
"Alfarisi...!" panggil Aisah dari dapur, namun tidak terlihat ada nya bocah laki-laki itu bermain di sekitar dapur.
Aisah pun segera mencari nya seluruh rumah, dan tidak ada Alfarisi di ruang tamu atau pun ruang keluarga. Namun, Aisah tahu kemana ia harus mencari Anak nya itu.
Ceklek !
Aisah membuka pintu kamar, dan mendapati sang anak yang tengah berada di atas ranjang bersama dengan Justin.
"Mami..." lirih Alfarisi saat melihat Aisah membuka pintu.
"Sayang, kamu disini? apa yang kamu lakukan ?" Aisah mendekat, dan mendapati lipstik di tangan Al.
"Sayang ini milik Mami" Aisah merebut benda itu di tangan anak nya dan baru menyadari, jika Al sudah mencoret seluruh wajah Justin dengan lipstik milik Aisah.
"Wajah Papi mu, pppfff...." Aisah langsung menutup mulut yang ingin menertawakan Justin.
"Cantik ya Mami mirip badut" ujar Al, Aisah hanya menggelengkan kepala nya.
"Eegh..." terlihat Justin yang sedang merenggangkan otot nya, ia membuka mata secara perlahan, mendapati Aisah dan Al yang berada di depan.
"Owh, apa yang kalian lakukan, apa kalian menunggu Papi untuk bangun?"
"Mami, Al pergi mandi dulu ya" Al langsung turun dari kasur dan berjalan ke arah pintu kamar.
"Minta Bibi Raya untuk mandiin kamu ya sayang"
"Baik Mi..." sahut Al, yang sudah membuka pintu kamar, dan meninggalkan Papi dan Mami nya.
"Kenapa Kamu tersenyum sayang" Justin memeluk pinggang Aisah.
"Itu..." Aisah menatap wajah Justin dan masih menahan tawa nya.
"Pasti, Al mencoret wajah ku lagi?" tanya Justin, Aisah hanya mengangguk, sembari tersenyum. Justin yang melihat itu, langsung pikiran nya jail.
"Aaaw...Sayang, lepas! Ha..Ha...Ha..." Justin menggosok wajah nya yang kotor di wajah Aisah, membuat Aisah memberontak. Namun, Justin tidak membiarkan Aisah pergi begitu saja sebelum ia puas, dan tangan nya menggelitik Aisah, membuat Aisah kelelahan.
"Sayang cukup, kalau tidak aku akan kencing disini"
"Aku tidak akan melepaskan kamu kali ini, kamu dan Al, sudah sering mengerjai aku" Justin terlihat tidak diam saja, dan tetap menggelitik Aisah, dan sampai ke dua nya terlihat lelah.
Justin berbaring di samping Aisah, dengan tangan yang masih terlentang di atas kasur.
"Sayang, tidak terasa Al sudah sebesar ini, dan dia sudah masuk TK. Terimakasih sayang, sudah setia berada di samping ku sampai detik ini" Justin berbalik, dan mengecup kening Aisah dengan lembut.
"Aku juga berterimakasih Mas. Karena, kamu sudah menerima aku apa adanya" ujar Aisah, mengusap lembut wajah Justin, pria ini hanya tersenyum saya, lalu mengecup sekilas bibir Aisah, sehingga membuat Aisah malu.
"Aku mandi dulu sayang"
__ADS_1
"Eemmm, aku akan menyiapkan baju mu mas"
"Oke sayang"
Justin berjalan ke arah kamar mandi, Aisah segera meletakan baju yang akan di pakai oleh Justin setelah mandi.
"Mas, setelah mandi langsung bersiap-siap, aku akan menunggu mu di meja makan"
Setelah mengatakan itu, Aisah pun keluar dari kamar, menuju meja makan, dimana Alfarisi berada dengan Bu Raya, wanita tua itu sedang menyuapi Al makan.
"Sayang, kenapa tidak di minum susu nya?" tanya Aisah, saat melihat susu Al yang masih penuh.
"Aku mau rasa coklat Mi" jawab Alfarisi.
"Tapi ini udah di buat, sayang kalau di buang, minum saja ya sayang, nanti mami buat yang baru, untuk kamu bawa ke sekolah"
"Baik Mi.."
"Anak pintar.." Aisah mengusap lembut kepala Al, dan berlalu ke dapur untuk membuat susu yang lain untuk Al bawa ke sekolah.
"Pagi sayang..." sapa Justin kepada Al yang sedang sarapan.
"Pagi, bos!" jawab Alfarisi dengan senyum menggoda nya, setiap pagi anak ini selalu menggoda Papi nya, karena Justin selalu bangun terlambat, bila ia setelah subuh memilih untuk tidur lagi.
"Sayang, ini susu coklat nya ya" Aisah meletakan nya di atas meja, dan Al mengambil nya.
"Sama-sama anak ku yang tampan" sahut Aisah sembari tersenyum, dan Aisah melihat Justin yang sedang sarapan, lalu mendekat untuk menuangkan jus ke dalam gelas Justin.
"Tampan seperti Papi nya " timpal Justin,
"Enggak, Papi jelek" ketus Al, Aisah tersenyum.
"Papi tampan, kalau jelek Mami enggak akan malu" Justin melirik Aisah, wanita ini hanya menggelengkan kepala nya saja.
Dua puluh menit berlalu, sarapan pagi pun selesai, Justin segera berdiri, dan di susul oleh Alfarisi.
Aisah mengantar, Justin dan Al ke depan teras, terlihat Aisah merapikan baju sekolah Al, setelah itu, merapikan kemeja dan dasi sang suami.
"Sudah rapi"
"Makasih sayang" Justin mengecup kening Aisah, dan Aisah mencium punggung tangan suami nya, begitu juga dengan Al, yang mencium punggung tangan Aisah.
"Hati-hati mas, tidak perlu ngebut ya mas"
"Iya sayang, tunggu kami pulang"
"Dah..."
__ADS_1
"Dah...Mami"
Al melambaikan tangan ke arah Aisah, dan di balas oleh Aisah, sampai bayangan mobil itu hilang dari pandangan Aisah.
Baru saja mau masuk, Raya sudah di depan pintu.
"Bibi mau belanja?"
"Iya Bu, semalam kata bapak, nanti malam akan ada tamu "
"Tamu? kenapa Mas Justin tidak memberitahu ku?"
"Mungkin Bapak lupa Bu, saya permisi dulu"
"Baik Bi, hati -hati ya"
"Iya Bu"
Raya langsung pergi meninggalkan tempat itu, menuju pasar.
Di tempat lain, di kantor Justin terlihat sedang bertempur dengan berbagai macam berkas yang ada di atas meja nya.
Tok ! Tok! Tok!
"Masuk "
Ceklek !
Pintu terbuka, dan itu Jos datang berkunjung ke perusahaan Arlando.
"Ada apa Jos? apa ada yang bisa ku bantu?"
"Begitu Tuan, aku ingin meminta cuti dua hari, karena kehamilan Nayra sudah tujuh bulan, dan ia terlibat sangat kesusahan seorang diri di rumah, bisa kah, aku mengambil cuti dua hari saja?" terlihat Jos yang sedikit sungkan kepada Justin.
"Jos, kamu itu sudah lama bekerja kepada ku, dan dealer itu sekarang milih mu, dan tanggung jawab mu, apa perlu meminta ijin ku kalau kamu mau cuti?"
"Meskipun aku direktur nya, tapi Tuan CEO nya, aku menghargai mu Tuan" jawab Jos, Justin tersenyum.
"Aku ijinkan kamu cuti sampai Nayra lahiran, dan kamu harus mencari seorang pembantu untuk membantu kalian nanti, akan sangat repot setelah Nayra melahirkan" ungkap Justin, yang sudah berpengalaman.
"Aku sudah memikirkan itu, tapi Tuan, Nayra tidak ingin ada orang lain, di dalam rumah kami"
"Bicara baik-baik, ini demi dia juga, agar tidak terlalu lelah"
"Baik lah, Tuan. Terimakasih Tuan, atas pengertian mu, aku permisi dulu"
"Baik"
__ADS_1
Jos pun segera pergi meninggalkan ruangan Justin, dan kembali ke dealer, mengambil berkas, yang di perlukan Justin, karena Jos akan cuti selama dua bulan ke depan nya.