Rian." mendengar penuturan ayah Nayara membuat semua yang ada di sana meneteskan air matanya.
"Pasti pak,Rian akan menjaga dan menyayangi Nayara dengan segenap kemampuan Rian."
"Terimakasih nak Rian. "
"Bapak tidak perlu berterimakasih,karna mulai sekarang kebahagiaan Nayara menjadi tanggungjawab Rian."
"Alhamdulillah,bapak lega mendengar nya. " setelah selesai dengan perbincangan barusan,Nayara dan Rian kembali masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan kepindahan mereka.
__ADS_1