Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Justin


__ADS_3

Nayra baru saja selesai mengunci pintu rumah,karena Ainong tidak di rumah.


"Nay,bisa lebih cepat,aku takut Chai dan Akara sudah menunggu lama!"sembari menatap jam di tangan nya.


"Iya-iya ini juga sudah selesai!"ujar Nayra,sembari memasukan kunci rumah ke dalam tas nya.


"Aisah tunggu!"wanita itu menoleh,melihat kearah Nayra yang masih berdiri di depan pintu.


"Kenapa ada bungkusan makanan disini?"Aisah melirik ke arah meja yang ada di teras rumah,


"Mungkin milik Ainong,coba kamu periksa!"titah Aisah,Nayra pun memeriksa nya.


"Bukan Ais!"Nayra melihat catatan yang ada di atas kotak makanan itu.


"Jadi milik siapa?"Aisah berbalik bertanya dan mendekat ke arah Nayra lagi.


"Ini untuk mu,dari Tuan Justin!"tukas Nayra,sembari memberikan catatan di tangan nya kepada Aisah.


"Apa sih mau dia,padahal aku sudah menyuruh nya untuk tidak datang kemari,apalagi memberikan ini untuk kita!"pungkas Aisah kesal,yang merasa hidup nya terganggu.


"Sudah di terima saja,rejeki tidak boleh menolak nya.Bagaimana kalau makanan ini kita bawa ke rumah sakit,biar bisa di makan sama anak - anak!"


"Boleh juga,ayo pergi!"Nayra dan Aisah pun pergi meninggalkan teras.Namun,tiba di depan pagar rumah,Nayra mendapatkan panggilan dari rumah sakit.


"Hallo!"


"Iya baik,terimakasih banyak!"Nayra langsung memutuskan panggilan itu,dan menyimpan kembali ponsel nya di dalam tas.


"Aisah,kita tidak perlu datang kerumah sakit lagi,kata ibu panti Chai dan Akara sudah kembali.Mereka kembali lebih awal,kita yang terlambat menjemput nya!"


"Ya ampun,jadi bagaimana? apa mereka baik-baik saja?"Aisah sedikit khawatir,itu adalah tanggung jawab nya.


"Mereka baik-baik saja,mereka ada di panti,kalau mau melihat nya mending kesana saja sekarang!"

__ADS_1


"Kalau gitu,pesan taxi online menuju panti!"


"Oke!"Nayra langsung mengambil ponsel nya dan memesan taxi online sesuai yang di katakan Aisah.


* * *


Tiba di depan panti,Nayra dan Aisah melihat sebuah mobil mewah yang tak asing bagi mereka,mobil itu adalah milik Justin.


"Nong Aisah,silahkan masuk,ibu baru saja mau menelpon anda lagi"ujar ibu panti,mengajak Nayra dan Aisah masuk ke dalam rumah.


"Ha..Ha..Ha..Kami suka sulap,Phi sangat hebat!"suara tepukan tangan terdengar dari arah ruangan kamar Chai dan Akara.Mereka semua sedang berkumpul disana,karena Chai dan Akara baru saja kembali dari rumah sakit.


"Apakah ada tamu?"tanya Nayra,


"Oh iya Tuan Justin,datang mengantar Chai dan Akara,Tuan Justin yang menjemput mereka!"


Aisah dan Nayra melangkah masuk dan berjalan ke arah kamar Chai dan Akara.Aisah mengintip mereka dari luar,dan melihat Justin yang sedang mengobrol dengan anak-anak panti,terlihat mereka begitu akrab dengan sosok pria yang bernama Justin.


"Chai dan Akara,sudah waktu nya untuk istirahat,agar kembali sehat,yang lain ayo keluar dulu,biar teman kalian bisa tidur!"Justin berdiri dari tempat duduk nya,anak-anak langsung berlari pergi meninggalkan kamar tersebut.


"Sama-sama Nong,sekarang kalian tidur ya,semoga segera sembuh!"Justin tersenyum,melihat Chai dan Akara mengangguk,dan patuh dengan ucapan Justin.


Justin berbalik,dan melihat Aisah yang sedang mengintip,membuat Justin tersenyum,lalu pria ini melangkah mendekat ke arah pintu.


"Sawadee kab!"ucap Justin,dengan sopan menangkup ke dua tangan nya di dada.


"Sawadee kha!"sahut Nayra,dia melirik Aisah yang bengong menatap Justin yang kini sudah tiba di depan nya.


"Tuan Justin.Terimakasih telah membawa anak-anak kembali dari rumah sakit!"sambung Aisah.Namun,ekspresi nya tidak pernah berubah selalu menatap datar ke arah Justin.Berbeda dengan Justin,ia malah selalu tersenyum bila bertemu dengan Aisah,beda hal nya di tempat lain.Aisah yang selalu tersenyum,Justin justru sebaliknya akan bersikap datar dengan orang lain.


"Sama-sama,saya malah tidak keberatan sekali pun,jika anda bisa membantu mereka,tentu saya juga bisa!"ungkap Justin,berdiri di depan Aisah,dengan ke dua tangan di masukan ke dalam saku celana.


"Seperti nya ini sudah waktu nya untuk menyiapkan makan siang!"seru Nayra,yang berbalik ingin pergi meninggalkan Aisah dan Justin di depan kamar Chai dan Akara.

__ADS_1


"Nay,tunggu!"Namun,Nayra tidak menoleh,ia mengabaikan teriakan Aisah.Dia tahu,kalau Aisah pasti akan menghindar sosok Justin.


"Aku ingin mengobrol dengan mu apa boleh,tidak soal bisnis,tidak juga soal amal!"pinta Justin kepada Aisah,wanita ini menoleh,lalu mengangguk.


Aisah melangkah ke arah taman panti,dimana tempat itu di penuhi dengan anak-anak yang sedang bermain-main.


"Ini baru pertama kali aku kemari!"ujar Justin,yang duduk di depan kursi besi.


"Pertama kali? padahal ini sangat dekat dengan perusahaan Anda!"tukas Aisah.


"Saya jarang punya waktu untuk pergi berkunjung ke panti,karena waktu saya pagi siang dan malam untuk bekerja.Saya punya tanggung jawab dua perusahaan atas pimpinan saya,dan juga selain itu saya punya tanggung jawab atas Oma saya!"ungkap Justin,Aisah membulatkan mata nya.


"Anda seorang pekerja keras!"


"Tuan Justin,bukan hanya pekerja keras,beliau juga seorang cucu yang sangat baik untuk Oma nya"ibu panti membawakan nampan berisi cangkir teh untuk mereka.


"Bahkan,beliau merawat Oma nya sendiri,tanpa memakai jasa suster,mungkin suster di kediaman nya hanya sebagai pajangan saja!"pungkas Ibu panti yang sudah mengenal Anong,Oma dari Justin Arlando.


"Phi terlalu berlebihan.Terimakasih untuk teh nya!"


"Silahkan di minum,saya permisi dulu"


"Terimakasih"ucap Aisah,Ibu panti tersenyum.


Awal nya Aisah melihat Justin pria yang sombong dan dingin,bahkan setelah mendengar banyak tentang pria ini,Aisah berubah pikiran.Kini dia bisa melihat jika Justin,pria yang baik,bisa menolong siapa saja yang menurut nya layak untuk di tolong.


'Mungkin dia tidak seburuk yang aku bayangkan'Aisah terus menatap pria itu yang sedang menyeruput teh di tangan nya.


"Apa aku terlihat tampan?"goda Justin yang tersenyum.Lalu meletakkan cangkir teh yang ada di tangan nya.


"Uhuuk..uhuk"teh yang baru saja masuk ke dalam mulut Aisah,hampir saja muncrat ke wajah Justin.Aisah segera menutup mulut nya,dan menatap pria itu dengan ujung mata nya.


"Nih!"Justin memberikan sapu tangan milik nya kepada Aisah,tentu saja bukan sembarangan sapu tangan mungkin harga nya bisa seharga mobil,apalagi ada logo H di pinggir kain kecil di tangan Justin.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan.Namun,saya membawa tisu bersama saya!"


Justin pun menyimpan kembali sapu tangan nya ke dalam saku jas yang ia pakai.


__ADS_2