
Seminggu telah berlalu,namun beban pikiran yang di berikan oleh Causalia masih membuat Aisah,gelisah siang dan malam.
Aisah duduk di atas ranjang,lalu ia mengambil iPad milik nya,dan mulai menghubungi Ummi Fatimah,pakar kehidupan rumah tangga dalam Islam,mungkin dengan menghubungi wanita ini Aisah sedikit mendapatkan pencerahan.
"Apa aku harus menghubungi nya,bertanya tidak akan membuat aku malu bukan?"gumam Aisah,sembari membuka aplikasi wa milik nya.
Lama sekali Aisah menatap layar iPad nya yang tertera nomer Wa Ummi Fatimah.
Tut..Tut...Tut...
Panggilan terhubung,berarti Ummi Fatimah,nomer nya aktif.
[Hallo,Assalamualaikum]terdengar suara lembut Ummi Fatimah di seberang sana,awal nya Aisah terdiam sebentar,lalu baru menjawab nya.
"Waalaikumsalam,benar Ummi Fatimah?"
[Benar,dengan siapa ini saya berbicara?]
"Saya Aisah,saya anggota forum Ummi,saya baru bergabung beberapa Minggu lalu,dan saya mengenali forum Ummi dari Kakak ipar saya,Kak Maryam!"
[MasyaAllah,Ustazah Maryam? Saya sangat menyukai Ustazah Maryam,dia sangat beruntung mendapatkan pendamping hidup seperti Gus Azmi]
"Alhamdulillah,semua atas kehendak Allah,Ummi apakah saya menganggu Waktu Ummi?"
[Tentu saja tidak,untuk saat ini Saya sedang kosong,apa yang membuat ukhti Aisah menghubungi saya? apa ada yang bisa saya bantu?tentu saja dengan ijin Allah]
"Ada,Ummi saya sedikit memiliki masalah dalam rumah tangga,pasalnya saya tidak bisa memberi Anak untuk keluarga suami saya,di karena 'kan saya baru saja selesai operasi pengangkatan rahim,jika saya salah satu wanita yang memiliki rahim ganda,mungkin saya sangat senang.Namun,kenyataan itu saya tidak bisa menebak nya.Pokok permasalahan nya adalah,keluarga dari suami menyarankan kami untuk memiliki anak dari wanita lain,dengan cara menyewa rahim,tidak ada ikatan pernikahan,saya ingin meminta pendapat Ummi,bagaimana menurut Ummi?"
__ADS_1
[Memiliki anak dari wanita lain boleh-boleh saja,asal istri pertama ridhoi dan ikhlas lahir batin nya.Namun,harus dengan ikatan pernikahan.Jika memiliki anak dengan cara menyewa rahim atau istilah Ibu pengganti adalah, perjanjian antara suami istri dan wanita lain untuk hamil dengan hasil pembuahan yang ditanamkan ke dalam rahimnya.Setelah melahirkan bayi wajib menyerahkan bayi itu kepada suami istri berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat.Namun,ukhti satu hal yang harus anda tahu,bahwa akad sewa rahim dalam Islam hukum nya haram di lakukan,sedangkan anak yang lahir dari ibu pengganti tidak memiliki nasab dengan nya dan tidak berhak menjadi ahli waris atau pun sang ayah menjadi wali nikah bila anak itu perempuan!]
"Berarti hukum sewa rahim dalam Islam di haramkan Ummi?"
[Benar,menurut yang saya ketahui di haramkan.Jika memang Ukhti menginginkan seorang anak dari suami ukhti sendiri,maaf cakap sebelumnya, kenapa ukhti tidak membiarkan suami anda menikah lagi.Tapi harus ikhlas lahir batin,harus ridhoi saat suami menikah lagi.Jika seorang istri menerima poligami suaminya dengan tetap berlaku baik kepadanya dan kepada istri keduanya, maka baginya pahala orang-orang yang berlaku baik, seperti dalam firman Allah,yang artinya:Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az Zumar: 10)MasyaAllah,pahala sabar yang Allah berikan kepada istri yang sabar sangatlah besar,bisa saja surga balasan nya kelak,bagi istri-istri Sholehah]
Mendengar penjelasan Ummi Fatimah,membuat Aisah meneteskan air mata nya.Karena dia belum bisa menyakinkan diri nya ikhlas berbagi suami dengan wanita lain.Dada nya sesak,kepala nya terasa pusing,air mata nya terus saja menetes.
"InsyaAllah,saya akan belajar ikhlas mulai dari sekarang ummi,terimakasih untuk pencerahan nya.Assalamualaikum"
[Waalaikumsalam ]
Panggilan itu terputus,Aisah tidak berhenti menangis.Setelah lepas dari saran memiliki anak dari wanita lain,kini Aisah di hadap 'kan dengan saran merelakan suami untuk berpoligami.
Dalam diri seorang wanita telah tertanam rasa cemburu dan rasa iri,bila seorang suami tidak bisa berlaku adil,maka bersiap-siap lah rumah tangga yang akan menjadi korban nya.
Jam di dinding menunjukkan waktu nya sholat Dzuhur,terlihat Aisah yang sedang menjalankan kewajiban nya.
Setelah selesai sholat,ia pun berdoa kepada Allah,sembari meminta petunjuk atas kebimbangan hati nya.Aisah berzikir sebentar untuk menenangkan hati nya yang gelisah dan juga rasa cemas yang terus menerus menyerang diri nya.
...***...
Di meja makan,waktu makan malam telah tiba.Baik Justin,Aisah dan Causalia terlihat tidak ada yang membuka suara,padahal semua nya telah selesai makan.
Causalia tidak berani menanyakan jawaban atas pertanyaan dia satu Minggu yang lalu.Causalia tidak memikirkan itu lagi,ia sudah melupakan nya.
"Oma,akan pergi ke kamar"Causalia bangkit dari tempat duduk nya,Aisah dan Justin melihat kepergian Causalia,membuat Aisah merasa tidak enak dengan wanita tua itu.
__ADS_1
"Seperti nya Oma sedang tidak sehat"gumam Justin,tapi masih bisa di dengar oleh Aisah,
"Enggak ah,Oma sehat-sehat aja,aku memberi obat Oma tepat waktu,dan kadang meminta bantuan Phi Mila!"ujar Aisah,mereka berdua ikut bangkit dari tempat duduk nya saat kepala maid dan pelayan membereskan meja makan.
Di dalam kamar,tepat nya di balkon.Aisah sedang bersantai,dengan di temani oleh Justin sambil membereskan pekerjaan nya yang tersisa.
Setelah menelpon Ummi Fatimah,Aisah sedikit tenang,dan ia mulai merasakan perasaan yang cukup lega.
Aisah menceritakan perihal hukum sewa rahim kepada Justin,dan Aisah juga menentang keinginan Causalia untuk menyewakan ibu pengganti,karena hukum nya haram.
"Jika memang haram,tidak perlu di turuti sayang,tidak masalah,aku akan berbicara dengan Oma besok!"
"Makasih sayang"Aisah,tersenyum melihat ke arah Justin.
"Sama-sama sayang,jangan pernah menangis lagi,kalau tidak aku akan terluka.Ceritakan pada ku jika ada masalah,kita berdua akan mencari solusi bersama-sama!"
"Iya sayang!"Aisah pun melanjutkan membawa beberapa artikel yang ada di forum Ummi Fatimah.Sementara Justin,mengubungi Jos.
"Hallo Jos,kirim 'kan proposal yang kamu buat ke email ku sekarang ya,aku akan memeriksa nya!"
[Baik Tuan,tunggu lima menit!]
"Baik"
Panggilan terputus,Justin menyimpan ponsel,ia melirik ke arah Aisah,yang sedang tersenyum menatap layar iPad nya,membuat Justin ikut lega.
'Jangan pernah berubah sayang,terus lah tersenyum'batin Justin yang memperhatikan Aisah,suara email masuk membuyarkan lamunan Justin,dan dia kembali fokus pada pekerjaan yang ada di depan nya.
__ADS_1