Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Marah


__ADS_3

Di sepanjang jalan, Justin terlihat begitu marah, terlebih lagi ia tidak memperdulikan Al yang sedang ketakutan.


Sampai di rumah, Aisah segera turun, lalu membantu Al, dan Aisah membawa Al masuk ke dalam rumah. Tak lama Justin pun turun, dengan membawa semua barang milik Al.


"Bi Raya bawa Al ke kamar ya, tolong bantu ganti 'kan baju nya"


"Baik Nyonya"


Justin langsung pergi ke kamar, dan melewati tempat dimana Aisah berdiri, dan Justin terlihat begitu marah.


Ceklek !


Aisah membuka pintu kamar, melihat seluruh kamar yang berantakan, dengan sprei yang berhamburan di lantai dan semua benda yang tertata rapi di atas meja rias sudah berserakan di lantai akibat amukan Justin.


"Mas..." panggil Aisah, sembari berjalan ke arah balkon dimana sang suami berada, tengah berdiri di dekat tembok balkon, dengan tatapan yang fokus ke depan. Rasa marah nya belum reda, bahkan ia menggenggam erat tembok balkon tersebut.


"Kenapa Kamu tidak pernah bercerita pada ku, jika dalam beberapa hari ini kamu juga bertemu dengan nya?" pertanyaan Justin membuat Aisah takut, padahal dia sudah berniat menyembunyikan itu semua dari Justin, hanya saja Justin bukan orang yang bisa di bohongi, dia akan tahu sekecil apapun kebohongan yang di tutupi Aisah.


"Mas, orang itu tidak penting untuk kita kenapa aku harus bercerita, jika dia penting dalam hidup kita dan membawa keuntungan mungkin aku akan berbagi cerita dengan mu


Dia hanya masa lalu, dan sampai kapan itu tidak akan mengubah kenyataan nya, meskipun dia memaksa nya!" ujar Aisah kini mengusap lengan Justin, mencoba menenangkan sang suami nya.


"Aku bukan takut kamu akan kembali kepada nya. Namun, aku takut, jika aku belum bisa membahagiakan mu, sehingga aku membuat hidup mu begitu rugi memilih bersanding dengan ku!" pungkas Justin, yang kini melirik ke arah Aisah, yang berdiri di samping nya.


"Kehadiran Al adalah bukti cinta kita dan kebahagian kita selama ini sayang" Justin segera menarik Aisah kedalam pelukan nya setelah mendengar jawaban Aisah.


"Jangan pernah berpikir jika aku akan meninggalkan kamu dan anak kita, aku tidak berpikir seperti itu, aku berharap jika kita akan berpisah biar 'kan maut yang memisahkan kita"


Justin mengusap lembut punggung Aisah, dan menenggelamkan wajahnya di bahu sang istri.


Malam pun tiba ...


Di meja makan, terlihat Al yang hanya diam saja, tidak berani mengeluarkan suara nya, namun ia makan dengan begitu lahap.


"Sayang, apa ikan nya enak?" tanya Justin, Al langsung menoleh dan mengangguk.

__ADS_1


"Apa Al takut sama Papi?" Justin masih berusaha berbaikan dengan anak nya itu. Al kembali menganggukkan kepala nya saat mendengar pertanyaan Justin.


Justin tersenyum, lalu meletakkan potongan daging ikan salmon panggang di piring Al.


"Makan lah yang banyak, besok hari libur Papa akan mengajak kalian ke Bali, kita butuh liburan bukan?" langsung wajah Al berubah, ada rasa bahagia yang terpancar dari sinar raut wajah Al.


"Benar Pi?" tanya Al memastikan Justin tidak berbohong.


"Benar, Papi sudah memesan tiket, dan kita akan pergi besok, Papa sudah menyewa tempat penginapan, dan menyiapkan semua keperluan kita" pungkas Justin, dan itu membuat Aisah bingung.


"Kapan mas,. mempersiapkan itu semua? kenapa aku tidak tahu?"


"Saat kamu turun menyiapkan makan makan" jawab Justin dengan raut wajah yang masih menampilkan senyuman tampan nya.


Akhirnya suasana canggung kembali seperti semula lagi, mereka terlihat sudah baik-baik saja, bahkan Al sudah menunjukkan keceriaan nya lagi, setelah di ajak bicara oleh Justin.


Ke esokan paginya....


Di depan mobil terlihat Al yang sudah siap dengan koper kecil nya, lalu ada Justin yang sedang menunggu Aisah keluar.


"Maaf mas, aku tadi menyiapkan bekal untuk Al" seru Aisah, yang baru saja keluar dari rumah, dan di ikuti Raya.


"Terimakasih Nyonya. Dan hati - hati di jalan"


"Sama - sama Bi, makasih doa nya, kami pergi dulu"


Al dan Justin sudah lebih dulu masuk mobil, dan di susul oleh Aisah. Al dan Aisah melambaikan tangan nya ke arah Bi Raya, dan terlihat perempuan paruh baya itu tersenyum ke arah mobil Justin.


Sepanjang perjalanan Al hanya diam saja, ternyata Al sudah tertidur, padahal baru saja mereka keluar dari rumah, Al sudah terlihat mengantuk.


"Kenapa dia cepat sekali tidur, apa dia tidak tidur semalam?"


"Seperti nya, karena memikirkan liburan hari ini, membuat Al tidak tidur" ungkap Aisah, yang tersenyum sembari menoleh ke arah Al yang ada di kursi penumpang.


Mereka melanjutkan perjalanan nya, lalu tiba-tiba Justin menghentikan mobil nya di depan supermarket yang waktu itu.

__ADS_1


"Kenapa berhenti disini mas?"


"Ada urusan penting, sebentar ya sayang"


"Iya mas"


Justin segera turun dan Aisah menunggu di dalam mobil, sembari melihat ke arah Justin yang masuk ke dalam supermarket.


Dari jauh, Aisah dapat melihat jika Justin berbicara dengan seseorang, pria itu seperti manager supermarket.


Dan tak lama, Justin kembali lagi, dengan membawa satu kantong plastik di kantong nya, lalu memberikan nya kepada Aisah.


"Mas, beli cemilan lagi, padahal aku sudah menyiapkan nya di rumah!" ujar Aisah, sembari memeriksa kantong plastik yang diberikan Justin barusan.


"Aku tidak membeli, aku mengambil nya" jawab Justin,


"Mengambil? maksud mas?" Aisah menatap Justin dengan bingung.


"Iya aku mengambil nya, tanpa membayar, ini Supermarket aku"


Aisah terdiam, masih mencerna ucapan suami nya.


"Su-supermarket kamu mas?" tanya Aisah, Justin hanya mengangguk.


"Jadi, karena itu kamu tahu, beberapa hari yang lalu aku dan Yudha bertemu?"


"Jangan sebut nama pria itu, aku tidak ingin mendengar nya" ketus Justin dengan raut wajah kesal.


"Maaf mas..."


"Aku tahu, karena setiap hari aku memeriksa cctv yang terpasang disana, dan aku juga tahu jika beberapa hari ini dia mencari keberadaan kamu, dan mengetahui sekolah Al"


"Eeemmm" Aisah hanya menjawab singkat, selama ini dia tidak pernah bertanya tentang pekerjaan suami nya yang lain, yang ia tahu Justin punya perusahaan dan dealer itu saja.


"Kamu tenang saja, dia tidak akan menganggu kita lagi, aku sudah mengingatkan nya, dan dia tidak akan bisa melupakan itu" tegas Justin, dan pernyataan Justin membuat Aisah bingung.

__ADS_1


Di tempat lain, di sebuah perusahaan yang tergolong lebih kecil dari perusahaan Justin, sedang mengumumkan kebangkrutan mereka. Dalam satu malam, Justin telah membuat perusahaan itu bangkrut, karena Yudha telah berani menyentuh dan menganggu istri nya di depan umum.


Tiba di bandara, Justin menelpon Jos untuk menjemput mobil mereka, sebelum pesawat mereka take off.


__ADS_2