
Hari ini terlihat Justin yang duduk di balkon kamar nya,dengan baju santai.Melihat sang suami yang belum berpakaian rapi seperti biasanya.Aisah pun mendekat.
"Mas,tidak ke kantor?"
"Hari ini mau cuti"melihat Aisah yang sedang mengeringkan rambut nya,lalu Justin menyuruh Aisah untuk duduk.
"Duduk disini sayang!"Justin menepuk-nepuk tempat duduk di sebelah nya yang kosong,
"Ada apa? aku mau mengeringkan rambut ku dulu mas,Aisah ingin beranjak dari tempat itu,Justin langsung menarik nya agar segera duduk.
"Mas!"Aisah menoleh ke belakang,dimana sang suami berada.
"Berikan handuk nya kepada ku!"
"Untuk apa?"
"Berikan saja!"
Aisah pun memberikan handuk itu kepada Justin,lalu ia mengeringkan rambut Aisah dengan lembut.
"Mas,aku bisa gunakan hairdryer untuk mengeringkan rambut ku!"
"Udah diam saja,aku bantu "
Aisah pun mengiyakan,dan membiarkan Justin mengeringkan rambut nya.Tangan Justin menyentuh kepala Aisah dengan lembut,dan membuat Aisah begitu nyaman.
"Mas,ada yang ingin ku tanyakan sama Mas"
"Eeemmm,katakan sayang"
"Bagaimana kalau kita punya seorang bayi? apa mas setuju?"
"Bayi?"Justin berhenti dari aktivitas nya mengeringkan rambut Aisah,
"Ia bayi,sudah waktu nya rumah ini di isi dengan tangisan bayi!"
"Sayang,jangan bercanda,ku tahu saat ini kamu ...."Justin,segera memotong ucapan nya agar tidak menyakiti sang istri.
"Aku tahu mas,yang melahirkan anak bukan aku,tapi istri mu!"
"Sayang,jangan bercanda.Apa sih maksud kamu berkata begitu!"
Seperti dugaan Aisah,Justin tidak akan bisa menerima itu,dan sebelum Aisah menjelaskan nya,Justin lebih dulu sudah emosi membuat Aisah tidak ingin melanjutkan niat nya untuk meminta pendapat Justin tentang menyuruh nya menikah lagi.
"Sudah,ayo kita turun untuk sarapan"ujar Justin,yang menyimpan iPad di atas nakas.
"Mas,aku mau bicara"
"Nanti dulu,aku menunggu mu di bawah"
Lagi-lagi Justin menolak untuk membahas itu,Aisah hanya meminta pendapat untuk melahirkan anak dari seorang wanita,belum menyuruh nya memberi pendapat tentang menikahi wanita lain.Namun,Justin lebih dulu menolak itu dan ia tidak ingin membahas itu bersama dengan Aisah.
"Apa yang kamu pikirkan sayang,aku tidak membuat kamu sedih,untuk saat ini jangan membahas soal anak dulu,hidup berdua dengan mu saja sudah membuat aku bahagia,aku tidak ingin membagi cinta mu"gumam Justin,yang kini menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Justin,dimana Aisah.Kenapa tidak turun untuk sarapan?"tanya Causalia,saat melihat Justin,yang turun seorang diri.
"Tuh,lagi turun!"ujar Justin,saat melihat Aisah turun dari tangga.
Causalia tersenyum,saat melihat Aisah yang tersenyum kepada nya.
"Pagi Oma"sapa Aisah,memberikan kecupan manis di pipi Causalia,lalu ia mendekati Justin,dan memberikan kecupan yang sama di pipi Justin.
"Hari ini kamu terlihat lebih bersemangat?"tanya Causalia,
"Iya Oma,dua ronde!"celetuk Justin,Aisah langsung melirik ke arah Justin,dengan bola mata seakan- akan keluar dari tempat nya.
"Mas!"Aisah terlihat malu,Causalia tertawa melihat tingkah cucu dan menantu nya itu.
"Sudah-sudah,kita sarapan dulu"
Aisah melayani Justin dan Causalia setiap pagi nya,itu adalah hal yang biasa ia lakukan setelah menikah.
Sangat sulit bagi Aisah untuk berdamai dengan diri nya sendiri,menerima kekurangan dalam diri nya itu butuh waktu dan tidak bisa langsung secepat itu.
Setelah sebulan selepas Aisah di operasi,akhir nya ia bisa menerima keadaan nya yang saat ini.Meskipun kadang kenyataan sering membuat ia menangis di tengah malam.
Setiap jam 00:00 Aisah terbangun,ia menangis dan mengadu kepada sang pencipta.Kebiasaan itu membuat ia sadar,kalau dia harus bisa menerima dirinya sendiri,sebelum berharap orang lain juga bisa menerima keadaan nya.
"Justin cuti?"
"Iya Oma"
"Mau ngeteh Oma?"tawar Aisah,
"Boleh,seperti biasa,pahit dan hambar"
"Siap.Mas mau teh?"
"Susu saja boleh?"sembari kedip mata ke arah Aisah,tapi malah dipelototi sama Aisah,membuat Justin terkekeh.
"Kopi saja sayang"lanjut Justin,sebelum Aisah pergi ke dapur.
Justin membawa Causalia ke taman dekat kolam renang,dimana ada tempat duduk yang bikin mereka nyaman setiap pagi.
Tak lama kemudian,Aisah datang dengan nampan di tangan nya,ia membawa dua gelas dengan isi yang berbeda.
Di dekat gelas itu ada kotak salad yang Aisah buat barusan.
"Apa ini sayang?"
"Salad buah"
"Mau!"
"Ambillah!"
Justin langsung memakan nya,sampai lupa dengan orang yang punya salad.
__ADS_1
Pak!
Causalia memukul kepala Justin,membuat pria itu menatap Causalia,begitu juga dengan Aisah,yang terkejut.
"Oma"rengek Justin,
"Kalau mau,buat sendiri,kenapa ambil punya istri mu,malah makan enggak di tawarin lagi"ketus Causalia yang kesal.
"Iya ya maaf ya sayang"
"Enggak apa- apa mas!"
Justin pun menyuapi Aisah,membuat Causalia tersenyum sendiri.
Suasana cukup nyaman di pagi itu,jarang-jarang Justin mengambil cuti kerja nya.Namun,ia masih memainkan ponsel,mengirim pesan untuk Jos,meminta pria itu untuk menghandle semua meeting hari ini.
"Oma,Mas.Ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian berdua"
"Enggak dulu deh sayang,cukup ya enggak perlu di bahas!"sahut Justin,
"Mas,aku belum ngomong Lo?"
"Mau bicara apa sayang,lanjut"tukas Justin,mengusap lembut kepada Aisah,yang berbalut hijab.
"Eeemmm,aku sudah memikirkan ini sejak kemarin,dan satu Minggu yang lalu.Aku tidak pernah marah sama saran Oma.Namun,Oma saran itu berdosa,di dalam agama Islam di ladang melakukan akad sewa rahim"
"Oma sudah tahu,Justin sudah menjelaskan nya kepada Oma!"
Aisah melirik ke arah Justin yang mangut-mangut.
"Terimakasih Oma"Aisah memegang tangan Causalia.
"Namun,Aisah punya solusi nya,kita masih bisa punya anak,dengan cara yang lain.Mas Justin bisa menikah lagi"
"Uhuk..Uhuk"ucapan Aisah membuat Justin tersedak.
"Mas,pelan-pelan" Aisah,menepuk punggung Justin dengan lembut,terlihat Justin menyeka mulut nya dengan kasar,lalu menatap lekat ke arah Aisah.
"Apa maksud perkataan mu itu ? Haah?"
Aisah melihat netra Justin yang sangat berbeda,emosi mulai menguasai diri Justin.
"Mas,dengar dulu,aku belum selesai bicara"
"Aisah,jangan main-main dengan ucapan itu,aku tidak suka kamu bercanda soal ini"Justin terlihat masih sangat marah,
"Justin tenang,dengar dulu penjelasan Aisah,mungkin dia punya alasan"
"Alasan nya tidak masuk akal Oma,Aku tidak suka,aku ini bukan barang yang bisa dia serahkan pada orang lain,kenapa kamu harus melakukan itu?"
Justin pun pergi meninggalkan taman,setelah memarahi Aisah,untuk pertama kali nya.
"Mas"lirih Aisah,Causalia memeluk Aisah,menenangkan wanita ini.
__ADS_1