
Aisah sudah bersiap-siap untuk pergi,ia melihat Nayra yang terus menatap layar laptop nya.
"Ada yang ingin kamu titip!"tanya Aisah.
"Eeemmm,jus delima saja,sama jus jeruk kotak ya!"
"Oke,eh Ainong baru kembali?"tanya Aisah,saat melihat wanita itu melangkah masuk dengan kunci cadangan.
"Eeemm,aku ke kamar dulu ya,capek sekali,mau istirahat dulu!"
"Iya,Phi ada yang mau kamu titipkan?"tanya Aisah lagi,
"Buah naga saja Ais,mau dua kilo saja!"
"Oke!"Aisah pun keluar dari kontrakan,menuju swalayan,yang hanya berjarak beberapa meter saja dari tempat mereka tinggal.
"Tumben,pagi ini sepi!"gumam Aisah,yang melihat komplek kontrakan itu terlihat sepi,tidak seperti biasa nya.Aisah sudah biasa berjalan kaki menuju swalayan yang tak jauh dari kontrakan.
Tiba di tempat itu,Aisah langsung masuk dan mencari semua keperluan nya.Ada Wanita paruh baya yang sedang berdebat dengan kasir karena lupa membawa uang,dan wanita itu bersikukuh untuk membayar nya nanti.
Meskipun Aisah tidak terlalu pintar bahasa Thai,tapi ia sedikit mengerti apa yang sedang mereka debat.
"Maaf,permisi,ada apa ya ?"tanya Aisah,di dalam swalayan tersebut di tempat kasir hanya ada Aisah dan Wanita paruh baya itu.
Aisah langsung bertanya kepada kasir tentu saja menggunakan bahasa Inggris,karena menurut dia bahasa Inggris lebih mudah dari bahasa Thai,seperti dia warga negara lain.
"Dia tidak membawa uang,tapi tetap bersikeras untuk membawa belanjaan nya lebih dulu,sedangkan menurut yang saya tau,dia bukan orang di komplek ini!"ungkap wanita yang di kasir itu.
"Begini saja,berapa belanjaan nya,biarkan saya bayar dulu,seperti nya Nenek ini memang sedang membutuhkan barang nya"Aisah melihat penampilan wanita itu,yang memang sedikit memprihatinkan.
"Tidak perlu nak,saya bisa mengutang nya lebih dulu,dan saya akan kembali lagi untuk membayar nya!"
"Nek,disini tidak boleh mengutang,ini swalayan,harus segera membayar kalau sudah siap berbelanja!"Aisah dengan sabar menjelaskan kepada wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Nih,saya bayar dulu"Aisah mengeluarkan uang sepuluh baht untuk membayar belanjaan wanita itu.
"Khob Khun kha!"Wanita itu menundukkan kepala nya,di depan Aisah.Membuat Aisah terkejut,ia lalu memegang bahu nya.
"Sekarang Nenek bisa membawa ini pulang.Hati-hati di jalan!"Setelah mengambil belanjaan itu,orang tua itu langsung pergi meninggalkan kasir.
"Kenapa Anda mau membayarkan belanjaan nya,kalau orang itu menipu Anda bagaimana ?"tanya kasir itu,
"Aku sudah menganggap untuk bersedekah,tidak masalah jika dia menipu sedikit.Kita tidak boleh berburuk sangka pada orang!"setelah mengatakan itu,Aisah pun pergi memilih belanjaan nya.
Wanita tua itu,berjalan sedikit jauh dari swalayan,lalu orang tua tersebut menyibak selendang yang menutupi kepala nya.
Ceklek!
Pintu mobil terbuka ia segera masuk ke dalam mobil.
"Jos,wanita ini lulus tes pertama!"ujar Wanita Tua tadi.
"Nyonya,apa anda yakin?"tanya Jos,pria ini harus memastikan lagi,karena dari segi keyakinan mereka berbeda.
"Bu-bukan begitu Nyonya.Saya tau,dia wanita baik-baik.Namun,Nyonya.Wanita itu berbeda keyakinan dengan kita,ia terlahir dari keluarga muslim,itu berbeda dengan kita,dan satu lagi apa wanita itu akan menyetujui lamaran Anda.Jujur saja Nyonya aku sudah melihat Wanita itu dari dekat,jangan 'kan untuk setuju menikah dengan Tuan muda,bahkan wanita itu tidak ingin melihat Tuan muda ada di dekat nya.Baru kali ini aku melihat ada wanita yang menolak Tuan muda!"pungkas Jos,Oma tersenyum smirk,mendengar informasi yang di sampaikan Jos.
"Itu lah nilai dari kepribadian wanita itu.Aku suka pada nya,kita akan berkunjung ke tempat nya lain kali.Setelah Justin, memiliki jadwal yang kosong.Maka kita akan datang melamar,soal mereka yang beda keyakinan semua keputusan ada pada mereka,terserah mereka mau nya bagaimana,aku sebagai orang tua hanya bisa menyetujui nya.Aku tidak ingin nasib Justin sama seperti Orang tua nya dulu,yang menikah tanpa cinta,meskipun berat,ibu Justin tetap ingin melahirkan Justin,padahal Ayah Justin tidak menginginkan anak itu lahir,karena dia tidak pernah mencintai istri nya sampai mereka mati!"ungkap Oma,tiba-tiba suasana di dalam mobil jadi sedih,Jos pun kembali membuat Oma untuk lebih bersemangat.
"Oma anda tau,pada akhir nya orang tua Tuan muda adalah bukti dari cinta sejati,karena mereka hidup dan mati bersama,meskipun itu terjadi dalam sebuah kecelakaan!"
"Benar kata mu,aku juga berpikir begitu.Tapi yang membuat aku menyesal dan merasa bersalah seumur hidup adalah,menikahkan mereka dalam keadaan yang tak pernah saling mencintai,sehingga setiap hari hanya bisa melihat mereka seperti orang lain,aku tidak pernah melihat mereka seperti pasangan pada umum nya!"
"Jos,pria yang tak menginginkan Justin lahir adalah pria ke dua yang menikah dengan ibu Justin,dan pada akhir nya mereka juga di pisahkan oleh maut,serta ayah biologis Justin juga meninggal dalam kecelakaan itu!"
"Saya tidak pernah tau,jika Nyonya muda pernah menikah dua kali!"
"Awal nya,ibu Justin menikah dengan ayah Justin yang berasal dari orang yang berbeda keyakinan dengan kita.Lalu,suami ku menikahkan kembali ibu Justin dengan pria dari kebangsaan.Namun,pernikahan itu tidak bertahan lama,setelah Justin lahir!"
__ADS_1
"Oma kita akan pulang?"tanya Jos,
"Kita pulang dulu,setelah itu kamu minta asisten Justin lainnya,untuk mengirim katalog terbaru bulan ini,aku ingin memesan beberapa hadiah untuk calon menantu ku"
"Baik Nyonya!"Jos pun menyalakan mesin mobil,tak lama kemudian mobil itu pun pergi meninggalkan tempat itu.
Aisah yang sudah selesai berbelanja pun keluar dari swalayan.Di depan Swalayan ia bertemu dengan Ainong.
"Aisah,kamu baru selesai berbelanja?"
"Benar,Phi mau berbelanja juga?"
"Tidak,aku ingin menarik uang.Aisah Aku tidak pulang hari ini,dalam satu Minggu ke depan aku akan ada tugas pekerjaaan ke Taipei,aku harap kamu dan Nayra baik-baik saja.Buah yang ku titipkan itu,kamu bisa simpan di kulkas untuk sementara waktu!"
"Terimakasih Phi,sudah baik kepada kami berdua,aku harap perjalanan anda menyenangkan,dan semua pekerjaan anda terselesaikan tepat waktu"
"Khob khun na"Ainong langsung memeluk Aisah,sebagai salam perpisahan antara mereka berdua.
Melihat jam di tangan yang hampir siang hari,Aisah pun pamit dari Ainong dan pulang ke rumah.
Ceklek !
"Assalamualaikum"ucap Aisah saat pintu sudah terbuka.
"Waalaikumsalam!"sahut Nayra,yang keluar dari ruang dapur dengan sendok nasi masih di tangan.
"Sedang apa kamu?"
"Aku baru saja selesai memasak,dan berencana akan masak ikan.Namun,aku baru ingat persediaan makanan kita telah habis!"Nayra berjalan ke arah Aisah,dan mengambil paperbag di tangan Aisah.
"Aku sudah berbelanja,ayo kita masak dulu,Ainong juga tidak akan pulang"
"Iya,tadi Ainong juga berpamitan sama aku saat kamu pergi,apa dia juga bertemu dengan mu?"tanya Nayra,mereka berdua telah berada di dalam ruangan dapur.
__ADS_1
"Benar,aku tadi juga bertemu dengan Ainong di depan Swalayan"Nayra dan Aisah pun mulai bertempur di dapur untuk menyiapkan menu makan siang mereka.