
Satu Minggu telah berlalu,Justin berniat berpamitan kepada keluarga Aisah.Karena Justin,akan kembali ke Thailand,serta ingin membawa Aisah bersama nya.
"Kalau memang itu sudah keputusan mu,kami pun hanya bisa merelakan kalian pergi.Tetap mengabari kami bagaimana pun keadaan mu Aisah,meskipun sekarang aku tak berhak untuk mengetahui nya,tapi aku ingin tetap tahu bagaimana keadaan mu selama disana"
"Iya Gus,Aisah paham,dan Aisah akan selalu mengabari Gus dan Kak ipar.Aisah akan pamit dulu.Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"setelah berjabat tangan,dan melepaskan pelukan perpisahan,Aisah dan Justin segera masuk mobil yang di jemput oleh Jos.
Justin melihat ke arah Aisah,yang terus saja memandang Azmi yang berdiri di teras rumah.
"Ada apa? kalau kamu tidak ingin pergi,kamu bisa tinggal dengan Mereka"tukas Justin dengan senyuman.Aisah langsung menoleh,ia takut telah menyinggung suami nya.
"Tidak mas,bukan begitu,Aisah sedih ini pertama kali Aisah pergi meninggalkan rumah untuk tinggal bersama dengan suami Aisah,dalam arti mungkin Aisah tidak secepat nya kembali ke sini.Berbeda dengan Aisah yang pergi tapi masih pulang kesini"pungkas Aisah,dengan lembut Justin mengusap kepala istri nya.
"Apa kamu bahagia?"
Mendengar pertanyaan Justin,Aisah mendongakkan kepala nya,lalu tersenyum kepada sang suami.
"Kalau aku tidak bahagia,wajah ku tidak secerah ini"
Mendengar pertanyaan konyol sang istri justru membuat Justin,tidak bisa tidak mencubit pipi Aisah.
"Mas,sakit"pekik Aisah,sembari mengusap wajah nya.Jos yang melihat itu hanya bisa tersenyum.
"Jos,apa setir nya berpindah ke belakang ?"cibir Justin,Jos langsung menoleh ke depan.
"Tidak Tuan"sahut Jos,Justin lalu kembali melihat Aisah dan tersenyum.
Perjalanan mereka menuju bandara pun berlalu dengan lancar,dan kini ke dua nya telah berada dalam sebuah pesawat yang akan menerbangkan mereka bertiga ke Thailand.
* * *
Tepat sore hari,ke dua nya telah tiba di depan mansion keluarga Arlando.Jos membukakan pintu mobil untuk Justin dan juga Aisah.Ke dua nya segera turun dari mobil,dari jauh terlihat Causalia dan beberapa pelayan lain nya menunggu kedatangan mereka kembali.
__ADS_1
"Selamat datang Tuan muda"
"Selamat datang Tuan muda dan Nyonya muda"
Itulah yang Aisah dengan saat Aisah menginjakkan kaki nya di halaman mansion yang besar itu.Kediaman Arlando bak kerajaan yang terpampang nyata di depan Aisah.
"Selamat datang kembali cucu kesayangan ku"ucap Causalia,Justin langsung merentangkan tangan nya,namun alhasil,Causalia malah memeluk Aisah,sehingga membuat Justin membeku di tempat nya,tapi malah Aisah yang terkejut.
"Oma!"cetus Justin yang cemberut,lalu berbalik,dan memeluk ke dua wanita yang amat ia sayangi.
"Lihat lah Aisah,aku hanya memeluk mu,sudah membuat dia cemburu"tukas Causalia sehingga membuat Aisah tersenyum.
"Jos,antar koper mereka ke kamar utama ya"
"Baik Nyonya"
"Ayo sayang,kita masuk"Causalia mengajak Aisah masuk,tapi meninggalkan Justin di luar.
Causalia membawa Aisah ke ruang tamu,beberapa pelayan mengikuti mereka di belakang.
"Bawakan beberapa kotak hadiah untuk menantu muda di keluarga ini,aku sudah menyiapkan banyak hadiah"titah Causalia,Pelayan pun pergi untuk mengambil kotak hadiah yang di maksud oleh Causalia.
Tak lama kemudian,mereka kembali dengan kota hadiah di tangan mereka,jika di hitung ada dua puluh kotak yang di bawakan oleh pelayan.
"Letakkan semua benda itu di depan menantu ku!"titah Causalia,pelayan itu pun menurut saja,ada yang syok bahkan sangat sulit mempercayai nya,bahwa hadiah yang disiapkan oleh Causalia terlalu banyak.
"Oma,apa ini?"tanya Aisah,
"Ini hadiah untuk mu,sayang"jawab Causalia sembari menyentuh wajah Aisah yang terlihat sedikit syok.
"Oma,tapi Aku tidak mengharapkan ini semua,yang aku mau,Oma dan semua orang disini,sehat selalu,dan kita akan selalu bersama dalam waktu yang lama"pungkas Aisah,
"Aku tau,cucu ku tidak akan salah memilih istri,kamu terlalu bernilai di dalam keluarga ini"Causalia kembali memeluk Aisah,membuat Aisah tersenyum,dan itu membuat Justin tidak tahan kalau tidak menggoda sang istri.
__ADS_1
Justin mengedipkan mata nya ke arah Aisah,membuat Aisah tersipu malu.
"Simpan semua kotak ini di kamar mereka,dan pastikan tidak ada yang rusak"
"Baik Nyonya"para pelayan pun membawa kembali kotak hadiah menuju kamar Aisah dan Justin.
Malam pun tiba,di meja,hanya ada tiga orang yang duduk di meja panjang dan dengan banyak kursi,terlihat banyak yang kosong disana.
"Apa yang kamu tunggu,makan lah,ini di jamin halal"bisik Justin,
"Bukan itu mas,kemana yang lain? ini terlihat sedikit canggung"
"Hanya ada Oma di rumah ini,tentu saja kini hanya kita bertiga!"
"Eeemmm"Aisah hanya mengangguk,Causalia memperhatikan itu,
"Justin,kamu tahu 'kan tradisi keluarga kita,menantu pertama datang kemari harus menjamu para keluarga besar.Tapi,kalau kamu keberatan,Oma bisa membantu mu untuk menolak kedatangan mereka kemari"
"Semua tergantung Aisah Oma"
"Saya tidak masalah Oma.Tidak apa-apa kalau Keluarga besar mau menjamu,malah itu lebih baik,jadi Aisah punya kesempatan untuk berkenalan dengan keluarga yang lain"
Aisah tidak pernah tahu,bagaimana keluarga Arlando bereaksi saat tahu wanita yang di nikahi Justin adalah orang yang beda keyakinan dengan mereka.
"Tapi sayang,kalau memang kamu keberatan,kita tidak perlu mengikuti tradisi itu,Oma saja tidak masalah!"Justin takut Aisah akan di bully oleh keluarga paman nya.
"Benar apa yang di katakan Justin"timpal Oma,
"Tapi ini tradisi Oma.Maaf sebelumnya Oma,apa tidak masalah jika Aisah tidak mengikuti nya,bukan kah,Tuan muda ke dua juga baru menikah,dan itu di kabar 'kan dua hari yang lalu,jadi besok dua orang istri akan memasak untuk keluarga besar Arlando,siapa dari mereka yang memasak makanan dengan lezat,berhak memegang kunci utama semua milik mansion,termasuk kunci perhiasan dan brankas uang!"pungkas Jos,yang ikut menyela ucapan mereka.
"Memang benar,semua orang menilai cara wanita menyiapkan makanan untuk isi perut itu,akan memperlihatkan bagaimana ia bisa mengatasi semua setiap masalah dalam rumah tangga nya,dan besok makanan yang akan di masak oleh para istri bukan makanan biasa,tapi makanan yang memiliki makna di dalam nya"
Aisah pun baru mengerti penting nya tradisi itu,dan sangat sulit untuk nya jika ia terus maju,dan jika Aisah mundur,maka kehormatan suami nya di pertaruhkan.
__ADS_1