
Nayra menyuruh Justin untuk duduk di depan prasmanan.Tentu saja ke hadiran Justin di pesantren itu,membuat semua santri disana menatap heran karena mereka belum pernah melihat seseorang yang datang bertamu.
Nayra mempercepat langkah kaki nya menuju tempat dimana Aisah berada.Nayra terkejut saat melihat Maryam dan Gus Azmi yang berjalan ke arah nya.Maryam langsung memberi kode kepada Nayra agar tidak terlihat oleh mereka.Karena,Maryam tidak ingin membuat suami nya memarahi sang Adik ipar.
Setelah Azmi dan Maryam melewati tempat dimana Nayra bersembunyi.Wanita itu segera keluar dari tempat persembunyian nya.
Akhirnya,Nayra menemui Aisah di aula pertemuan,dia sedang berbicara dengan teman Azmi.
"Nayra,aku sedang mencari mu!"ucap Aisah,saat melihat Nayra yang datang menemui nya.Nayra lalu berbisik,membuat Aisah terkejut.
"Ayo!"Nayra segera menarik tangan Aisah dengan terburu-buru dan itu di lihat oleh Azmi yang kebetulan berada di luar ruangan itu.
"Nay,apa yang Tuan Justin,lakukan disini? kalau Gus sampai tau,kamu tahu sendiri akibat nya!"Aisah malah takut kedatangan Justin,akan di ketahui oleh Azmi.
"Aku juga tidak tahu,tadi aku saat mau pergi, aku melihat Tuan Justin di depan,yang sedang berbicara dengan Kak ipar,jadi aku menyapa nya!"ungkap Nayra,ke dua nya berjalan terburu-buru agar segera tiba di tempat prasmanan,dimana Justin sedang menunggu.
"Tuan Justin!"panggil Aisah,saat tiba di sana,pria itu menoleh dan melemparkan senyuman tampan nya ke arah wanita yang ia cintai.
"Bagaimana Anda bisa sampai disini? apa yang Anda lakukan disini?"tanya Aisah,yang tak henti-henti nya.
"Jika kamu terus bertanya,kapan aku bisa menjawab nya!"Justin tersenyum,Nayra hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"Aku datang kemari ingin memberitahu mu,kalau aku sudah berhasil menjadi mualaf,dan bukan hanya aku saja,bahkan Jos juga.Seperti yang kamu katakan,jika bersama mu aku harus menyeberangi lautan,maka aku sudah melakukan nya!"
Aisah tercengang,dia tidak tahu apa-apa mengenai Justin mualaf,karena sudah tiga bulan lama nya dia dia tidak menemui Justin,atau mengetahui kabar Pria itu.Namun,ungkapan Justin membuat nya tak percaya,karena dia juga belum yakin,apa yang membawa Justin datang menemui nya.
__ADS_1
"Aisah,menikah lah dengan ku,Aku datang kesini tulus untuk melamar mu!"tegas Justin,sudah kesekian kali nya pria itu memohon kepada Aisah.
"Jika kamu mencintai seseorang,biarkan dia pergi,jika dia jodoh mu dia akan kembali pada mu,dan jika dia tidak kembali maka dia bukan jodoh mu!"tukas Aisah,sekali lagi jawaban Aisah membuat Justin kecewa.
"Kenapa Kamu tidak ingin memberi satu kali kesempatan untuk ku,apakah yang ku lakukan ini belum cukup membuktikan rasa cinta ku pada mu?Aku tidak sedang bermain-main,kamu tahu aku pun tipe orang yang suka membuang waktu ku!"
"Tapi nyata nya,kamu telah membuang banyak waktu mu untuk hal yang tak penting,salah satu nya kamu datang kemari dan mengejar sesuatu yang sudah jelas pasti tidak akan kamu dapatkan!"ucap Aisah,seraya menahan rasa sesak di dada nya,agar tidak menangis di depan semua orang yang ada disana.
"Heeh!"Justin tersenyum miring,
"Ak..."
"Aisah!"
Ucapan Justin terputus,saat seseorang datang memanggil Aisah,mereka semua menoleh ke arah sumber suara.
"Siapa ini?"tatapan tajam Azmi melihat ke arah Justin.Meskipun dia sudah tahu pria itu,Azmi sengaja bertanya,agar Aisah mau membuka suara nya.
"I-ini Tuan Justin,beliau yang bertanggung jawab acara amal di Thailand!"sahut Nayra,Azmi menatap lekat kearah Nayra,sembari memberi isyarat peringatan kepada Nayra.
"Aisah!"panggil Azmi lagi,wanita itu menundukkan kepala nya.
"Apa yang kamu cari di tempat ini?"Azmi bertanya dalam bahasa Inggris,agar di mengerti oleh Justin.
"Aku datang untuk melihat Aisah,tujuan ku adalah melamar nya!"Jawaban Justin,membuat Azmi terkejut.Pasal nya Azmi dan Maryam belum mengetahui kalau Justin sudah mualaf.
__ADS_1
"Urusan kalian telah selesai dan silahkan pergi.Karena,sebentar lagi tamu istimewa kami akan tiba di tempat ini,saya harap Tuan mengerti!"Azmi menangkup ke dua tangan nya ke arah Justin,memohon agar Justin segera pergi,karena Azmi tidak ingin ada gosip yang enggak-enggak tentang keluarga nya.
"Tapi,ijinkan saya berbicara dengan Aisah,beri waktu untuk saya sepuluh menit lagi!"
Semenjak Justin mengenal sosok Aisah,sedikit demi sedikit sikap nya mulai berubah,ia sudah banyak belajar untuk mengontrol emosi nya.
"Gus..."lirih Aisah.
"Waktu kalian hanya sepuluh menit!"setelah mengatakan itu,Azmi pergi bersama dengan Maryam.Disana hanya ada Nayra,Aisah dan Justin.
"Apa lagi yang ingin kamu katakan,pergi lah,aku tidak ingin membuat suasana semakin menegang!"
"Apa alasan mu menolak ku kali ini?"
Aisah menatap Justin,ia sedang memikirkan alasan lain untuk Justin,karena alasan sebelum nya tidak bisa lagi ia buat alasan karena saat ini Justin,telah menjadi mualaf.
"Hari ini seseorang datang untuk melamar saya!"jawab Aisah,awal nya membuat Justin terkejut,namun setelah itu dia tersenyum paksa dengan netra yang berkaca-kaca,begitu juga Aisah.
"Jika aku tidak bisa memiliki mu,maka biarkan aku selalu mencintai mu.Sampai aku lelah,sampai aku menyerah,sampai aku sadar,menggapai mu tidak hanya dengan materi dan status,namun juga butuh doa dan usaha yang keras.Karena,tidak ada sesuatu apapun yang pergi dari dunia ini dan kembali lagi,kecuali doa!"pungkas Justin,ucapan Justin semakin membuat Aisah ragu,untuk melanjutkan lamaran itu.
"Maaf,maaf 'kan aku.Belum cukup baik untuk mu!"ujar Aisah,ke dua tangan nya meremas ujung hijab yang di kenakan oleh nya.Nayra menyadari itu,betapa sulit nya bagi Aisah untuk mengontrol perasaan nya saat itu.
"Jika kehadiran ku hari ini di tolak oleh mu untuk ke dua kali nya,aku ikhlas,tapi aku tidak menyerah.Aku yakin,di lain waktu akan ada kesempatan bagi ku untuk di undang datang kembali kesini dan melamar mu!"setelah mengatakan itu,Justin pergi dan meninggalkan Aisah di tempat prasmanan.
Aisah hanya bisa menangis dalam diam,air mata nya terus menetes,Nayra memeluknya dengan erat,menguatkan Aisah,agar tidak berlarut dalam kesedihan.
__ADS_1
Setelah mobil Justin keluar dari halaman pesantren.Mobil pak menteri pun datang bersama dengan keluarga nya.