
Waktu yang di tunggu-tunggu pun sudah tiba,dimana Rian yang sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Nayara,meskipun dia sendiri tau setelah seminggu kedepan dia harus melepas Nayara untuk selama-lamanya,namun setidaknya dia masih bisa merasakan hidup bersama walau hanya dalam waktu 1 minggu.
"Mah,,pah Rian pamit pulang dulu.semoga jalan yang akan Rian ambil merupakan jalan yang terbaik untuk kehidupan Rian dan Nayara. " Pamit Rian kepada kedua orang tuanya sebelum dia menjemput Nayara dan kembali ke rumah yang selama 4 hari kebelakang tak di tempati mereka.
"Iya kamu hati-hati nak,mamah dan papah akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk hidup kamu,semoga Allah memberikan jalan keluar untuk kebaikan rumah tangga kalian,semoga Allah memberi kan cara agar kalian bisa tetap hidup bersama. "
"Aamiin,,Rian pun berharap demikian,namun jikalau jodoh Rian dengan Nayara harus sampai minggu depan,Rian akan belajar ikhlas,kalau begitu Rian pamit ya. " ucap Rian sambil menyalami kedua orang tuanya dan mencium tangan keduanya secara bergantian.
"Iya nak kamu hati-hati,semoga kalian selamat sampai tujuan. " ucap sang mamah sambil mengusap kepala anaknya.
Rian berjalan menuju dimana mobilnya di parkirkan.setengah jam Rian melajukan mobilnya,kini dia telah tiba di depan rumah mertuanya,dimana Nayara dan keluarga nya sudah berada di teras depan,menunggu kedatangan Rian yang akan menjemput Nayara.
"Assalamu'alaikum." ucap Rian sambil mencium tangan ayah mertua dan menyalami kedua adiknya Nayara.Pak hari ini Rian akan membawa Nayara kembali untuk ikut dengan Rian,namun sebelumnya Rian minta maaf jika setelah ini Rian harus menyerahkan kembali istri Rian kepada bapak,terimakasih karena bapak sudah menyayangi Rian layaknya anak bapak sendiri,Rian minta maaf jika selama ini Rian belum bisa jadi menantu yang baik,kasih sayang Rian buat Nayara dan bapak sekeluarga tidak akan pernah berubah walau nantinya kami harus berpisah." Tak terasa semua yang ada di sana meneteskan air mata mereka mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Rian termasuk Nayara yang sedari tadi hanya menundukan kepalanya,Nayara tidak sanggup untuk menatap wajah suaminya,begitu juga dengan Rian sendiri,dia berkata dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya nak Rian,kalian hati-hati ya,bapak selalu mendo'akan yang terbaik buat kalian,bapak pasrahkan semua permasalahan ini kepada Allah."
"Iya Pak, Rian pun sama hal nya seperti bapak,Rian akan mencoba belajar ikhlas."
"Iya nak Rian. "
"Nay apa kamu sudah siap? " Tanya Rian,Nayara hanya menganggukan kepalanya.
"kalau begitu kami berangkat sekarang pak. "
__ADS_1
"Iya nak Rian kalian hati-hati,kabari bapak jika kalian sudah sampai. "
"baik pak.assalamu'alaikum... " ucap keduanya
Mereka pun berjalan bersama-sama menuju mobil.Rian membukakan pintu mobil untuk Nayara dan setelahnya Rian memutari mobil kemudian dia pun mendudukan dirinya di depan kemudi. Nayara sama sekali tidak menatap Rian sedikit pun,dia hanya mengotak-atik hp nya untuk menahan agar air matanya tidak turun.Rianpun mulai melajukan mobilnya.
"Bismillahirrahmanirrahim." ucap Rian sebelum kakinya menginjak gas mobilnya.Tak ada sepatah kata pun yang mereka keluarkan,mereka diam dengan pikiran mereka masing-masing.Rian yang merasa tidak nyaman dengan keadaan mereka sekarang,mencoba mencairkan suasana.
"Bagaimana kabarmu selama tidak bersama kakak,kamu sehat kan Nay? "
"Alhamdulillah kak aku baik-baik saja." jawab Nayara tanpa menatap wajah suaminya,pandangan Nayara terus menuju kedepan.
"Syukurlah kalau begitu kakak senang mendengarnya."
"Iya? "
"Setelah seminggu ke depan aku harap kakak akan menepati janji kakak. "
"Iya Nay kamu tenang saja,kakak akan belajar ikhlas untuk melepas kamu,mungkin ini semua kecerobohan dan kebodohan kakak yang awalnya kakak hanya ingin memberi peringatan kepada Anita agar wanita itu jera dan tidak mengganggu lagi rumah tangga kita,namun sayang semuanya di luar dugaan kakak. "
"Sudahlah kak aku tidak ingin mengungkit-ungkit kembali masalah itu. "
"Iya Nay,jika lepas dari kakak akan membuat kamu bahagia,maka kakak akan melakukannya,namun untuk 1 minggu ke depan kakak minta kita bersikap layaknya suami istri karena sampai sekarang kamu masih sah sebagai istri kakak."Lagi-lagi Nayara hanya menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Rian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,dia ingin setiap kebersamaan nya bersama sang istri akan memberikan kesan tersendiri untuk Rian kenang nanti.
"Sebelum kita ke rumah apa kamu ingin mampir dulu ke suatu tempat? " Tanya Rian memecah keheningan.
"Tidak kak,aku ingin langsung ke rumah saja,aku mau istirahat. "
"Baiklah Nay kalau begitu. "
Tak terasa akhirnya mereka tiba di halaman rumah mereka kembali.Sebelum keluar dari mobil,sejenak Nayara memandangi rumah yang selama ini dia tempati bersama suaminya,rumah yang begitu banyak menyimpan kenangan indah.
"Ya Allah kuatkan aku juga ikhlaskan aku,jika telah tiba waktu nya nanti untuk aku meninggalkan rumah ini. " gumam Nayara dalam hati,mata Nayara tidak dapat berbohong,tanpa di sadari pelupuk matanya meneteskan air mata.namun lamunan Nayara di buyarkan oleh suaminya yang membukakan pintu mobil dan mengajaknya keluar dari mobil untuk masuk ke dalam rumah.
"Nay,,,, ayo!! "
"Iya kak. " Nayara pun keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju rumah.
"Nay tunggu. " ucap Rian ketika Nayara baru melangkahkan kakinya beberapa langkah,Nayara pun menengok kembali ke belakang.
"Ada apa kak. " Rianpun menyusul Nayara yang sudah berada di depannya,lalu dia menggandeng Nayara seperti yang selalu mereka lakukan selama ini.awalnya Nayara ingin menolak,namun dengan cepat Rian menggelengkan kepalanya.
"Kakak sudah katakan,dalam waktu 1 minggu ini kita akan bersikap seperti biasanya,mungkin dengan cara ini nantinya kakak akan selalu mengenang kebersamaan kita. " Nayara pun menuruti keinginan suaminya.mereka berjalan bersama dengan tangan Rian yang menggandeng pinggang Nayara.
"Ya Allah tolong kuatkan aku,jika aku harus jujur,perpisahan ini membuat aku begitu sakit.namun aku harus tetap tegar menjalaninya."sambil berjalan Nayara bergumam dalam hati.
__ADS_1