Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Rumah sakit Swasta


__ADS_3

Sopir tersebut segera pergi meninggalkan Aisah di rumah sakit.Aisah segera berjalan ke arah pintu utama rumah sakit.Ini pertama kali bagi nya menginjakkan kaki disana,karena berbeda dengan tempat Chai dan Akara dulu di operasi.


"Sayang!"teriak Justin dari jauh,Aisah langsung menoleh dan terkejut.Melihat Justin yang berteriak begitu kencang,padahal jarak mereka masih lumanyan jauh.Tidak sedikit orang memperhatikan nya.


"Sayang!"Justin melambaikan tangan nya ke arah Aisah yang kini mulai dekat.Justin segera memeluk dan mengecup kening Aisah, tanpa memperdulikan banyak mata memandang mereka dan bahkan banyak orang yang iri melihat keromantisan mereka.


"Aku merindukan mu"


Kata-kata itu pertama kali di dengar Aisah,saat Justin melepas pelukan nya.Aisah tersenyum.


"Aku merindukan mu juga!"balas Aisah,yang menyentuh wajah Justin.


"Aisah!"Justin memegang tangan Aisah yang memerah,Aisah langsung menarik nya dan menyembunyikan tangan itu di belakang.


"Aisah!"panggil Justin lagi,dengan nada tinggi,lalu berusaha menarik tangan Aisah yang ia sembunyikan di belakang punggung nya.


"Apa ini ? kenapa bisa begini? kita hanya berpisah beberapa jam saja,dan kamu memberikan aku ini?"Justin menatap Aisah penuh pertanyaan.


"Ini enggak sebagai kena percikan sayur mas,udah enggak apa-apa kok,Phi Mila sudah bangun obatin!"Aisah mengelus lengan Justin,mencoba merasakan amarah sang suami.


"Enggak apa-apa gimana?ini memerah sayang,aku bawa kamu ke ruangan berobat!"tukas Justin,lalu menarik paksa tangan Aisah membuat ia ikut terseret.Bayangkan tinggi Justin dan Aisah,Justin tinggi dengan 180 dan Aisah hanya 140 saja.


"Mas pelan kamu membuat tangan ku sakit"keluh Aisah,


"Maaf-maaf.Aku hanya panik,maaf ya sayang"Justin pun melepaskan genggaman nya.Lalu,merangkul pinggang sang istri,membawa nya keruangan Delta.


Ceklek!


Tanpa mengetuk,Justin langsung membuka pintu,dan melihat Delta yang sedang sarapan.


"Oh Tuan,maaf saya sedang sarapan!"Delta langsung menyimpan kotak makanan nya.


"Tidak apa-apa,dok anda bisa makan lebih dulu"


"Obati istri saya dulu,baru lanjut makan lagi!"


"Sayang,udah.Aku enggak apa-apa!"dengan sabar,Aisah mengelus dada Justin,untuk meredakan rasa khawatiran Justin,Pria ini melirik ke Aisah yang tersenyum.


"Dok,lanjut sarapan saja dulu,saya bisa menunggu"ucap Aisah dengan sopan,


"Maaf,tunggu lah lima menit saya akan segera selesai"


Aisah mengangguk,lalu ke dua nya duduk di atas ranjang yang ada di ruangan itu.Terlibat Delta yang makan begitu terburu-buru,ia takut sama sorotan netra Justin.


"Sudah siap,mari saya periksa!"

__ADS_1


"Oh,cepat sekali?"Aisah terkejut,lalu melirik ke arah kotak makan yang sudah di buang ke tong sampah oleh Delta dan itu artinya pria ini benar-benar menghabiskan makanan nya dalam waktu lima menit.


Delta langsung mengambil kapas dan juga sedikit krim obat untuk membersihkan punggung tangan Aisah yang terkena percikan sayuran mendidih tadi pagi.


00 vs


"Dok,apa perlu di rawat? "


"Tidak perlu,ini hanya memerah saja,dan nanti juga akan kembali normal!"tukas Delta,sembari membalut tangan Aisah dengan kain yang dingin dan juga lembut.


"Sudah selesai!"ujar Delta,lalu menyimpan semua perlengkapan nya,dan meletakkan itu semua di lemari kaca.


Justin membantu menurunkan Aisah dari ranjanh.Lalu ia menuntun sang istri menuju meja dokter Delta.


"Mas,aku bisa sendiri,aku tidak sakit aku bisa jalan!"


"Tidak sakit apanya tangan mu sampai di perban!"


"Ini di perban biar tidak terkena air mas!"


"Sttt ! tidak mau di bantah!"Justin langsung memelototi Aisah,terpaksa Aisah diam tanpa mau berdebat lagi.


Setelah berpamitan dengan Delta,Justin membawa Aisah ke ruangan inap Causalia.Justin melarang Aisah untuk membuka pintu,bahkan Justin melarang Aisah untuk memegang paperbag berisi kotak makanan.


"Mas,aku enggak lumpuh,tangan ku berfungsi dengan baik!"


"Aisah,kamu datang?"Causalia melirik,Aisah tersenyum dan memegang tangan Causalia.


"Kenapa tangan mu? apa yang terjadi?"


"Aisah,tidak apa-apa Oma,tidak sengaja pagi ini terkena percikan sayuran saat Aisah mematikan kompor!"ujar Aisah,yang tersenyum.


"Itu tugas pelayan,kenapa Kamu repot-repot untuk memasak,cukup sekali jangan sampai kejadian ini terulang lagi sayang!"


"Iya Oma.Bagaimana keadaan Oma?"


"Oma baik!"


Aisah meminta Justin untuk memberikan nya kotak makan berisi bubur,karena Aisah ingin menyuapi Causalia.


Justin pun mengambil dan membuka nya.Justin dapat melihat kedekatan Oma dengan Aisah,sehingga ia tidak akan pernah takut jika Causalia di tinggalkan bersama dengan Aisah,jika suatu waktu ia ada perjalanan bisnis.


"Aisah!"panggil Causalia.


"Iya Oma"Aisah menarik diri nya agar lebih dekat dengan Causalia yang masih bersandar di ranjang.

__ADS_1


"Apakah sakit perut mu sudah membaik?"


"Sudah Oma,sakit nya sudah hilang,dan kini Aisah sudah kembali sehat!"


"Semoga kamu selalu sehat menantu ku!"Oma menyentuh wajah Aisah,


Justin merogoh ponsel nya,karena ia merasakan getaran dari ponsel tersebut.Lalu,ia menatap layar ponsel,itu pengacara Arlando menghubungi nya.


"Oma,apakah Oma menghubungi pengacara?"


"Tidak,Oma tidak memberitahu pengacara kalau Oma masuk rumah sakit!"


"Tapi,kenapa pengacara menelpon ku?"Justin masih membiarkan panggilan itu tetap berdering.


"Kepala maid memberitahu Aisah,jika Ketty mengundang Pengacara hari ini ke mansion.Aisah tidak pernah tahu,dan tidak pernah bertanya kepada Ketty!"


"Mengundang Pengacara? lancang sekali dia!"ketus Justin dengan kesal,lalu ia keluar dari ruangan tesebut dan mengangkat panggilan pengacara.


"Tuan Justin!"


"Iya Khun!"


"Saya telah tiba di mansion,tapi dimana anda,saya melihat tidak ada Causalia atau pun anda disini!"


"Maaf Khun,Oma masuk rumah sakit sejak semalam,dan kami masih berada di sini"


"Oh,maafkan saya yang tidak tahu,saya mendapat panggilan dari Nyonya muda kedua,katanya mereka memerlukan bantuan saya untuk mengubah surat kepemilikan!"


"Surat kepemilikan apa?"tanya Justin dengan tegas.


"Surat kepemilikan properti dan juga serta alih waris Arlando!"


"Khun,tolong tinggalkan Mansion,karena kami tidak pernah mengubah surat ahli waris atau pun surat kepemilikan properti tanpa persetujuan dari Oma!"


"Ba-baik Tuan Justin!"pengacara itu pun segera memutuskan panggilan nya.


Setelah panggilan itu terputus,Justin segera masuk kembali ke dalam ruangan Oma.


"Apa Oma sudah membaik?"tanya Justin,


"Sudah,bisakah Oma pulang hari ini?"


"Aku akan meminta Delta untuk mengurus kepulangan Oma!"


"Baik!"

__ADS_1


Justin pun kembali keluar dan menemui Delta di ruangan nya.Terlihat Aisah,yang membantu Causalia untuk beberes.


__ADS_2