
Aisah baru saja kembali dari dapur untuk memeriksa apa yang di masak oleh pelayan.Sudah tinggal selama dua bulan bersama dengan Ketty,hidup Aisah tidak lebih baik dari sebelumnya.
Harusnya pekerjaan itu,Ketty yang melakukan nya sendiri,namun malah Aisah yang sibuk dalam segala hal.
"Nyonya muda ke pertama!"sapa kepala maid,yang berdiri di depan pintu dapur,Aisah tersenyum kepada Phi Mila,yang bertanggung jawab disana.
"Bagaimana hidangan nya,apa sudah siap semua?"
"Sudah Nyonya!"
"Pastikan,untuk Oma jangan ada garam ya,serta minuman Oma,gunakan gula yang biasa saya pakai,jangan gula yang lain!"
"Baik Nyonya,kami sudah mengerti!"setelah mengatakan itu,Aisah pun kembali ke kamar dan memeriksa Justin yang sedang bersiap untuk ke kantor.
Semenjak hadirnya Aisah di keluarga Arlando,yang mengurus Oma adalah Aisah.Dulu,Justin sendiri yang mengurus Oma nya karena ia tidak akan percaya pada orang lain.
Ceklek !
"Sayang,kebetulan sekali kamu datang,bantu benarkan dasi aku!"Aisah pun segera membenarkan dasi Justin,setelah dasi nya rapi,Justin tidak lupa mengecup kening sang istri.
"Semoga kebahagiaan,selalu menyertai mu istriku!"
"Amiin,semoga Allah selalu menjaga setiap langkah mu mas,dan di jauhkan dari segala marabahaya!"
"Amiin,Allahuma Amiin!"
Ke dua nya keluar dari kamar,dengan posisi tangan Justin,merangkul pinggang Aisah.Causalia tersenyum memperhatikan Aisah dan Justin terlihat begitu bahagia,kedua nya menghampiri Causalia dan sama-sama mengecup pipi Causalia.
"Pagi Oma!"ucap ke dua nya bersama.
"Pagi!"
Aisah mengambil makanan untuk Justin,lalu ia mempersiapkan makanan untuk Oma.
"Oma,hanya boleh makan ini,karena ini makanan nya bebas garam,dan minuman nya juga tidak banyak gula!"
"Sayang,kamu tahu yang terbaik untuk Oma"ujar Justin,yang memperhatikan Aisah,
"Kamu tidak salah memilih istri Justin,Oma bangga pada mu!"
"Mas,kamu terlalu berlebihan!"setelah melayani ke duanya,kini giliran Aisah untuk mengambil makanan.
"Sudah pada sarapan,kenapa enggak menunggu kami juga?"seru Ketty yang baru saja tiba di meja makan bersama dengan Cakra.
"Siapa yang mau tunggu kalian,bisa mati kelaparan!"cibir Causalia,Ketty langsung duduk dengan wajah yang cemberut.
"Aisah,tolong bantu ambil 'kan itu!"Aisah pun mengambil nya,karena posisi mangkuk ada di depan nya,ia pun tidak keberatan untuk mengambil nya.
"Yang itu juga,itu juga tolong tangan ku tidak sampai!"
__ADS_1
Disaat Aisah ingin bangkit,Justin melarang nya,ia memegang tangan Aisah.
"Kamu memang pemegang kunci rumah ini,namun Nyonya muda tertua disini,tetap Aisah,dan kamu harus menghormati nya!"tegas Justin,
"Apa salah nya sih orang minta tolong!"
"Kamu enggak cacat,bisa ambil sendiri!"
"Mas sudah,jangan di lanjut nanti malah ribut!"bisik Aisah,sembari mengusap dada Justin,untuk meredakan kemarahan nya.
"Aku kenyang sayang! Aku langsung berangkat ke kantor!"
"Iya mas! Aku antar ke depan nya!" Aisah dan Justin pun bangkit dari tempat duduk nya,lalu ia mengantar sang suami yang ingin pergi ke kantor.
"Cakra,kalau kamu terlambat,gaji mu di potong!"
Mendengar ucapan Justin,Cakra pun bergegas untuk ikut pergi juga,padahal ia belum selesai sarapan,namun Cakra takut gaji nya di potong oleh Justin.
"Oma,kenapa sih Mas Cakra jadi asisten Jos,harusnya 'kan dia bisa jadi direktur disana!"
"Cakra yang jadi direktur? dua hari langsung gulung lapak perusahaan Arlando!"cibir Causalia,Ketty pun terdiam dan melanjut menghabiskan sarapan nya yang tersisa.
"Sayang,aku berangkat dulu.Kalau ada apa-apa segera hubungi aku!"
"Iya mas,hati-hati ya mas!"
Setelah mobil itu berlalu pergi meninggalkan mansion.Aisah pun berniat untuk kembali masuk,namun tiba-tiba ia merasakan kepala nya pusing serta perut nya juga ikut sakit.
Aisah merasa ia sangat lelah,bahkan untuk bergerak masuk ke dalam rumah saja ia tidak sanggup kepala nya sangat pusing,bahkan ia hampir membuat ia terjatuh.
"YaAllah,kenapa tiba-tiba sakit begini,ini terlalu sakit,hamba tidak kuat!"Aisah memegang kepala nya,tangan satu lagi memegang daun pintu.
"Nyonya muda,apa Anda baik-baik saja?"tanya Kepala maid,
"Aku baik-baik saja Phi,kalau Oma nyariin aku bilang aku di kamar ya!"
"Iya Nyonya muda!"Phi Mila,sedikit menunduk.Aisah pun bergegas masuk ke dalam kamar nya yang berada di lantai atas.
Ketty yang baru saja keluar dari dapur,melihat Aisah yang berjalan menaiki tangga,Ketty sudah tahu jika Aisah akan kembali ke kamar nya.
Sekitar pukul 13:21,Causalia tidak melihat Aisah,setelah mereka bertemu di meja makan tadi pagi,dan ia tidak lagi melihat Aisah dan itu membuat Causalia ingin mencari nya.
"Mila,kau melihat menantu ku?"
"Menantu Oma? Nyonya Ketty atau Nyonya Aisah?"
"Aisah!"
"Oh,Nyonya muda kedua ada di kamar Nyonya besar.Tadi,beliau berpamitan sama aku!"
__ADS_1
"Dikamar? apa dia sakit?"
"Seperti nya ia Oma,ia terlihat begitu pucat,bahkan sebelum masuk kamar,aku melihat nyonya muda memegang pintu,seperti hendak pingsan!"ungkap Mila,
"Mila,hubungi Justin,aku akan melihat Aisah di kamar nya!"
"Baik Nyonya Besar!"
Causalia segera menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar Aisah dan Justin.Tiba di depan kamar,Causalia langsung mengetuk nya.
Tok ! Tok ! Tok !
"Si-siapa?"
"Ini Oma sayang,boleh Oma masuk?"
"Silahkan Oma,pintu tidak di kunci!"
Ceklek !
Causalia melihat Aisah yang berbaring lemah di atas kasur,lalu dengan langkah terburu-buru Causalia menghampiri nya.
"Ada apa sayang? apa kamu sakit?"tanya Causalia,memegang tangan Aisah,dan menyentuh dahi nya.
"Wajah mu pucat sekali,kamu juga berkeringat banyak! ayo kita ke rumah sakit "
"Oma,Aisah enggak apa-apa,tidur sebentar juga akan membaik!"Aisah menolak untuk pergi.
Brak!
Pintu kamar terbuka lebar,Causalia terkejut,Justin tiba begitu cepat dari yang Oma bayangkan.
"Sayang,apa yang terjadi,kamu sakit?"Justin langsung duduk di tepi ranjang,dan memegang tangan Aisah,serta memeriksa suhu tubuh sang istri.
"Aku tidak apa-apa mas,aku hanya demam"
Tok ! Tok ! Tok !
"Tuan,dokter Delta disini!"seorang wanita muda,dia adalah dokter pribadi keluarga Arlando.
"Suruh dia masuk!"
"Dok,silahkan !"Delta segera masuk,dan di sambut ramah oleh Causalia.
"Delta,tolong kamu periksa istri ku,ia terlihat begitu pucat,dan lemah!"
"Permisi,biar Aku memeriksa nya dulu!"Delta pun segera mengeluarkan alat medis untuk memeriksa Aisah,dan juga serta mengecek suhu tubuh nya.
"Jadi dok,apa yang terjadi?"tanya Justin,Delta menghela berat nafas nya.Lalu,melirik ke arah Aisah,yang saat ini juga menunggu jawaban Delta.
__ADS_1