Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Seminggu kemudian


__ADS_3

Justin sudah berusaha semampu nya, untuk mengumpulkan uang untuk Azmi. Namun, uang yang Justin kumpul masih kurang banyak.


Justin sedang memikirkan itu di meja makan, sehingga sarapan pun hampir dingin di biarkan begitu saja.


"Hueek..Hueekk" dari arah dapur, Justin mendengar suara Aisah yang sedang mual-mual, dan itu membuyarkan lamunan Justin.


"Ada apa sayang?" tanya Justin, mengusap lembut punggung Aisah.


"Aku baik - baik saja mas, hanya mual saja, dan perut juga terasa enggak enak"Justin membantu Aisah untuk duduk di kursi meja makan.


Justin memberikan segelas minuman untuk Aisah, lalu menyuapi Aisah bubur yang ada di atas meja.


"Enggak mas, aku enggak ingin makan, pagi ini perut ku sedikit enggak enak" tukas Aisah, menolak sendok yang hampir masuk ke mulut nya.


"Makan sedikit, nanti kita ke rumah sakit"


"Ke rumah sakit butuh biaya lagi, aku tidak bis mas, bukan kah kita butuh dana yang banyak untuk Gus?"


"Dana untuk Gus, kamu tidak perlu memikirkan itu, biarkan aku saja" Justin mengusap lembut kepala Aisah.


Ting ..Tong...


"Mas, seperti nya ada yang datang, apa Gus? ini 'kan sudah satu Minggu sesuai yang kita janjikan " Aisah, bangkit dari tempat duduk nya. Namun, Justin melarang Aisah, dan menyuruh Aisah untuk duduk kembali.


"Biar aku saja" Justin segera berlalu ke pintu utama.


Ceklek !


"Cakra?" Justin terkejut dengan kehadiran Cakra, dan dia melihat ke arah gerbang tidak ada seorang pun.


"Bagaimana bisa kamu sampai kesini?"


"Aku di antar Jos, tadi dia yang menjemput Ku. Kamu tahu, Justin untung saja bahasa Inggris ku berguna di bandar udara, jika tidak aku tidak akan tiba di sini" saat ini Cakra berbicara dengan bahasa Thailand dengan Justin, karena dia tidak mengerti akan bahasa Indonesia.


Justin mempersilahkan Cakra untuk masuk. Lalu, Aisah datang ke ruang tamu, saat mendengar suara Cakra.


"Sawadeekha..." ucap Aisah, dengan sopan menghormati saudara Justin yang sudah datang dari jauh.


"Sawadeekhap..." jawab Cakra. Namun, Cakra terkejut saat melihat Aisah yang tengah hamil, lalu ia melirik ke arah Justin.

__ADS_1


"Kenapa Kamu tidak memberitahu ku kalian Aisah tengah hamil, harusnya aku bisa memberikan hadiah untuk kalian, sebagai ucapan selamat ku" ungkap Cakra.


"Tapi, selamat atas kehamilan kalian" lanjut Cakra, yang kini tersenyum ke arah mereka berdua.


"Terimakasih" Aisah membalas senyuman Cakra.


"Justin, apa benar kamu membutuhkan dana senilai 700 milyar?"


"Dari mana kamu tahu?"


"Jos memberitahu ku, jika memang kenapa kau tidak memberitahu ku? kita saudara bukan? saat begini lah seharusnya aku membantu mu, bukan datang disaat kalian sedang senang saja!" terlihat raut wajah Cakra yang kecewa.


"Maaf, aku tidak bisa memberitahu mu, karena aku tidak ingin menganggu dan menyusahkan mu"


"Kita ini keluarga, setelah Oma, hanya kamu yang ku miliki di kekauega Arlando, apalagi saat ini Papa tidak di sana"


"Maaf, aku memisahkan mu dengan Papa mu, aku minta maaf!"


"Papa pantas mendapatkan itu!"


Aisah hanya menjadi pendengar yang baik, karena mereka menggunakan bahasa Thailand yang begitu fasih, Aisah tidak terlalu mengerti.


"Hueek.." Aisah kembali mual, dan dia segera berjalan ke arah dapur, Justin terlihat begitu cemas.


"Aku berencana untuk membawa nya ke rumah sakit, namun dia menolak"


"Pergi lah, aku akan menyiapkan uang itu untuk mu, Kau tidak perlu sungkan terhadap ku, dan kedatangan ku kali ini untuk menanam modal di dealer mu, aku juga ingin membuat dealer mu itu maju, seperti yang ada di Thailand"


"Terimakasih, kedatangan mu kali ini sangat membantu ku"


Cakra hanya mengangguk, sembari tersenyum kepada Justin. Tanpa menunggu lama, Justin pun membawa Aisah ke rumah sakit, untuk di periksa kandungan nya.


Cakra juga ikut bersama dengan mereka, setelah kembali dari rumah sakit. Mereka singgah di pesantren.


Kedatangan Cakra membuat Azmi terkejut, sebelumnya ia belum pernah bertemu dengan Cakra.


"Gus, ini Cakra, saudara saya"


Gus pun berkenalan dengan Cakra, dan kedua nya berbicara menggunakan bahasa Inggris yang baik. Cakra menyerahkan uang tersebut kepada Gus, awal nya Azmi ragu untuk menerima karena bukan Justin yang memberi tapi Justin meyakinkan Azmi kalau mereka membantu nya dengan ikhlas.

__ADS_1


Setelah mereka semua berbincang, lalu Aisah dan Justin serta Cakra pamit untuk pulang. Justin merasa lega, karena masalah nya telah kelar, dan itu membuat ia sangat senang, sekarang tinggal pikirkan kandungan Aisah saja, yang sudah memasuki bulan ke empat.


Malam pun tiba...


Saat ini Aisah sedang bersandar di ranjang, lalu datang Justin membantu mengoleskan minyak di kaki Aisah, dan memijit nya sekilas untuk membuat Aisah lebih rileks.


"Masih terasa mual?"


"Sedikit mas, tapi vitamin itu membantu, dan perut nya juga sedikit lebih enakkan"


"Sekarang tidur ya, ini sudah jam sembilan malam, ibu hamil tidak boleh tidur larut malam" Justin membantu membaringkan tubuh Aisah, lalu menutupi nya dengan selimut.


"Mas, mau kemana?" tanya Aisah, yang melihat Justin hendak keluar dari kamar nya.


"Mau pergi menemui Cakra, katanya ada hal penting yang ingin Cakra bahas!"


"Eemm, jangan tidur larut malam mas, besok sudah harus kerja lagi"


" Iya sayang " Justin mengecup sekilas kening Aisah, lalu pergi untuk menemui Cakra di ruang tamu.


Justin membawakan dua gelas kopi ke ruang tamu, ternyata disana ada Jos juga.


"Aku pikir kamu sudah tidur Jos"


"Belum Tuan, Tuan Cakra ingin saya membantu nya, untuk memilih lokasi" ungkap Jos,


"Lokasi apa?"


"Lokasi untuk perusahaan baru, aku ingin membuat cabang Arlando, dan yang bertanggung jawab nanti nya kamu" pungkas Cakra.


"Apa kamu yakin?"


"Tentu saja yakin, kalau hanya mengandalkan dealer kamu tidak akan bisa bertahan di negara ini, sebentar lagi, kamu akan bertambah satu anggota baru!"


Justin hanya tersenyum, dia tidak pernah menyangka kalau Cakra bisa memikirkan sejauh itu tentang dia dan keluarga nya. Tidak sia-sia memberikan Cakra perusahaan Arlando di Thailand, ternyata Cakra masih bisa memikirkan saudara nya yang lain.


"Bagaimana dengan ini?" Cakra memperlihatkan lokasi dan pembangunan gedung, harus selesai dalam waktu lima bulan, sesuai dengan target Cakra. Karena dia hanya berada selama lima bulan di indonesia.


"Aku setuju, aku percaya semua nya pada mu, dan aku akan menghubungi beberapa perusahaan di sini untuk bekerjasama dengan kita, nanti nya"

__ADS_1


"Aku akan membantu Tuan" sahut Jos, Justin hanya tersenyum mendengar pernyataan Jos.


Justin ingin sekali bertanya perkembangan Jos dan Nayra, namun dia takut Jos tersinggung. Padahal, Justin ingin membantu nya, bagaimana pun Jos sudah di anggap seperti keluarga oleh Justin.


__ADS_2