
Tok ! Tok ! Tok !
Justin tetap mengetuk pintu kamar Aisah,untuk memberitahu pemilik kamar kalau diri nya sudah datang.Namun,tidak ada tanggapan dari dalam kamar,Justin pun mencoba membuka pintu kamar itu,dan benar saja pintu tersebut tidak di kunci.
Ceklek!
Suara pintu kamar Aisah yang terbuka.Aisah yang duduk di atas kasur nya dengan berbagai hiasan yang mewarnai kamar tersebut membuat Justin tersenyum.Karena penyambutan nya benar-benar seindah itu,dia tidak menyangka jika Aisah akan memberikan kejutan itu kepada nya.
Aisah sendiri tidak tahu,jika pria yang menikahi nya adalah Justin,pria sebelumya yang pernah ia tolak.
Deg..
Deg..
Deg..
Jantung Aisah berdegup begitu kencang,ketika mendengar suara langkah kaki Justin mendekat ke arah ranjang.Aisah yang duduk di atas ranjang,dengan membelakangi pintu merasakan hawa panas dalam tubuh nya karena gugup.
Ini untuk pertama kali bagi Aisah berada di dalam sebuah kamar bersama dengan seorang pria.
"Assalamualaikum"ucap Justin,
Deg!
Seluruh darah Aisah seakan berhenti mengalir,detak jantung nya juga seakan ikut berhenti berdetak.Aisah segera turun dari ranjang dan menoleh ke arah orang yang memberi salam karena suara itu mengingatkan nya kepada seseorang.
Begitu Aisah melihat pria yang berdiri di depan nya,ia segera tercengang,mata nya membulat,bibir nya tertutup rapat,ia tidak dapat berkata apapun saat melihat wajah tampan Justin yang tersenyum kepada nya.
"Assalamualaikum"ulang Justin,yang kini berjalan ke arah dimana Aisah berdiri.Pria itu tidak ragu datang untuk mendekat ke arah wanita yang sudah sah menjadi istri nya.
"Wa-waalaikumsalam"jawab Aisah terbata,masih belum percaya jika pria yang menikahi nya adalah Justin.
Justin mengulurkan tangan nya begitu tiba di samping Aisah.Terlihat Aisah yang mematung dengan wajah bingung nya,lalu ia segera menyambut tangan Justin,dan mencium punggung tangan tersebut,Justin juga mencium kening Aisah dengan lembut membuat jantung Aisah berdegup kencang tatkala ke dua tangan Justin menyentuh wajah Aisah.
"Rahasia Allah lebih indah ternyata dari rencana kita"tukas Aisah.Justin hanya tersenyum,dan terus saja memandangi Aisah sehingga membuat Aisah tersipu malu.
__ADS_1
"Apa kamu malu?"tanya Justin,Aisah memalingkan wajah nya tidak menjawab pertanyaan tersebut.
Suara azan berkumandang,sehingga membuat ke dua nya terkejut.
"Mas,sudah waktu nya sholat,ijinkan saya untuk membersihkan diri lebih dulu"Aisah menoleh ke arah Justin,
"Biarkan aku membantu mu"ucap Justin yang mendekat ke arah Aisah.
"Aisah,bisa sendiri mas"jawab Aisah yang malu,saat Justin akan membantu nya melepaskan hiasan di atas kepala Aisah.
"Baiklah"
Aisah pun berlalu ke arah kamar mandi,Justin hanya bisa tersenyum saat melihat wanita itu berjalan dengan tergesa-gesa menuju kamar mandi.
Blam!
Aisah segera menutup pintu kamar mandi,lalu ia menempelkan tubuh nya di daun pintu,memegang dada nya yang sejak tadi serasa sesak.
"Apa yang harus ku lakukan"gumam Aisah yang bingung,ia sudah lupa apa tujuan nya ke kamar mandi karena terlalu gugup.
Ada berbagai macam piagam yang bergelantungan di dinding,serta beberapa bingkai foto milik Aisah.
Justin terus saja tersenyum saat berada di dalam kamar itu,entah apa yang sedang pria ini pikirkan sehingga membuat ia tak bisa berhenti tersenyum.
Justin mendengar pintu kamar mandi yang kembali terbuka,berharap jika istri nya sudah selesai membersihkan diri,dan giliran dia yang akan membersihkan dirinya.
"Mas"panggil Aisah,Justin segera menoleh.
"Bi-bisakah Aisah minta tolong?"
"Apa itu?"dengan cepat Justin menjawab dan mendekat ke arah pintu kamar mandi.Kini Justin sudah berada di depan Aisah yang berdiri di depan kamar mandi.
Justin melihat wajah Aisah tanpa berkedip sedikit pun.
"Apa yang bisa aku bantu?"
__ADS_1
"Tolong bantu Aisah untuk membuka resleting gaun ini"tukas Aisah sembari berbalik.Justin menaikan alis nya saat mendengar permintaan Aisah.
Pria itu,segera melangkah masuk ke dalam kamar mandi,dan menutup pintu kamar mandi.Aisah yang berdiri di depan Justin,dengan membelakangi nya masih merasa gugup,apalagi berada dalam keadaan yang tak terduga sebelumnya.
Tangan Justin,bergerak menurunkan resleting gaun Aisah.
"Terimakasih mas"ucap Aisah,setelah resleting itu berhasil turun.
"Eeemmm"Justin segera keluar meninggalkan Aisah di dalam kamar mandi,Justin sendiri merasa gugup saat berada di dekat Aisah.
* * *
Di meja makan,untuk pertama kali nya Aisah menyiapkan makan malam untuk Justin.Terlihat pria itu yang terus saja menatap pergerakan Aisah disaat wanita ini sedang mengambil nasi dan sayuran untuk dirinya.
Pandangan itu,membuat Azmi tersenyum bahagia,karena sudah lama ia tidak melihat keceriaan dari raut wajah sang adik.
Setelah selesai makan malam,Aisah dan Justin berpamitan untuk kembali ke kamar.
Di dalam kamar,Aisah dan Justin duduk di tepi ranjang.Ke dua nya terlihat tidak satu pun yang berani membuka suara.
"Apa kamu gugup?"tanya Justin,sembari memegang tangan Aisah.
"Eeemm,iya"jawab Aisah singkat.
Terdengar beberapa lantunan ayat suci Alquran yang berasal dari pondok-pondok santri.Terdengar begitu jelas dari dalam kamar Aisah.
"Aisah,ridhoi kah dirimu jika aku menyentuh mu? ikhlas kah dirimu jika aku melabuh cinta yang halal padamu? damai kah hatimu jika aku yang menjadi pendamping hidup mu?"pertanyaan itu terdengar begitu asing dari telinga Aisah.
"Wahai suami ku,laki-laki yang di pilih 'kan Allah untuk takdir jodoh ku.Laki-laki yang akan melengkapi kekurangan ku,serta membimbing ku menjadi wanita yang lebih mulia dan lebih baik lagi,engkau adalah imam ku,maka aku adalah makmum mu suami ku"pungkas Aisah.Justin, memegang ke dua wajah Aisah,lalu mengecup kening sang istri berulang kali.Serta mendoakan kebahagian dunia akhirat untuk Aisah.
"Bismillahirrahmannirrahim. Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa"bisik Justin,tepat di telinga Aisah,lalu perlahan-lahan membaringkan tubuh Aisah dengan begitu lembut agar tidak menyakiti sang istri.
Justin mengecup beberapa kali dahi Aisah,lalu ke dua mata nya,terlihat air mata mengalir dari sana,membuat Justin tertegun,lalu menyeka air mata itu.
Aisah mengukir senyuman bahagia untuk Justin,pertanda diri nya sudah menerima Justin seutuhnya,dan siap memberikan seluruh hidup nya untuk sang suami.
__ADS_1
'Mulai malam ini,aku adalah tempat untuk engkau curah 'kan segara rasa lelah mu,dan tempat untuk mu berbagi suka dan duka'batin Aisah yang kini memandang lekat ke arah netra Justin,sebelum ke dua nya melewati malam yang begitu panjang.