
Aisah dan Ketty sedang bertempur dengan berbagai macam alat dapur,dari panci sampai terdengar suara blender yang suara kebisingan nya memenuhi suara di ruangan tersebut.
Sesekali Ketty menoleh dan melihat saingan nya yang begitu tenang,sedang memasak.
"Aduh,kuku ku bisa rusak!"gumam Ketty kesal,lalu ia memecahkan telur dan tumpah di atas dapur.
"Aagrh!"teriak Ketty dengan kesal,saat melihat telur tersebut berserakan di lantai.Aisah hanya menghela nafas nya.
"Nih,bersihkan biar tidak mengotori baju mu"Aisah memberikan sebuah serbet kepada Ketty dengan begitu tulus.Namun,wanita itu menatap nya tajam.
"Kalau kau mau,kau aja yang membersihkan nya,aku mah ogah!"
Ketty menghentakkan kaki nya,lalu berjalan ke arah kamar mandi yang terdapat di ruangan dapur tersebut.
Di dalam kamar mandi,Ketty mengeluarkan ponsel nya,lalu ia pun mengirim pesan kepada seseorang.
Aisah yang sedang fokus pada masakan nya,lalu di kejutkan dengan pintu yang terbuka lebar.
Brak!
"M-Mas!"gumam Aisah,Justin berjalan ke arah Aisah yang tengah memasak.
"Apa yang kamu lakukan disini Aisah istri ku!"tanya Justin dengan nada suara yang begitu lembut.
"Mas,aku sedang memasak untuk keluarga besar,dan ini menu yang ku pilih menurut ku menu ini yang simpel dan juga mudah!"Aisah memperlihatkan buku menu leluhur kepada Justin,lalu pria itu membulatkan matanya.
"Sayang,kenapa kamu memilih menu yang ini,kamu tau ini menu yang paling susah di tebak rasa nya disini,jika takaran nya tidak pas,kamu tidak akan menang sayang!"
Aisah tersenyum menanggapi ucapan Justin,
"Aku bukan sedang mengejar kemenangan mas,tapi aku sedang belajar melatih kesabaran ku dalam menyiapkan masakan ini,kamu tahu aku sudah berada disini hampir tiga puluh menit,tapi gula yang ku gongseng tidak pernah menjadi hasil yang baik,selalu saja gosong!"gerutu Aisah dengan cemberut.
__ADS_1
"Nah 'kan,tadi katanya melatih kesabaran,ini saja istri ku sudah cemberut,ayo tersenyum!"Justin,mencubit pipi Aisah dengan gemes.
"Sayang,sakit!"kedua nya terlihat begitu bahagia,ada orang lain yang sedang memperhatikan mereka dengan kesal.
"Tuan,anda di minta segera pergi meninggalkan ruangan ini.Oma menyuruh Anda menunggu di ruang keluarga!"tukas kepala maid,sembari menundukkan kepala nya.Justin,tidak menggubris perkataan kepala maid,dia malah tetap fokus menatap sang istri.
"Mas,pergi lah,aku akan melanjutkan untuk memasak hidangan ini,doakan Aku supaya aku berhasil"bisik Aisah,
"Tentu,aku selalu mendoakan mu"Justin mengecup tangan Aisah,lalu pergi meninggalkan dapur.
Ketty dan Aisah,kembali bertempur dengan alat masak.Di ruangan keluarga terlihat sangat tegang,terlebih lagi Justin.Dia takut,Aisah tidak bisa melewati tes tersebut,karena bagaimana pun,Aisah tidak pernah memasak khas Thailand sebelumnya.
"Tenang lah,kamu tidak perlu cemas"ujar Oma,menyentuh tangan Justin.
"Sudah ku katakan dari dulu,kamu akan menyesal jika memaksa menikahi gadis itu,bukan kah,seharunya saat ini kamu adalah orang luar? kita semua telah berbeda dengan mu!"ketus Martin.
"Lancang!"teriak Oma,yang duduk di sisi Justin.
"Siapa yang kamu sebut orang luar? dia!"tanya Causalia dengan lantang sembari melihat ke arah Justin.
Cakra terdiam saat Causalia memanggil namanya.
"Ibu,kenapa kau sangat perhitungan dengan Anak ku,kenapa kau sangat pilih kasih,kau selalu membela Justin,tapi tidak dengan anak Ku!"teriak Martin,Justin langsung bangkit dari tempat duduk nya.
"Paman cukup!"teriak Justin yang tak kalah keras dari Martin.
"Kenapa Paman membentak Oma,dia ibu Mu,dan juga Oma ku.Kalau Anda tidak bisa diam dan menghargai nya,silahkan pergi,pintu terbuka!"tegas Justin,yang kini duduk kembali,setelah Oma menenangkan nya.
"Justin cukup!"bisik Oma,menenangkan Justin,Martin mengepalkan tangan nya melihat ke arah Justin.
"Kenapa maid!"panggil Causalia,pria itu segera menghampiri Oma.
__ADS_1
"Iya Nyonya!"Kepala maid menundukkan kepala nya di depan Causalia.
"Coba kamu periksa,apa mereka sudah selesai,atau belum"
"Baik Nyonya"Kepala maid berbalik ingin melihat situasi di dalam dapur.Namun,baru saja menyentuh handle pintu,pintu dapur sudah terbuka lebih dulu.
"Nyonya muda pertama,Nyonya muda ke dua!"kepala maid menundukkan kepala nya.
"Kami sudah selsai menyajikan hidangan nya!"Ketty melewati tempat berdiri nya Aisah yang tengah berbicara dengan maid.
"Baik,Nyonya silahkan berkumpul dengan keluarga yang lain,aku akan menyuruh pelayan untuk membawa hidangan tersebut kesana.
"Terimakasih banyak!"Aisah pun berlalu dari tempat itu,dan berjalan ke arah ruangan dimana semua orang sedang menunggu.
"Oh,menantu Oma!"Causalia meraih tangan Aisah,yang ingin duduk.Ketty melihat adegan itu membuat ia jenuh,bagaimana tidak,Ketty juga salah satu menantu di keluarga Arlando,namun sikap Oma sangat terlihat jika dia pilih kasih.
Beberapa menit kemudian,Phi Mila datang ke hadapan semua orang,dengan di temani oleh beberapa pelayan yang membawa hidangan yang telah di siapkan oleh Aisah dan Ketty.
Ke dua menu yang mereka pilih terlihat begitu nikmat,bahkan mereka semua ingin sekali mencicipinya.
Pelayan meletakan piring berisi hidangan penutup di atas meja,ada Thai jello dan Roti isi custard semua makanan itu terlihat begitu menggoda apalagi bentuk nya.
Aisah terkesima melihat hidangan yang di buat oleh Ketty,hidangan itu terlihat begitu sempurna,dari tekstur dan bentuk tidak di ragukan lagi,tinggal rasanya aja yang di nilai.
Meskipun bentuk.hidangan Aisah tak sebagus milik Ketty.Namun,Aisah tetap yakin,kalau ia sudah melakukan yang terbaik,bahkan ia cukup senang dan berlapang dada untuk menerima kritikan dari mereka semua.
Maid menyuruh pelayan untuk memotong beberapa cemilan tersebut menjadi beberapa bagian,dan satu dari mereka mendapat dua potongan kue.
Semua orang terlihat sedang mencicipi hidangan tersebut.Ada Justin yang langsung memakan kue milik Aisah hingga abis dan itu membuat Causalia dan orang lain terkejut,bahkan mereka memandang ke arah Aisah dengan sinis.
"Jadi setelah kalian cicipi bagaimana perasaan kalian!
__ADS_1
"Oma langsung saja penilaian!"
"Baik lah,siapa yang memilih makanan Ketty tunjuk tangan! dan yang memilih makanan Aisah,silahkan tunjukan tangan kalian.