
Justin mengantar Aisah dan Nayra sampai ke kontrakan.Awal nya Aisah ingin menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan pria itu.Namun,saat melihat Justin terus mendesak akhirnya wanita ini pun luluh.
"Khob Khun khrap!"ucap Nayra begitu ia turun dari mobil Justin.Dia mengucapkan terimakasih kepada Justin yang telah mengantar mereka sampai di depan kontrakan.
Namun,pandangan Justin,justru tidak berpaling dari menatap Aisah.Nayra menyenggol Aisah,untuk mengucapkan terimakasih kepada pria itu.
"Khob Khun Na!"ucap Aisah dengan lembut.
Setelah mengatakan itu,Aisah baru saja sadar ucapan nya terlalu spesial untuk seorang Justin.
"Maaf!"lanjut Aisah,lalu menarik tangan Nayra untuk masuk.
"Heeh,menarik sekali!"Justin,terus tersenyum menatap Aisah,yang berjalan tergesa-gesa menuju pagar rumah nya.
"Aisah,kenapa kamu menarik ku!"Nayra,merasa kesusahan saat berjalan.
Aisah terus saja menarik nya dengan paksa.
"Aku capek,ingin beristirahat!"
"Aisah tunggu!"pekik Nayra,yang mengejar Aisah.
"Apa lagi?"Aisah mengeluarkan kunci rumah,
"Kenapa kamu mengucapkan kata-kata terimakasih dengan ucapan yang spesial dan lembut begitu?"tanya Nayra penasaran,
"Kebetulan saja,lagian aku tidak terlalu pandai dalam berbicara dengan bahasa Thai!"ungkap Aisah,melangkah masuk,begitu pintu nya terbuka.
"Kamu berbohong,hari ini aku melihat mu berbicara dengan Tuan Justin.Terlihat sangat dekat dan ada sedikit kemajuan dari pada sebelum nya!"Nayra terus mengikuti Aisah,
"Mungkin sebelum nya aku salah paham terhadap pria itu,aku mengira dia orang jahat.Tapi,setelah melihat ia begitu peduli dengan Chai dan Akara,aku sadar menilai seseorang itu jangan dari tampang nya!"pungkas Aisah.
"Raut wajah nya memang terlihat seperti orang yang sombong dan sering kali kita jumpai di negara kita,banyak orang yang berpangkat tinggi kelakuannya pasti minus.Namun Aisah,aku sudah berbicara dengan Tuan Justin.Dia sangat sopan berbicara dengan kita yang hanya seorang wanita,dan juga orang asing di negara ini"ungkap Nayra.
"Eeemmm"
"Hanya eeemmm?"tanya Nayra,Aisah menaikan satu alis nya.
__ADS_1
"Jadi apa yang harus ku jawab?"Aisah malah berbalik bertanya kepada sahabat nya itu.
"Tidak kah,kamu berpikir,jika suatu saat dia akan menjadi jodoh mu?"
Aisah langsung menatap Nayra dengan tajam.
"Nay,kamu lupa,kita dan Tuan Justin berbeda. Dari segi agama,materi dan banyak hal lain,kamu tau dia orang nomer satu disini,dan kita hanya mahasiswa yang baru saja lulus,bahkan kita belum tau apa yang akan kita jalani ke depan nya!"pungkas Aisah,lalu berjalan ke arah kamar.
Nayra mengikuti Aisah dari belakang,"kenapa kamu masih mengikuti ku? jika kamu ingin membahas masalah pria itu,lebih baik kamu urung niat mu,aku tidak akan tertarik!"tegas Aisah,Nayra malah membulatkan mata nya.
"Ais,ini juga kamar ku,tentu saja aku mengikuti mu masuk ke dalam sini!"sembari menuju arah kamar yang ada di depan Aisah.
Aisah kembali menghela nafas nya,lalu ia pun masuk ke dalam kamar,begitu juga dengan Nayra.
* * *
Perusahaan President Foods Public Company Limited.
Justin berjalan menuju ruangan nya,dengan di ikuti oleh Jos dari belakang,dan ada dua pengawal yang juga mengikuti Justin.
"Tuan,aku belum ingin menikah,Anda saja belum menikah,bagaimana saya bisa menikah?"sahut Jos,Justin langsung menghentikan langkah nya begitu mendengar jawaban Jos.
Tatapan Justin,membuat Jos menelan saliva nya.
"Aku menyuruh kamu untuk melamar wanita itu untuk ku.Bukan untuk mu,katakan pada Oma,aku menginginkan wanita itu!"ujar Justin,kini memasuki sebuah ruangan yang mewah dan juga berkelas.Dua pengawal berdiri di luar ruangan,sementara Jos mengikuti Justin masuk ke dalam ruangan.
"Tuan,Oma setuju dengan pilihan Anda.Namun,apa wanita itu setuju dengan rencana Tuan?"
Brak!
Justin mengebrak meja,membuat Jos terkejut,lalu menundukkan pandangan nya.
"Kamu meragukan kemampuan ku? banyak wanita yang ingin dinikahi oleh ku.Hanya saja tidak satu pun dari mereka yang membuat ku tertarik!"pungkas Justin,mendongakkan kepala nya ke atas langit - langit ruangan itu.
"Kalau begitu,aku akan menyuruh Nyonya besar,untuk mempersiapkan lamaran anda Tuan!"
"Kau ingin menyuruh Oma menyiapkan semua nya? apa Kau gila!"maki Justin,inilah sosok Justin,dia akan bersikap menakutkan di depan orang lain,tapi tidak di depan Aisah.
__ADS_1
"Tapi tadi kata Tuan,meminta Nyonya Besar,untuk melamar wanita itu Tuan?"
"Iya memang benar,tapi Oma hanya menerima beres saja,yang mengerjakan itu semua tentu kamu,dan Phi Kannika yang akan mengurus itu semua,ia sudah lama bekerja sama Oma,tentu saja ia akan membantu kita untuk mempersiapkan lamaran itu!"
"Baiklah Tuan,aku mengerti,akan aku siapkan itu semua,kapan Tuan berencana untuk datang melamar?"
"Malam ini!"jawab Justin santai,
"Malam ini?Tuan malam ini,anda ada pertemuan penting,dengan Klien yang datang dari Jepang!"
"Besok pagi!"
"Besok juga ada meeting di showroom!"
"Malam nya lagi!"
"Eeemmm...malam nya,ada.."
"Jangan katakan ada meeting,jika ada aku akan membakar kantor ini!"tegas Justin,yang sudah kesal.Memang jadwal Justin selalu padat,apalagi memimpin dua perusahaan sekaligus.
"Tuan,jadwal anda padat sampai hari senin depan.Selama satu Minggu ini anda tidak memiliki waktu untuk bersantai,hari ini saja Anda tidak hadir di rapat besar antar perusahaan,itu membuat beberapa kolega marah dan kecewa dengan kita,katanya kita tidak bisa menempati janji dengan meraka!"
"Eeemmm,kalau begitu,percepat meeting di kantor,jadi kita akan hadir acara di luar kantor saja,tentu 'kan acara lamaran,di waktu aku senggang!"ujar Justin yang sudah pasrah.
"Hari Selasa jadwal Tuan kosong,jam 09:11 sampai siang hari,sore Anda ada rapat pertemuan di bagian eksport hasil laut,ke Chiang Mai!"
"Baiklah,hari Selasa,jam 09:11,kita pergi untuk melamar wanita itu,siap 'kan semua barang-barang bagus dan bermerk,untuk calon istri ku!"titah Justin,Jos mengangguk.
"Berikan berkas yang ingin aku tanda tangan !"
"Aku akan mengambil nya di ruangan ku!"Jos pun berbalik meninggalkan Justin,untuk pergi mengambil dokumen yang akan di tanda tangan oleh Justin.
"Aisah,nama yang bagus,sebagus penampilan nya,dan juga wajah nya cantik,lembut selembut cara ia berbicara!"gumam Justin,membayangkan raut wajah Aisah yang sedang tersenyum.
"Khob Khun Na!"
Kata-kata yang di ucapkan Aisah,terngiang-ngiang di telinga Justin.Bahkan kata-kata itu bisa membuat Justin tersenyum sendiri,mengingat raut wajah Aisah yang malu,saat mengatakan kata - kata yang begitu spesial bagi wanita untuk seorang laki-laki yang baru di kenal nya.
__ADS_1