
"Kok kak Rian belum pulang yah padahal ini udah jam 5 lebih. kak Rian kemana dulu sih. aku coba telepon dia aja deh. " Nayara langsung mengambil HP untuk menghubungi suaminya yang belum terlihat batang hidungnya. Melihat no sang istri tertera di panggilan masuk seketika bibir Rian langsung tersenyum, Rian pun langsung menjawab panggilan masuk dari istrinya itu.
"Halo Assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikumsalam."
"Kenapa sayang? "
"Kakak kok kakak belum pulang sih ini kan udah mau adzan maghrib. "
"Astaghfirullah sayang maafin kakak, kakak lupa ngasih kabar ke kamu, hari ini kakak harus lembur karena pekerjaan kakak numpuk banget. "
"Yaaaah kok lembur sih kak, padahal aku udah masakin buat kakak. " Entah kenapa semenjak diketahui hamil Nayara sedikit melow.
"Iya sayang sebenernya kakak juga pengen cepet-cepet pulang, kakak pengen cepet-cepet ketemu kamu apalagi kakak mau nagih janji kamu tadi pagi. "
"Jadi yang kakak pikirin cuma itu doang? "
"Enggak itu aja, kakak juga kangen sama istri kakak, tapi memang salah satunya janji kamu yang satu itu sayang. " Memang Rian selalu senang kalau menggoda Nayara, dia sudah bisa membayangkan wajah keselnya Nayara.
__ADS_1
"Udah ah kalau kakak cuma mau bahas itu mulu aku matiin nih HP nya. "
"Iya iya sayang maaf, kakak minta maaf yah, kakak gak sempet ngasih kabar sama kamu kalau kakak hari ini harus lembur dan pulang agak malam. "
"Iya kak enggak apa-apa. Kira-kira kakak bakalan pulang jam berapa? "
"Belum tau juga sayang soalnya kerjaan kakak banyak banget.gini aja sayang kamu kunci pintunya, terus kalau kamu udah ngantuk kamu tidur duluan aja. "
"Terus kalau aku tidur duluan nanti yang bukain pintu buat kakak siapa? "
"Kamu lupa ya sayang kakak kan selalu bawa kunci cadangan rumah kita. "
"Ya udah kakak tutup dulu yah teleponnya udah adzan maghrib kakak mau sholat dulu. "
"Iya kak, kakak hati-hati yah, jangan lupa makan. "
"Untuk masalah makan, kakak akan makan di rumah nanti. lagian kakak udah kangen banget sama masakan istri kakak. "
"Jangan dong kak, kalau kakak makannya terlalu malam nanti kakak kelaparan lagi, aku gak mau kakak sakit. lagian aku cuma makan telur balado doang kok. "
__ADS_1
"Jangankan telur balado, nasi putih aja kakak akan tetap memakannya asalkan itu hasil masakan kamu. "
"Udah ah gombalnya aku mau sholat dulu. "
"Iya sayang l love you my wife. "
"I love you more my husband. "
"ya udah kakak tutup yah telepon nya. "
"Iya kak. assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikumsalam." sambungan telepon pun terputus.
Waktu menunjukan jam 9 malam, Rian sedang bersiap-siap untuk pulang.
"Akhirnya bisa juga aku pulang. " Rian mempercepat langkahnya menuju parkiran mobil, Rian sudah tidak sabar untuk bertemu sang istri. seharian tidak menatap wajahnya membuat Rian begitu merindukan sang istri. Setengah jam Rian mengendarai mobil kini dia telah tiba di halaman rumahnya. suasana rumah yang sunyi menunjukan kalau istrinya pasti sudah tidur. Rian tidak mempermasalahkan jika Nayara harus tidur duluan dan tidak menyambut dirinya pulang kerja karena Rian tau wanita hamil memang cepat lelah. Rianpun mempercepat langkahnya menuju kamar yang ada di lantai dua. Senyumnya pun merekah ketika memasuki kamar yang pertama kali dia lihat adalah wajah sang istri. Benar saja Rian melihat Nayara sudah tertidur dengan pulas, Rian tak berani mengganggu tidur sang istri namun sebelum membersihkan diri Rian mencium kening sang istri terlebih dahulu, tak lupa Rian pun mencium perut sang istri yang dimana tumbuh malaikat kecil di sana.
"Selamat tidur istri kecilku, selamat tidur juga anak papa. Papa sayang kalian. " Rianpun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, pekerjaan yang Rian kerjakan hari ini membuat dia sedikit penat, dengan mandi mungkin dirinya akan sedikit fresh kembali.
__ADS_1