Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Rumah


__ADS_3

Seperti biasa,setiap pagi Aisah membersihkan halaman rumah sewaan nya,dan di bantu oleh Nayra.


"Ayo sarapan dulu,aku baru siap masak"seru Ainong,yang berdiri di dekat meja makan.


"Nay,kamu duluan"titah Aisah, yang masih menyusun beberapa pot bunga di halaman itu.


Nayra segera masuk ke dalam rumah,tak lama bel yang ada di pagar rumah itu berbunyi,pertanda ada yang datang.


Ting..Tong..Ting..Tong..


Aisah langsung menarik pagar besi yang tertutup seluruh nya,sehingga tidak dapat melihat siapa yang datang.Begitu pagar itu terbuka,tentu saja Aisah terkejut,ada Justin yang berdiri di depan mobil nya sendiri.


"Selamat pagi!"sapa Justin dengan ramah,senyuman nya yang tampan tapi belum bisa menggetar 'kan hati Aisah.


"Tuan,bukan kah,urusan kita berdua sudah berakhir?"tanya Aisah,Justin kembali tersenyum.


"Bisnis kita sudah berakhir.Namun,hubungan di antara kita baru saja akan di mulai!"goda Justin,memberikan bungkusan makanan yang ia bawa untuk Aisah dan yang lain.


"Apa ini?"Aisah tidak langsung mengambil nya sebelum pertanyaan dia di jawab oleh Justin.


"Makanan ? ini higenis,dan juga lezat,tentu nya halal untuk di makan oleh kamu!"ujar Justin,masih dengan senyuman ramah nya.


"Terimakasih.Tapi,kami tidak kekurangan makanan,kami baru saja selesai sarapan!"bohong Aisah.


"Aisah,ayo sarapan,nanti bubur nya keburu dingin!"teriak Nayra dari dalam rumah,membuat Justin mengintip ke dalam sembari tersenyum.Aisah terlihat begitu canggung saat Nayra berteriak.


"Seperti nya aku mendengar seseorang mengajak untuk makan?"


"Eeemm,mungkin Tuan salah dengar,saya permisi dulu!"


"Tunggu!"Justin segera menahan pagar yang akan di tutup oleh Aisah,


"Bawa ini bersama mu,jika kamu tidak mau memakan nya,kamu bisa membuang nya!"Justin memaksa Aisah,untuk menerima pemberian nya,setelah bungkusan itu di pegang oleh Aisah.Justin segera masuk ke dalam mobil dan pergi.


Bruumm......


Suara mobil Justin yang pergi meninggalkan tempat itu.


"Siapa yang datang?"tanya Nayra yang menyusul ke depan untuk memanggil Aisah.


"Orang salah alamat!"cetus Aisah,yang langsung masuk,lalu meletakan bungkusan makanan itu di depan kandang kucing peliharaan Ainong.


* * *


Justin yang sedang mengikuti rapat membuat pria ini tidak fokus,ia selalu terbayang - bayang akan wajah cantik nya Aisah.Apalagi, saat melihat senyuman Aisah,membuat Pria ini sulit untuk tidur.


"Tuan!"panggil Jos,yang tak di respon oleh Justin.

__ADS_1


"Tuan Justin!"panggil nya lagi lebih keras,masih tidak di respon.


"Tuan,Justin!"Jos sampai berdiri untuk memanggil bos nya itu.


"Kenapa kau berteriak?"tanya Justin dengan datar,pria ini baru sadar jika ia masih di ruangan rapat.


"Emmm,rapat sudah bisa di bubar 'kan.Kalau ada dokumen yang ingin saya periksa,serahkan itu semua kepada Jos!"Justin segera bangkit dari tempat duduknya,lalu pergi menuju ruangan milik nya.


Baru saja tiba di ruangan itu,sekitar sepuluh menit.Jos sudah datang dengan tumpuk 'kan dokumen di tangan nya.


Ceklek !


"Tuan,ini semua dokumen yang ingin di periksa dan memerlukan tanda tangan Anda!"tukas Jos,sambil meletakkan dokumen itu di atas meja Justin.


"Jos,kirimkan bunga mawar ke alamat kontrakan Aisah.Pastikan kalau dia yang menerima nya!"


"Baik Tuan"Jos pun pergi meninggalkan ruangan itu.


Hanya ada bayangan Aisah yang selalu menganggu pikiran Justin.Bahkan,pria ini tidak fokus,dengan pekerjaan nya yang lain.Pria yang gila akan pekerjaan seperti Justin,mana bisa memikirkan wanita.Namun,kali ini berbeda dengan rumor yang beredar.Justin,untuk pertama kali tidak fokus pada rapat ia malah fokus memikirkan seorang wanita.


Kontrakan Ainong...


Nayra dan Aisah,sedang menyusun beberapa makalah untuk kampus lama nya.Ada yang tertinggal di semester akhir yang belum mereka berikan kepada kampus.


Tok..Tok...Tok...


"Paling,Ainong pulang!"sahut Aisah.


Tok..Tok...Tok...


"Kalau Ainong kenapa harus mengetuk pintu,bukan kah,dia membawa kunci cadangan ?"Nayra meletakkan laptop nya di atas meja,lalu berjalan menuju jendela untuk mengintip siapa yang datang.


"Aaah"Nayra terkejut,segera menutup mulut nya,


"Siapa?"tanya Aisah,


"Asisten Tuan Justin!"Nayra langsung berjalan ke arah pintu utama,dan membuka nya.


Ceklek !


"Tuan Jos!"sapa Nayra,


"Nona Aisah ada?"Nayra melihat buket mawar merah di tangan Jos.


"Ada di dalam.Ais,ada yang datang mencari mu!"teriak Nayra,


"Bilang saja aku tidak ada di rumah!"teriak wanita ini,

__ADS_1


"Mana bisa di bilang tidak ada,kamu sudah berteriak!"bantah Nayra,Aisah pun segera menghampiri Nayra di depan pintu.


"Tuan cari siapa?"tanya Aisah,Jos langsung memberikan buket yang ada di tangan nya kepada Aisah.


"Mohon di terima ya Nona Aisah,jika tidak saya tidak bisa meninggalkan tempat ini!"ujar Jos yang sedikit memaksa.


"Maaf Tuan,saya tidak bisa menerima nya!"Aisah menolak dengan ke dua tangan nya.


"Tolong saya,Saya mohon,tolong di terima!"Jos sedikit menundukkan kepala nya,memohon kepada wanita yang di incar oleh Justin.


"Aisah,di terima saja,kalau di liat-liat juga kasian pria ini,kalau sampai di marahi oleh Bos nya!"bisik Nayra,lama sekali Aisah berpikir dan pada akhirnya ia memutuskan untuk menerima bunga itu.


"Baiklah,kali ini saya menerima nya,untuk ke depan nya,tolong sampaikan kepada Bos Anda untuk berhenti menganggu hidup saya!"tegas Aisah,Jos mengangguk lalu berpamitan untuk pergi.


Blam!


Nayra menutup kembali pintu depan dan berjalan ke arah sofa.Aisah,meletakkan buket mawar yang ada di tangan nya ke dalam vas bunga yang ada di dekat jendela.


"Aisah,ku rasa Tuan Justin benar-benar sedang ingin mengejar mu!"tukas Nayra yang duduk kembali di depan laptop nya.


"Perasaan mu saja!"


"Kalau benaran dia mengejar mu bagaimana?bukan kah,kamu juga belum resmi bertunangan dengan Pak Menteri?"


"Eeemmm,jodoh ada di tangan Allah!"setelah mendengar ucapan Aisah,Nayra pun terdiam ia tidak membantah,atau melanjutkan ucapan nya lagi.


Drrt...Drrt...Drrt..


Ponsel Aisah bergetar,sebuah panggilan dari Indonesia,tentu saja mengejutkan Aisah,karena yang menghubungi nya adalah Gus Azmi,sang saudara kandung Aisah.


"Waalaikumsalam !"jawab Aisah,saat ponsel nya sudah berada di telinga.


[Bagaimana kabar mu dik?]


"Alhamdulillah baik,Aisah sehat,Gus bagaimana ?kak ipar juga bagaimana ?"


[Alhamdulillah kami sehat,kapan kamu kembali dik?]


"InsyaAllah,tiga hari lagi kami kembali sesuai jadwal perencanaan awal!"


[Alhamdulillah,Gus senang mendengar nya,karena keluarga Pak Menteri sudah mendesak untuk datang ke pesantren,mereka ingin melamar mu dik!]tentu saja ucapan Azmi mengagetkan Aisah,membuat wajah nya seketika berubah menjadi lesu.


[Dik,apa kamu masih disana,hallo...]


"Gus,seperti nya sinyal disini agak jelek,Aisah tutup dulu,nanti kita mengobrol lagi.Assalamualaikum"


[Waalaikumsalam ]panggilan tersebut langsung putus.Nayra memperhatikan wajah Aisah yang begitu lesu.Terlihat ia tidak sedang mendengar ucapan dari Azmi.Namun,Nayra tidak berani bertanya akan hal itu,ia takut Aisah marah,karena Nayra terlalu ikut campur masalah pribadi Aisah.

__ADS_1


__ADS_2