
Aisah dan Nayra sedang membereskan koper baju milik mereka,karena tiga hari lagi mereka akan meninggalkan tempat tersebut.
"Jangan ada yang tertinggal,apa lagi makalah untuk kampus bisa bermasalah kalau itu hilang!"tukas Aisah,sembari meletakkan laptop di dalam koper nya.
"Aisah,sejak dari tadi ponsel mu bergetar,siapa yang menelpon nya?"tanya Nayra,berjalan arah Aisah.
"Nomer tidak di kenal,biasa nya sih tidak penting!"sahut Aisah,lalu berjalan ke arah pintu,Nayra pun mengikuti nya untuk keluar.
Blam!
Mereka berdua,terlihat sudah rapi dengan pakaian mereka,lalu berjalan ke arah pintu utama.
"Apa yang ingin kamu cari?"
"Tidak ada,aku ingin membeli beberapa oleh-oleh untuk Kakak ipar!"sahut Aisah,yang menarik handle pintu.
Ceklek !
"Selamat pagi!"ucap seseorang begitu pintu terbuka,membuat Aisah dan Nayra terkejut.
"Pagi"sahut Nayra,lalu menyenggol lengan Aisah,
"Pagi Tuan Justin"ucap Aisah dengan ramah,lalu Aisah menoleh ke arah Nayra yang tersenyum pada nya.
"Kalian mau pergi?"
"Iya,kami berbelanja"sahut Aisah singkat,
"Aku terlalu terburu-buru,harus nya bisa mengantar kalian.Tujuan aku kemari,untuk berpamitan,terutama kepada Aisah,aku datang kemari untuk mengharapkan doa restu dari mu"Justin menatap Aisah dengan begitu dalam.
"Restu?"Nayra mengulangi ucapan Justin.
Deg...
Aisah menatap pria itu dengan nyalang,mata nya menyempit,lalu ia segera tersadar.
"Semoga Tuan Justin,dan calon pengantin wanita hidup berbahagia!"tukas Aisah,Justin langsung melotot,menatap Aisah dengan tajam,membuat Nayra dan Aisah saling lirik satu sama lain.
"Apa ucapan ku ada yang salah?"tanya Aisah lagi,
__ADS_1
"Ha..Ha..Ha.."Justin tertawa geli saat mendengar ucapan Aisah,
"Eeehemm"Pria itu kembali berdehem,"Aku ingin pergi bertugas ke Jepang,dan meminta doa mu agar perjalanan bisnis ku lancar kali ini.Jika aku berhasil,aku ingin menghadiahkan surat terbuka untuk anak-anak panti untuk bersekolah hingga mereka sampai ke university nanti akan di biayai oleh Keluarga Arlando!"pungkas Justin,langsung saja ekspresi Nayra sangat syok,
"Tuan,apa itu tidak berlebihan?"tanya Aisah.
"Tidak,kamu sangat menyukai anak panti,jadi itu termasuk bagian yang harus ku pertahankan juga,jika kamu senang,maka aku akan senang !"
Aisah menghela nafas nya,lalu tersenyum,"Terimakasih atas kemurahan hati anda,tapi itu berlebihan.Jika anda ingin berbuat baik,maka lakukan saja seikhlas nya,tanpa melakukan itu semua karena saya!"tegas Aisah.
"Tidak bukan begitu..."Justin mulai mengejar Aisah yang sudah berjalan ke arah pintu gerbang.
"Tuan muda,sudah waktu nya kita berangkat,jika di tunda lagi,aku takut semua nya akan gagal!"Jos,menghampiri Justin,yang ingin mengejar Aisah,
Justin tidak menanggapi ucapan Jos,seperti biasa,Justin tidak mampu untuk menyangkal perkataan Aisah.Namun,Justin akan mampu membunuh atau menaklukan orang lain,hanya Aisah yang mampu membuat Justin selalu mengalah,sebesar itu cinta Justin untuk Aisah.
Melihat Aisah,yang sudah naik mobil Taxi,Justin pun segera masuk mobil untuk pergi dinas.
"Berapa jam meeting?"
"Meeting selama dua jam,dan kita harus tinggal selama tiga hari di sana!"pungkas Jos,yang sedang menyetir.
"Baik Tuan!"
"Eeemm,apa kata Oma? bukan kah kalian telah bertemu dengan Aisah beberapa hari yang lalu?"
"Tuan,bagaimana anda tau?"
"Kau mulai lagi Jos,menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan lain.Apakah sulit bagi ku untuk mengetahui nya?"
"Ma-Maaf Tuan Justin.Nyonya besar menyukai nya,tentu saja Nyonya ingin melamar wanita itu untuk Tuan !"pungkas Jos,
"Jaga Oma selama aku pergi!"
"Baik Tuan"
Jos pun menaikan kecepatan mobil nya agar lebih laju lagi,karena mereka harus segera tiba di bandara.
* * *
__ADS_1
Tiba di depan mall Siam Paragon.Nayra dan Aisah telah turun dari taxi,kedua nya lalu menatap pintu masuk mall tersebut.
"Apa kamu yakin?"tanya Nayra kembali,karena ini baru pertama kali untuk nya berbelanja disitu,bagi Nayra tidak masalah,selama Aisah masih bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik.
"Yakin.Bukan kah,kamu juga ingin membelikan jam tangan untuk Ayah mu?"Aisah melirik Nayra.
"Bagaimana kamu tau?"Nayra berbalik melihat ke arah Aisah.
"Aku tau,aku semua tau,meskipun Ayah mu tidak pernah memperlakukan mu dengan baik.Namun,setiap ulang tahun nya,kamu selalu memberikan hadiah terbaik untuk nya bukan?"Aisah memegang tangan Nayra,melihat netra yang mulai mendung.
"Aku tidak tau,apa setelah ini ia akan menerima ku dengan baik,atau sebalik nya.Kamu tau Aisah,aku sudah hidup selama lebih dari dua puluh tahun dalam kebencian ayah ku.Setiap hari dia memaki dan menghina ku,tapi aku tidak tahu alasan nya,seandainya ibu masih ada mungkin perlakuan nya akan berbeda!"satu tetes buliran itu sudah berhasil lolos dari pelupuk mata Nayra.
"Kamu tidak perlu bersedih,ada aku yang akan menemani mu,kita akan menjadi sahabat selama nya!"Aisah memeluk Nayra,menenangkan wanita ini.
"ayo kita berbelanja lebih dulu!"lanjut Aisah,di balas anggukan oleh Nayra.
Aisah dan Nayra masuk ke dalam sebuah toko,banyak jam tangan dan juga tas bermerk di dalam sana.Terlihat begitu menggiurkan.
"Apa kamu menyukai nya?"tanya Aisah,saat melihat Nayra menatap dompet di depan nya.
"Iya.Tapi,uang ku sedang tidak bagus!"sahut Nayra yang tersenyum.
"Akan aku hadiah itu untuk mu!"ujar Aisah,langsung mengambil dompet di depan nya.
"Tidak usah Aisah,bukan kah,itu uang tabungan mu,kamu tidak perlu membeli nya untuk ku!"Nayra menolak,namun Aisah tetap ingin membelikan itu kepada sahabat nya.
Dugh!
Aisah menabrak seseorang,sehingga membuat tubuh nya kehilangan ke seimbangan.
"Hati-hagi Nyonya!"seru seseorang memegang ke dua bahu orang yang di tabrak oleh Aisah.Sedangkan,Nayra membantu Aisah yang terjatuh.
"Kamu tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa.Bagaimana dengan wanita itu?"tanya Aisah,ia melihat beberapa orang berdiri di samping wanita yang di tabrak oleh Aisah.
"Permisi,Nyonya Anda tidak apa-apa ?"tanya Aisah dengan sopan,meskipun pengawal mencoba menghalangi Aisah untuk mendekat.
"Biarkan dia lewat!"titah wanita itu,Aisah pun mendekat,dan melihat wanita tua yang sebelum nya ia bantu di swalayan di dekat kontrakan mereka.
__ADS_1
"Nenek?"ycap Aisah yang terkejut.Wanita itu juga ikut terkejut,bersama dengan Jos.Sebelumnya wanita ini menyamar untuk mendekati Aisah.Tapi malah bertemu di tempat seperti ini,dengan penampilan yang berbeda.