Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Satu Tahun kemudian


__ADS_3

Hari ini tepat satu tahun pernikahan Aisah dan Justin.Meskipun belum di berikan kepercayaan untuk memiliki seorang anak untuk melengkapi cinta mereka.Namun,Justin percaya Tuhan akan memberikan nya di waktu yang tak terduga.


Hari ini mansion Arlando sedang ada pesta perayaan satu tahun pernikahan Justin dan juga Aisah.Bahkan,Mario ikut hadir dan memeriahkan acara itu.


Hanya saja,Cakra merasa dirinya telah gagal dalam pernikahan yang membuat ia begitu terluka.Beberapa bulan sebelumnya,wanita yang di nikahi nya adalah wanita yang tak bisa menerima nya dengan baik.


Di dalam keramaian itu,terlihat senyuman Aisah dan Justin yang terukir begitu indah.Ke dua orang itu terlihat begitu menikmati malam yang panjang ini.


Aisah dan Justin selalu hidup rukun,meskipun banyak yang mempertanyakan soal anak kepada mereka.Namun,tidak membuat Aisah atau Justin putus asa.


Setelah acara itu selesai,Aisah dan Justin kini sedang berada di dalam kamar untuk berganti pakaian dan membersihkan diri sebelum mereka tidur.


"Sayang..."Justin memeluk Aisah dari belakang saat wanita ini sedang berusaha melepas hijab nya.


"Ada apa mas?"Aisah menoleh dan Justin langsung mengecup bibir Aisah sekilas,membuat raut wajah Aisah merah merona,karena malu.


"Terimakasih,sudah berada di sisi ku sejauh ini!"Justin membalikkan tubuh Aisah yang saat ini menghadap diri nya.


"Aku yang harus berterimakasih pada mu mas,karena sudah menerima ku sejauh ini,menjadi Pria yang selalu ada di sisi ku,tidak peduli sakit atau senang,kamu selalu ada di sisi ku!"Aisah langsung memeluk tubuh Justin dengan erat.


Kecupan hangat berhasil mendarat di kening Aisah,membuat wajah Aisah merona,dan itu mengantar ke dua nya ke alam mimpi yang begitu indah,sampai larut dan tenggelam dalam asmara yang panjang,hingga ke dua nya lelah dan terlelap.


...***...


Di meja makan,Aisah melayani sang suami begitu telaten,Kepala maid juga membantu Causalia untuk menyiapkan makanan Causalia,ada Cakra yang ikut sarapan dengan mereka.


"Sayang sudah,ayo sarapan bersama,kamu sudah capek sejak tadi pagi!"Justin memegang tangan Aisah,


"Biarkan aku melakukan nya mas,selagi itu membuat aku bahagia!"Aisah tersenyum,sehingga membuat Justin tidak dapat mengalihkan pandangan nya.


"Eheem!"Causalia berdehem,saat melihat ke dua nya yang larut dalam lamunan.Aisah dan Justin langsung melepaskan tangan mereka,Aisah yang malu pun segera duduk di samping Justin,dan menyantap sarapan yang telah di sediakan pelayan sejak tadi.


"Cakra,tolong kamu handle semua meeting hari ini bersama dengan Jos,aku akan pergi temani istri ku ke salon"ungkap Justin,membuat Aisah terkejut,pasalnya Justin tidak mengatakan apapun tadi malam.


"Sebagai hadiah pernikahan!"lanjut Justin,yang tersenyum ke arah Aisah,


"Mas,aku tidak ingin apapun tahun ini,nanti kalau aku ingin sesuatu aku akan mengatakan nya pada mu mas,tapi untuk saat ini aku hanya ingin cinta dan kasih sayang mu saja!"Aisah menggenggam tangan Justin,membuat Justin tersenyum bahagia.


"Setidaknya hargai kami yang jomblo ini"cibir Cakra yang tersenyum,lalu bangkit dari tempat duduk nya.

__ADS_1


"Aku duluan"lanjut Cakra,Justin hanya mengangguk saja.


"Pergi lah Aisah,kalian berdua butuh waktu untuk bersantai bersama,dan kamu juga butuh hiburan di luar,pergi lah menonton bersama!"Causalia pun menyuruh mereka untuk pergi bersama,karena ia takut Aisah terlalu memikirkan diri nya yang belum bisa memiliki anak,Causalia tidak ingin Aisah menjadi stres dan banyak pikiran.


"Oma,tidak apa-apa sendiri di rumah?"


"Banyak orang disini,lagian Oma terbiasa sendiri,kalian pergi lah bersama!"


"Baiklah,kalau begitu mas,aku pergi mengambil tas dulu"


"Eeemm"


Aisah pun kembali ke kamar nya,Causalia menatap Aisah yang sudah berlalu dari meja makan,dan saat ini wanita itu sedang menaiki anak tangga.


Aisah pun kembali lagi,baru juga beberapa menit ia telah kembali dengan tas di tangan nya.


"Hati-hati,jangan pulang sebelum kalian puas bermain nya!"


"Iya Oma,kami pergi dulu"


Aisah dan Justin berpamitan kepada Causalia,dan ke dua nya pun pergi meninggalkan Causalia di meja makan.


"Aah,Mas!"tiba-tiba Aisah merasakan sakit di bagian perut nya,rasa yang sama beberapa bulan yang lalu,dan kini perasaan itu mulai di rasakan Aisah lagi.


"Sayang,kamu kenapa?"Justin memegang ke dua bahu Aisah,dan melihat wajah Aisah yang begitu pucat.


"Sayang,kamu sakit,wajah mu pucat sekali?"


"Aku tidak tahu,perut ku sakit sekali mas!"


Setelah mengatakan itu,pandangan Aisah semakin lama semakin buram,dan ia mulai merasakan kepala nya yang berputar dan membuat ia sedikit mual,tapi tidak ingin muntah.


"Sayang,apa yang terjadi?"Justin pun panik,dan kembali berteriak memanggil Causalia.


"Oma!"


"Phi Mila!"


Ke dua orang itu yang sedang berada di meja makan,terperanjat mendengar teriakan dari Justin.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?"tanya Causalia kepada Mila,wanita itu menggeleng dengan cepat,karena memang tidak tahu apa-apa.


"Oma! Oma!"teriak Justin lagi,Causalia pun bergegas pergi untuk melihat Justin yang berada di depan pintu utama.


"Justin,apa yang terjadi,kenapa istri mu pingsan?"


"Aku tidak tahu Oma,Kita harus membawa nya ke rumah sakit,aku takut sesuatu terjadi dengan nya"


"Cepat panggil 'kan sopir Mila!"


"Baik Nyonya"


"Dan kamu Justin,segera gendong Aisah ke mobil"


"Baik Oma"


Mila memanggil sopir di teras samping,dan Justin mengendong Aisah ke mobil.


"Pak,cepat pak!"teriak Justin yang panik,


"Iya Tuan iya!"Sopir tersebut setengah berlari ke arah mobil,dan Causalia segera masuk ke dalam mobil.


"Phi,tolong hubungi Delta,katakan kami dalam perjalanan ke rumah sakit"


"Baik Tuan"


Mobil pun segera melaju keluar dari halaman mansion.Di dalam mobil,Justin terlihat begitu panik,ia takut sesuatu terjadi kepada istri nya.Namun,sebelumnya Aisah baik-baik saja,tidak pernah mengeluh tentang sakit nya.


"Sayang,buka mata mu jangan membuat aku takut,sayang"Justin terus saja memanggil Aisah,dan ia mengusap ke dua tangan Aisah,secara bersamaan.


"Pak,lebih cepat lagi Pak!"titah Justin,Sopir pun menaikan kecepatan mobil.


"Justin,tenang lah jangan panik,kalau kamu panik Oma juga ikut panik!"


"Bagaimana tidak panik Oma,dia belum membuka mata nya"


"Oma tau,tapi kamu juga harus tenang!"


Justin menepuk pelan pipi Aisah,tapi tetap saja Aisah tidak membuka mata,semakin membuat Justin khawatir akan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2