Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 75


__ADS_3

Tidak perlu membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka sudah menemukan gerobak lontong sayur sesuai keinginan Nayara. Nayara pun langsung tersenyum saat melihat gerobak lontong sayur itu.


"Kita turun sekarang yuk. "


"Ayo kak. "


sebuah gerobak yang sangat sederhana dengan penjual seorang bapak-bapak yang sudah sedikit tua. penjual itu pun seketika tersenyum ramah saat melihat Nayara dan Rian berjalan ke arah gerobak milik nya.


"Pak,,lontong sayur nya 2 yah. " ucap Rian pada bapak paruh baya itu dengan tangan yang merangkul bahu sang istri.


"Siap den. aden dan eneng bisa tunggu dulu di bangku yang sudah bapak siapkan. " ucap pedagang sambil menunjuk ke beberapa bangku yang terbuat dari kayu.


"Makasih pak. " jawab Nayara sambil tersenyum manis.


"Iya sama-sama neng. "


sambil menunggu pesanan mereka,Rian dan Nayara pun terus mengobrol dan bercanda.


"Ini lontong sayurnya neng, den. " ucap pedagang sambil memberikan 2 mangkok lontong sayur nya itu.


"Eh iya Pak makasih. "


Entah kenapa ketika melihat lontong sayur di hadapannya, nafsu makan Nayara kembali bertambah, padahal sehabis pulang dari rumah sakit Nayara seperti tak punya nafsu makan.


Nayara memakannya dengan sangat lahap sampai dia pun tiba-tiba tersedak.


"uhuk,, uhuk,, "


"Pelan-pelan dong sayang makannya, kamu sampai tersedak gini. " ucap rian sambil memberikan segelas teh hangat pada istrinya itu.

__ADS_1


"Makasih kak. "


"Makannya pelan-pelan aja sayang. "


"Iya kak, habisnya lontong ini rasanya enak banget. "


"Iya kakak seneng liat nafsu makan kamu kembali, tapi kamu juga makannya harus hati-hati. "


"Iya kak. "


"Ya udah sekarang kamu terusin lagi makannya. "


Nayara pun menganggukan kepalanya kemudian melanjutkan kembali memakan lontong sayur tersebut.


"Tumben kamu lahap lagi makannya, kemari -kemarin kamu kan susah banget kalau di suruh makan. "


"syukur lah kakak senang liat kamu makannya lahap kaya gini. "


"kakak juga makan dong lontong sayur nya, aslinya ini enak banget kak. "


"iya sayang. " Rianpun memakan lontong sayur itu sama lahapnya seperti sang istri.


"Alhamdulillah lontong sayur aku udah abis. "


"mau nambah? "


"Gak kak aku udah kenyang. "


"kita belanja sekarang yuk? " Nayara hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban pada suaminya itu.merekapun bergegas untuk meneruskan tujuan mereka, sebelum bergegas tak lupa Rian menghampiri sang pedagang untuk membayar dahulu lontong sayur barusan.

__ADS_1


"Berapa pak? "


"60 ribu den. " Rian membuka dompet dan memberikan dua lembar uang kertas seratus ribuan kepada bapak-bapak penjual lontong sayur itu.


"Ini pak uangnya. "


"Lho den ini uangnya kebanyakan. "


"Gak apa-apa pak lebihnya buat bapak aja, kebetulan istri saya suka banget dengan lontong sayur Bapak. "


"Alhamdulillah den kalau istri aden suka dengan lontong sayur bapak, tapi aden gak perlu bayar sebanyak ini. "


"Gak apa-apa pak, anggap aja ini bonus buat bapak karena istri saya bisa kembali makan lahap kayak tadi. kebetulan istri saya sedang mengandung.beberapa hari kebelakang istri saya ini susah makan dan katanya lontong sayur bapak ini enak. Bapak anggap saja uang ini rezeki untuk anak dan istri Bapak. "


"MasyaAllah eneng lagi mengandung yah? "


"iya pak. " ucap Nayara sambil tersenyum.


"MasyaAllah,, bapak do'a kan semoga eneng dan janin yang di kandungnya sehat-sehat. "


"Aamiin,,, makasih pak buat do'a nya."


"Iya neng sama-sama. "


"Kalau begitu kami pamit ya pak, InsyaAllah lain waktu kami makan lagi lontong sayur buatan bapak. "


"Iya den, sekali lagi terimakasih. "


"Sama-sama Pak. " Nayara dan Rianpun berjalan menuju mobil mereka.

__ADS_1


__ADS_2