Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 90


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Rian sudah berada di parkiran tempat dia bekerja, dengan wajah yang berseri-seri Rian terus berjalan menuju ruangan kerjanya. Jepri yang sedari tadi melihat tingkah Rian langsung mengagetkan nya dengan memukul pundak Rian dari belakang.


" Duaaaaaaaaar. "


"Gila Lu Jep,,, Lu mau gue cepet-cepet mati karena jantungan apa? "


"Yah gitu aja Lu marah Yan,gue kan cuma becanda. "


"Bercanda Lu bilang? bercanda Lu barusan gak pake otak tau. " kesal Rian pada Jepri.


"Iya sorry brow,,, lagian tadi gue liat Lu senyam senyum sendiri, gue takut Lu gila,jadinya gue kagetin Lu deh. "


"Sialan Lu Jep ngatain gue gila. Udah ah kalo gue terlalu lama bareng sama Lu, yang ada Lu bakalan bikin gue setres. "


"Iya iya sekali lagi gue minta maaf. " Rian tak menghiraukan Jepri sama sekali, mereka berjalan bersama menuju ruangan kerja mereka masing-masing.


"Oh ya yan bagaimana? "

__ADS_1


"Bagaimana apanya maksud Lu? "


"Yah...Lu pake nanya lagi, Lu lupa dengan janji Lu kemaren? "


"Emang gue punya janji apa sama Lu? " Rian mencoba berpura-pura kalau dia tidak ingat apa-apa soal keinginan Jepri yang minta di dekatkan dengan Rani. "


"Sialan Lu Yan, tega bener sama sahabat Lu ini. "


"Mulai kapan Lu jadi sahabat gue? " Rian terus saja menggoda Jepri dengan tujuan dia ingin Jepri merasa kesal padanya karena Rian juga masih kesal dengan tingkah Jepri tadi yang sudah mengagetkanya.


"Ayo lah Yan, Lu jangan gitu dong sama gue. Lu kan udah janji mau bantu gue bilangin ke istri Lu buat bilangin kalo gue suka sama Rani. "


"Woooy apa Lu mau ikut juga ke ruangan kerja gue? " Semprot Rian pada Jepri yang sedari tadi terus membuntutinya, sampai-sampai Jepri terus membuntutinya sampai di depan pintu ruangan kerja Rian.


"Gue gak akan pergi sebelum Lu mau bantuin gue buat deketin gue sama Rani. "


"Iya... tadi malam udah gue bilangin ke istri gue kalo Lu suka sama si Rani. "

__ADS_1


"Terus terus istri Lu bilang apa? "


"Istri gue belum bilang apa-apa, istri gue cuma cuma bilang apa Lu benar-benar suka sama Rani atau cuma hanya ingin main-main saja? "


"Gue benar-benar suka sama Rani Yan, gue bersumpah kalo gue gak akan main-main sama Rani. Lu harus percaya Yan sama gue, kalo gue benar-benar akan serius sama sahabat istri Lu itu." "Iya kan gue udah bilang kalo gue udah bilangin sama istri gue, istri gue bilang dia akan mencoba membicarakannya pada sahabatnya itu. "


"Thank ya brow,,semoga aja si Rani mau nerima gue. "


"Ya.. Lu banyak berdo'a aja agar si Rani mau nerima Lu, , ya udah sekarang gua mau kerja, Lu bisa pergi kan? "


"Ok kalo gitu,, gue ke ruangan gue dulu. "


"Lebih cepat lebih baik. " Celetuk Rian yang jengkel karena dari tadi di buntuti oleh Jepri.


Jepri pun bergegas menuju keruangannya.Sepeninggalan Jepri, Rian pun langsung mendudukan tubuhnya di kursi kerjanya dan menyiapkan berkas-berkas yang akan dia kerjakan hari ini, Tapi seketika Rian mengingat sang istri, di ambilnya handphone dari sakunya untuk sekedar mengirimkan chat kepada sang istri.


"Sayang kamu sedang apa? kamu baik-baik ya di rumah, do'a in kakak semoga pekerjaan kakak hari ini di berikan kelancaran. " Setelah selesai mengetik pesan tersebut Rian pun langsung mengirimkannya. Tak harus menunggu lama, Chat yang dikirimkan Rian langsung centang biru itu bertanda chat tersebut langsung di baca oleh sang istri, bibir Nayara pun langsung tersenyum, dia pun langsung mengetik untuk membalas chat yang dikirimkan oleh suaminya.

__ADS_1


"Aku sedang duduk sambil membayangkan wajah kakak. Pasti dong kak, aku akan selalu do'a in kakak, Papa semangat ya kerjanya. " Setelah selesai mengetiknya Nayara langsung mengirimkan nya, Rian pun langsung membaca balasan chat dari sang istri, entah kenapa setelah membaca chat dari sang istri barusan semangat Rian bekerja langsung menggebu. Diapun segera bersiap untuk bekerja.


"Bismillahirrahmanirrahim, semoga pekerjaanku hari ini lancar dan cepat selesai agar aku bisa cepat-cepat pulang ke rumah. "


__ADS_2