Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Jadwal operasi


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal operasi Aisah,terlibat Justin begitu cemas.


"Mas,kenapa kamu mondar mandir di depan ku?"tanya Aisah,saat melihat Justin yang tak tenang.


"Sayang,aku yakin kamu kuat dan bisa bertahan,apapun yang terjadi aku akan selalu berada di sisi mu!"Justin memeluk Aisah,wanita ini tersenyum,malah ia yang menepuk pelan punggung Justin.


"Mas,tenang.Tidak perlu takut,ada Allah yang akan menjaga ku!"


"Pokonya aku yakin kamu kuat!"Justin mengelus lembut perut Aisah,membuat Aisah tertegun.


"Mas,maaf!"ucap Aisah,memegang tangan Justin yang berada di perut nya.


"Kamu tidak salah,jangan meminta maaf!"Justin segera mengecup kening Aisah dengan lembut.


Ceklek !


Delta masuk ke dalam ruangan Aisah,dan membawa hospital bed bersama dengan perawat lain.


"Nyonya Aisah,apa Anda sudah siap?"tanya dokter Delta dengan ramah,


"InsyaAllah saya selalu siap!"jawab Aisah,dengan mantap.Namun,tangan Justin masih menggenggam tangan Aisah,tidak ingin melepaskan nya.


"Mas,lepas!"pinta Aisah,Justin menggelengkan kepala nya.


"Dok,boleh saya ikut?"


"Maaf Tuan,ini adalah tugas dokter dan termasuk privasi kami,saya harap anda tidak tersinggung!"


"Mas,aku enggak apa-apa oke!"Aisah menepuk pelan punggung tangan Justin,yang menggenggam tangan Aisah.


Aisah langsung berpindah ke hospital bed,dan Justin berulang kali mengecup kening Aisah.


"Sayang,aku menunggu mu,dan yakinlah,kamu tetap wanita sempurna untuk ku!"


"Aku percaya pada mu mas,jangan katakan lagi,kalau enggak aku tidak akan bisa pergi!"


Justin mengantar Aisah ke ruangan operasi yang ada di ujung lorong rumah sakit,dan di temani oleh dua orang perawat.


Tiba di depan ruangan operasi hal yang berat bagi Justin adalah melepaskan tangan Aisah,dan merelakan sang istri masuk ke dalam ruangan operasi.


Perlahan-lahan tangan itu terlepas,dan hospital bed milik Aisah sudah tak terlihat lagi.


Blam!

__ADS_1


Pintu tertutup,baru lah Justin merasa begitu khawatir,dan rasa cemas mulai menyerang tubuh nya.


"Tuan!"panggil Jos,Justin menoleh.


"Katakan!"


"Meeting jam 10:00,dan ini sudah di jam 09:44?"


"Batalkan!"


Jos membulatkan mata nya,meeting senilai miliaran,di batalkan begitu saja oleh Justin.


Causalia baru saja tiba bersama dengan Cakra ke rumah sakit.


"Apa operasi nya sudah selesai?"


"Belum Oma,baru saja mereka membawa Aisah masuk ke dalam sana!"tukas Justin,yang kini berjalan ke arah tempat duduk.


"Aisah belum tahu soal kehamilan dirinya?"


Justin hanya menggelengkan kepala nya pelan,ia tidak menjawab.


"Jos,sedang apa kamu disini,bukan kah ada meeting jam 10:00?"tanya Cakra,


"Pergi lah Justin,Oma akan disini menunggu Aisah,kamu tidak khawatir,Oma bisa menjaga nya!"


"Tidak,Justin akan menunggu nya disini!"


"Justin,Aisah juga menginginkan hal yang sama,dia tidak akan senang kalau kamu tidak memikirkan pekerjaan mu,dia akan sedih,jika mengetahui kamu begini.Pergilah Justin,tuntaskan pekerjaan mu,Oma janji Oma akan menjaga Aisah disini!"


Lama sekali Justin menjawab,akhirnya ia pun berdiri dari tempat duduk nya.


"Baiklah,aku akan pergi "Justin,langsung pergi meninggalkan Causalia di depan ruangan operasi.


Sebelum pergi nya semakin jauh,Justin sekali menoleh ke arah Causalia,berharap sang istri baik-baik saja di dalam sana.


'Selamat jalan Nak!'Justin mengepalkan tangan nya,lalu berjalan ke arah mobil yang di parkiran oleh Jos.


Berusaha untuk tenang dalam mengikuti rapat,namun sebenarnya berat bagi Justin untuk meninggalkan Aisah di rumah sakit.Namun,ia sudah terlanjur dan menandatangi kontrak kerjasama dengan klien dari Chiang Mai.


Begitu meeting selesai,Justin langsung meminta Jos untuk mengantar diri nya ke rumah sakit.


"Tuan,sebentar lagi akan ada tamu dari NY.tidak bisa kah,anda menunggu sebentar lagi?"

__ADS_1


"Jos,kamu bisa menghandle nya bukan? aku akan pergi sendiri ke rumah sakit!"


"Tapi Tuan. . ."


Jos tidak melanjutkan ucapan nya saat melihat Justin yang sudah berlalu dari hadapan nya.


Masih dengan perasaan khawatir,istri tercinta saat ini berada di rumah sakit.Justin sudah berusaha untuk tenang,namun Justin masih saja memikirkan Aisah.


Perjalanan yang Justin tempuh kurang lebih dari satu jam akhir nya ia pun sampai ke rumah sakit.


Justin sedikit berlari,ia ingin segera melihat Aisah,namun tiba Justin di depan ruangan operasi.Dia tidak melihat adanya Causalia disana.


"Tuan Justin!"panggil Delta,Justin segera menoleh.


"Dimana istri saya? apa yang terjadi?"


"Nyonya Aisah,ada di ruangan nya,mari saya antar,kami memindahkan nya ke ruangan VIP yang ada di lantai atas!"ungkap Delta,Justin mengikuti langkah kaki dokter Delta.


"Kami telah memindahkan Nyonya Aisah ke ruangan ini,anda boleh melihat nya jika ada apa-apa segera hubungi saya.Untuk kesembuhan nya kita memerlukan waktu kurang lebih dari sebulan,agar tubuh nya kembali sehat"


"Baik dok!"


Justin pun segera masuk,ketika dokter Delta pergi.


Causalia melihat ke arah Justin yang baru saja tiba,dan berjalan ke arah mereka.


Justin melihat Aisah yang masih tertidur.


"Dia hanya istirahat,sudah siuman sejak dua puluh menit yang lalu,mungkin karena efek obat sudah hilang sehingga Aisah butuh waktu untuk istirahat agar rasa sakit bisa lebih ringan!"


"Aku sudah meminta dokter Delta untuk menyuntikkan obat yang paling bagus agar bekas operasi segera membaik!"


Causalia akan segera pulang ke mansion,Justin meminta Mila untuk menjemput Causalia.


Justin mengantar Causalia ke depan ruangan Aisah.


"Jaga selalu Aisah,untuk saat ini jangan tanya apapun kepada nya.Mungkin,setelah operasi sifat nya akan berubah dua puluh persen dari sebelumnya.Ingat,jangan membebani pikirkan dia,karena tidak semua orang bisa setegar Aisah,Oma yakin Aisah sudah berusaha untuk kuat selama operasi berjalan lancar,kini dia hanya butuh kita untuk menyemangati dia!"


Causalia memperingati Justin,agar tidak menyakiti perasaan Aisah dengan pertanyaan yang mungkin terdengar biasa saja,tapi bisa saja sangat menyakiti Aisah.


"Untuk saat ini,jangan 'kan untuk memiliki anak,bahkan untuk hamil saja dia tidak akan bisa lagi,rahim nya telah di angkat,itu cara yang cepat dan mudah untuk bebas dari penyakit yang di derita nya.Namun,Justin setelah hari ini sakit yang di alami Aisah akan lebih besar dari apa yang telah hilang dari dalam diri nya,kamu harus banyak-banyak memberi nya cinta agar ia kuat menghadapi semua cobaan ini,Oma percaya kamu pasti bisa!"


Justin mengangguk,ia sangat yakin bisa menjaga istri nya lebih dari yang Causalia bayangkan.

__ADS_1


Setelah kepala maid tiba di rumah sakit,Causalia pun berpamitan kepada Justin.


__ADS_2